Thursday, May 6, 2021

Puisi Kahlil Gibran tentang Keluarga

Anak

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi 
dalam dekapan dadanya berkata, 
Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu 
akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu
tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, 
tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, 
tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, 
yang tak pernah dapat engkau kunjungi 
meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka,
tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
karena hidup tidak berjalan mundur 
dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu 
menjadi anak-anak panah yang siap diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, 
dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, 
sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur 
dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu 
sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, 
maka ia juga mencintai busur teguh 
yang telah meluncurkannya
dengan sepenuh kekuatan.

<>-*-<>


Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan
oleh bibir-bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, 
manis dan syahdu yang memancar 
dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. 
Ibu adalah penegas kita dikala lara, 
impian kita dalam nestapa, 
rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, 
kemuliaan, 
kebahagiaan dan toleransi. 
Siapa pun yang kehilangan ibunya, 
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. 
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi 
sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, 
syahdu tembang burung-burung dan sungai-sungai.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bunga-bunga. 
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. 
Pepohonan dan bunga-bunga adalah ibu yang tulus 
memelihara buah-buahan dan biji-bijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

<>-*-<>



Tanya Sang Anak

Konon di suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
“Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?”
Sang ibu menjawab, 
“Karena ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata, 
“Kenapa jadi begitu?”

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
“Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?”
Ayah pun menjawab, 
“Karena ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
“Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?”
Dan sang ayah pun kembali menjawab, 
“Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan 
sesekali mengerut dahinya.
Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
“Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?”
Ayah kembali menjawab, 
“Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”
“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?” 
Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan 
dan penuh kelembutan. 
“Karena engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia 
tertunduk dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, 
tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
“Apa itu cinta, Ayah?”
“Apa itu cinta, Ibu?”
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab, 
“Kau, kau adalah cinta kami sayang...”

<>-*-<>

 

Wednesday, May 5, 2021

Puisi Kahlil Gibran tentang Alam

 

Suara Alam


Ketika burung bernyanyi, 
apakah mereka memanggil bunga-bunga 
di ladang, atau apakah mereka berbicara kepada pepohonan, 
atau apakah mereka menggemakan 
gumaman sungai-sungai?

Sebab manusia dengan pengertiannya tidak dapat 
mengetahui apa yang dikatakan burung,
atau apa yang digumamkan sungai, 
atau apa yang dibisikkan gelombang 
ketika mereka menyentuh pantai 
dengan perlahan-lahan serta lembut.

Manusia dengan pengertiannya 
tidak dapat mengetahui apa yang dikatakan hujan 
ketika jatuh di atas dedaunan pepohonan 
atau ketika menyentuh jendela.

Ia tidak dapat mengetahui apa yang dikatakan 
hembusan angin kepada bunga-bunga di ladang.

Tetapi hati manusia dapat merasakan serta memahami 
makna suara-suara ini yang memainkan perasaannya.

Hikmat kekal seringkali berbicara kepadanya 
dengan bahasa yang misterius, 
jiwa dan alam bercakap bersama-sama. 
Sementara manusia berdiri tak dapat berkata apa-apa 
serta bingung.

Tetapi bukankah manusia telah menangis 
mendengar suara-suara ini? 
Dan bukankah air matanya itu pengertian yang fasih? 

<<*>>


Antara Pagi dan Malam Hari

Tenanglah hatiku, karena langit tak juga mendengar
Tenanglah, karena bumi dibebani dengan ratapan kesedihan.
Dia takkan melahirkan melodi dan nyanyianmu.
Tenanglah, karena roh-roh malam tak menghiraukan
bisikan rahasiamu, dan bayang-bayang tak berhenti
di hadapan mimpi-mimpi.
Tenanglah, hatiku. Tenanglah hingga fajar tiba,
karena dia yang menanti pagi dengan sabar
akan menyambut pagi dengan kekuatan.
Dia yang mencintai cahaya, dicintai cahaya.
Tenanglah hatiku, dan dengarkan ucapanku.

Dalam mimpi aku melihat seekor murai bernyanyi 
saat dia terbang di atas kawah gunung berapi yang meletus.
Kulihat sekuntum bunga Lili menyembulkan kelopaknya 
di balik salju.
Kulihat seorang bidadari menari-menari 
di antara batu-batu kubur.
Kulihat seorang anak tertawa sambil bermain 
dengan tengkorak-tengkorak.
Kulihat semua makhluk ini dalam sebuah mimpi. 
Ketika aku terjaga dan memandang ke sekelilingku, 
kulihat gunung berapi memuntahkan nyala api, 
tapi tak kudengar murai bernyanyi, 
juga tak kulihat dia terbang.
Kulihat langit menaburkan salju 
di atas padang dan lembah, 
dilapisi warna putih mayat dari bunga lili yang membeku.
Kulihat kuburan-kuburan, berderet-deret, 
tegak di hadapan zaman-zaman yang tenang. 
Tapi tak satu pun kulihat di sana 
yang bergoyang dalam tarian, 
juga tidak yang tertunduk dalam doa.
Saat terjaga, kulihat kesedihan dan kepedihan; 
ke manakah perginya kegembiraan dan kesenangan impian?
Mengapa keindahan mimpi lenyap, dan bagaimana 
gambaran-gambarannya menghilang? 
Bagaimana mungkin jiwa tertahan 
sampai sang tidur membawa kembali roh-roh 
dari hasrat dan harapannya?

Dengarlah hatiku, dan dengarlah ucapanku.
Semalam jiwaku adalah sebatang pohon yang kukuh dan tua,
menghunjam akar-akarnya ke dasar bumi
dan cabang-cabangnya mencekau ke arah yang tak terhingga.
Jiwaku berbunga di musim bunga,
memikul buah pada musim panas. 

Pada musim gugur kukumpulkan buahnya 
di mangkuk perak dan kuletakkan di tengah jalan. 
Orang-orang yang lalu lalang  mengambil dan memakannya, 
serta meneruskan perjalanan mereka.

Kala musim gugur berlalu dan gita pujinya
bertukar menjadi lagu kematian dan ratapan,
kudapati semua orang telah meninggalkan
diriku kecuali satu-satunya buah di talam perak.
Kuambil ia dan memakannya,
dan merasakan pahitnya bagai kayu gaharu,
masam bak anggur hijau.
Aku berbicara dalam hati,
“Bencana bagiku, karena telah kutempatkan sebentuk laknat
di dalam mulut orang-orang itu,
dan permusuhan dalam perutnya.
“Apa yang telah kaulakukan, jiwaku, dengan kemanisan
akar-akarmu itu yang telah meresap dari usus besar bumi,
dengan wangian daun-daunmu yang telah meneguk
cahaya matahari?”
Lalu kucabut pohon jiwaku yang kukuh dan tua.
Kucabut akarnya dari tanah liat yang di dalamnya dia telah
bertunas dan tumbuh dengan subur.
Kucabut akar dari
masa lampaunya, menanggalkan kenangan
seribu musim bunga dan seribu musim gugur.
Dan kutanam sekali lagi pohon jiwaku di tempat lain.
Kutanam dia di padang yang tempatnya jauh
dari jalan-jalan waktu.
Kulewatkan malam dengan terjaga di sisinya, sambil berkata,
“Mengamati bersama malam yang membawa kita mendekati
kerlipan bintang.”
Aku memberinya minum dengan darah dan airmataku,
sambil berkata,
“Terdapat sebentuk keharuman dalam darah,
dan dalam air mata sebentuk kemanisan.”
Tatkala musim bunga tiba, jiwaku berbunga sekali lagi.

Pada musim panas jiwaku menyandang buah. 
Tatkala musim gugur tiba, kukumpulkan buah-buahnya 
yang matang di talam emas dan kuletakkan di tengah jalan. 
Orang-orang melintas, satu demi satu atau dalam 
kelompok-kelompok, tapi tak satu pun mengulurkan tangannya untuk mengambil bagiannya.
Lalu kuambil sebuah dan memakannya, 
merasakan manisnya bagai madu pilihan, 
lezat seperti musim bunga dari syurga, 
sangat menyenangkan laksana anggur Babylon, 
wangi bak wangi-wangian dari melati.
Aku menjerit, “Orang-orang tak menginginkan rahmat 
pada mulutnya atau kebenaran dalam usus mereka, 
karena rahmat adalah puteri airmata dan kebenaran 
putera darah!”Lalu aku beralih dan duduk di bawah bayangan pohon sunyi jiwaku di sebuah padang yang tempatnya jauh 
dari jalan waktu.

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba.
Tenanglah, karena langit menghembus bau amis kematian
dan tak bisa meminum nafasmu.
Dengarkan, hatiku, dan dengarkan aku bicara.
Semalam pikiranku adalah kapal yang terombang-ambing
oleh gelombang laut dan digerakkan oleh angin
dari pantai ke pantai
Kapal pikiranku kosong kecuali untuk tujuh cawan yang dilimpahi dengan warna-warna, gemilang berwarna-warni.
Sang waktu datang kala aku merasa jemu terapung-apungan di atas permukaan laut dan berkata,
“Aku akan kembali ke kapal kosong pikiranku
menuju pelabuhan kota tempat aku dilahirkan.”
Tatkala kerjaku selesai, kapal pikiranku
Aku mulai mengecat sisi-sisi kapalku dengan warna-warni -
kuning matahari terbenam,
hijau musim bunga baru,
biru kubah langit,
merah senjakala yang menjadi kecil.
Pada layar dan kemudinya
kuukirkan susuk-susuk menakjubkan,
menyenangkan mata dan menyenangkan penglihatan.
Tatkala kerjaku selesai,
kapal pikiranku laksana pandangan luas seorang nabi,
berputar dalam ketidakterbatasan laut dan langit.
Kumasuki pelabuhan kotaku,
dan orang muncul menemuiku dengan pujian
dan rasa terima kasih.
Mereka membawaku ke dalam kota, memukul gendang
dan meniup seruling. Ini mereka lakukan karena bagian luar kapalku
yang dihias dengan cemerlang, tapi tak seorang pun masuk
ke dalam kapal pikiranku.
Tak seorang pun bertanya apakah yang kubawa dari seberang lautan
Tak seorang pun tahu kenapa aku kembali
dengan kapal kosongku ke pelabuhan.
Lalu kepada diriku sendiri, aku berkata,
“Aku telah menyesatkan orang-orang,
dan dengan tujuh cawan warna telah kudustai mata mereka”
Setelah setahun aku menaiki kapal pikiranku
dan kulayari di laut untuk kedua kalinya.
Aku berlayar menuju pulau-pulau timur,
dan mengisi kapalku dengan dupa dan kemenyan,
pohon gaharu dan kayu cendana.
Aku berlayar menuju pulau-pulau barat,
dan membawa bijih emas dan gading, batu merah delima
dan zamrud, dan sulaman serta pakaian warna merah lembayung.
Dari pulau-pulau selatan aku kembali
dengan rantai dan pedang tajam, tombak-tombak panjang,
serta beraneka jenis senjata.
Aku mengisi kapal pikiranku dengan harta benda dan
barang-barang hasil bumi dan kembali ke pelabuhan kotaku,
sambil berkata, “Orang-orangku pasti akan memujiku,
memang sudah pastinya.
Mereka akan menggendongku ke dalam kota
sambil menyanyi dan meniup trompet”
Tapi ketika aku tiba di pelabuhan,
tak seorangpun keluar menemuiku.
Ketika kumasuki jalan-jalan kota,
tak seorang pun memperhatikan diriku.
Aku berdiri di alun-alun sambil mengutuk pada orang-orang bahwa aku membawa buah dan kekayaan bumi.
Mereka memandangku, mulutnya penuh tawa,
cemoohan pada wajah mereka. Lalu mereka berpaling dariku.
Aku kembali ke pelabuhan, kesal dan bingung.
Tak lama kemudian aku melihat kapalku.
Maka aku melihat perjuangan dan harapan dari perjalananku yang menghalangi perhatianku. Aku menjerit.
Gelombang laut telah mencuri cat dari sisi-sisi kapalku,
tak meninggalkan apa pun kecuali tulang belulang
yang bertaburan. Angin, badai dan terik matahari
telah menghapus lukisan-lukisan dari layar,
memudarkan ia seperti pakaian berwarna kelabu dan usang.
Kukumpulkan barang-barang hasil dan kekayaan bumi
ke dalam sebuah perahu yang terapung di atas permukaan air.
Aku kembali ke orang-orangku, tapi mereka menolak diriku karena mata mereka hanya melihat bagian luar.
Pada saat itu kutinggalkan kapal pikiranku dan
pergi ke kota kematian. Aku duduk di antara kuburan-kuburan
yang bercat kapur, merenungkan rahasia-rahasianya.

Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba.
Tenanglah, meskipun prahara yang mengamuk 
mencerca bisikan-bisikan batinmu, 
dan gua-gua lembah takkan menggemakan bunyi suaramu.
Tenanglah, hatiku, hingga fajar tiba. 
Karena dia yang menantikan 
dengan sabar hingga fajar, pagi hari akan memeluknya 
dengan semangat.

Nun di sana! Fajar merekah, hatiku.
Bicaralah, jika kau mampu bicara!
Itulah arak-arakan sang fajar, hatiku!
Akankah hening malam melumpuhkan kedalaman hatimu
yang menyanyi menyambut fajar?
Lihatlah kawanan merpati dan burung murai melayang di atas lembah. Akankah kengerian malam
menghalangi engkau untuk menduduki sayap bersama mereka?
Para penggembala memandu kawanan dombanya
dari tempat ternak dan kandang.
Akankah roh-roh malam menghalangimu
untuk mengikuti mereka ke padang rumput hijau?
Anak lelaki dan perempuan bergegas menuju kebun anggur.
Kenapa kau tak beranjak dan berjalan bersama mereka?
Bangkitlah, hatiku, bangkit dan berjalan bersama fajar,
karena malam telah berlalu.
Ketakutan malam lenyap bersama mimpi gelapnya.
Bangkitlah, hatiku, dan lantangkan suaramu dalam nyanyian, karena hanya anak-anak kegelapan yang gagal menyatu
ke dalam nyanyian sang fajar.

<<*>>


Batu Kelapa

Dua muda bercermin cahaya,
sesaat terik melepas biasnya di perigi harap
 Jengkal waktu merayap malas, 
bertali dua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kaca:
merayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata.
Keajaiban bagai memikat beliung
rasa dua muda itu, dan gegas melambung
paruh demi sepasang batu kelapa;
memundak gersang terka.

Tak lama batu kelapa menanak
santannya di tempurung berekor bulu.
Mengasah dua muda untuk menilik: adanya
kisah batu di kelapa selepas gelap.

<<*>>


Lagu Ombak

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.

Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kecupan-kecupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.

<<*>>


Pulau

Kehidupan adalah sebuah pulau di samudera kesepian.
Sebuah pulau yang batu-batu karangnya
adalah pengharapan,
yang pepohonannya adalah impian,
yang bunga-bungaannya adalah kesendirian,
dan yang sungai-sungainya adalah dahaga.

Kehidupanmu, saudara-saudaraku, 
adalah sebuah pulau yang terpisah dari semua pulau 
serta wilayah lainnya. Seberapa banyakpun kapal yang berangkat dari pantaimu 
menuju iklim lain, 
seberapa banyakpun armada yang berlabuh di pantaimu, 
engkau tetaplah pulau yang tersendiri, 
menderita kesepian, dan mendambakan kebahagiaan 
Engkau tidak dikenal oleh sesamamu manusia, 
dan jauh dari simpati serta pengertian mereka.

<<*>>


Mimpi

Kala malam datang dan rasa kantuk 
membentangkan selimutnya di wajah bumi, 
aku bangun dan berjalan ke laut, 
“Laut tidak pernah tidur, 
dan dalam keterjagaannya itu laut 
menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.”

Ketika aku sampai di pantai, kabut dari gunung 
menjuntaikan kakinya seperti selembar jilbab 
yang menghiasi wajah seorang gadis. 
Aku melihat ombak yang berdeburan. 
Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan 
dan bermeditasi di atas kekuatan abadi yang tersembunyi 
di dalam ombak-ombak itu– 
kekuatan yang lari bersama angin, 
mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar 
dan menyanyi dengan desiran air 
yang mengalir di parit-parit.
Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan 
duduk di atas sebongkah batu. 
Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan 
yang menarikku tanpa aku dapat melawannya.

Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu 
seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku. 
Saat itu, salah satunya berdiri dan dengan suara 
yang seolah berasal dari dalam laut ia berkata:
“Hidup tanpa cinta ibarat pohon 
yang tidak berbunga dan berbuah. 
Dan cinta tanpa keindahan seperti bunga
tanpa aroma semerbak
dan seperti buah tanpa biji. 
Hidup, cinta dan keindahan adalah tiga dalam satu, 
yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”

Putera kedua berkata dengan suara bergema 
seperti air terjun,
“Hidup tanpa berjuang seperti empat musim 
yang kehilangan musim bunganya. 
Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus. 
Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu 
yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”

Kemudian Putera ketiga membuka mulutnya 
seperti dentuman halilintar:

“Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, 
dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. 
Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu,
abadi dan tidak pernah sirna.”
Selanjutnya ketiga-tiganya berdiri 
dan berkata dengan suara yang menggerunkan sekali:

Itulah anak-anak cinta,
Buah dari perjuangan,
Akibat dari kebebasan,
Tiga manifestasi Tuhan,
Dan Tuhan adalah ungkapan
dari alam yang bijaksana.

Saat itu diam melangut, 
hanya gemersik sayap-sayap yang tak nampak 
dan getaran tubuh-tubuh halus yang terus-menerus.

Aku menutup mata dan mendengar gema 
yang baru saja berlalu. 
Ketika aku membuka mataku, 
aku tidak lagi melihat Putera-putera Kegelapan itu, 
hanya laut yang dipeluk halimunan. 
Aku duduk, tidak memandang apa-apa pun 
kecuali asap dupa 
yang menggulung ke syurga.

<<*>>


Musim Bunga

Marilah, sayang, 
mari berjalan menjelajahi perbukitan,
Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga 
dari lenanya
dan kini mengembara menyusuri pegunungan 
dan lembah-lembah,
Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, 
yang melangkahi
Ladang-ladang jauh, 
dan mendaki puncak-puncak perbukitan
'Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya
dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya
pada pohon pic dan sitrus, dan mereka kelihatan 
bagai pengantin 
dalam upacara tradisi Malam Kedre.

Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan
bagai kekasih
Air kali pun lincah berlompatan menari ria,
Di sela-sela batuan, 
menyanyikan lagu riang.

Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam,
Laksana buih-buih bersemburan, 
dari kalbu lautan

Kemarilah, sayang: 
mari meneguk sisa air mata musim dingin, 
dari gelas kelopak bunga lili,
Dan menenangkan jiwa, 
dengan gerimis nada-nada
Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet
berteduh dalam persembunyian, dan meniru
Kemanisan mereka 
dalam pertukaran kasih rindu.

<<*>>


Musim Dingin

Mendekatlah ke mari,
oh teman sepanjang hidupku,
Mendekatlah padaku,
dan jangan biarkan sentuhan Musim Dingin,
Mencelah di antara kita.
Duduklah disampingku di depan tungku,
Sebab nyala api adalah satu-satunya nyawa musim ini.

Bicaralah padaku 
tentang kekayaan hatimu,
Yang jauh lebih besar daripada unsur Alam 
yang menggelodak
di luar pintu.

Palanglah pintu dan patri engselnya,
Sebab wajah angkasa menekan semangatku
Dan pemandangan ladang-ladang salju
Menimbulkan tangis dalam jiwaku.
Tuangkan minyak ke dalam lampu,
jangan biarkan ia pudar,
Letakkan dekat wajahmu,
supaya aku boleh membaca dalam tangis
Apa yang telah ditulis pada wajahmu
Tentang kehidupan kau bersamaku..

Berilah aku anggur Musim Gugur, 
dan mari minum bersama
Sambil mendendangkan lagu kenangan 
pada gairah Musim Bunga
Dan layanan hangat Musim Panas, 
serta anugerah tuaian dari Musim Gugur.

Mendekatlah padaku,
oh kekasih jiwaku;
api mendingin dalam tungku,
Menyelinap padam nyalanya satu-satu,
dari timbunan abu

Dekaplah aku, 
sebab aku ngeri akan kesepian.
Lampu meredup, 
dan anggur minuman
membuat mata sayu mengatup.
Mari kita saling berpandangan, 
sebelum mata tertutup.
Cari aku dengan rabaan, 
temui daku dalam pelukan
Lalu biarkan kabut malam 
merangkul jiwa kita menjadi satu

Kecuplah aku, kekasihku,
karena Musim Dingin,
Telah merenggut segala,
kecuali bibir yang berkata:
Engkau dalam dekapan,
oh Kekasihku Abadi,
Betapa dalam dan kuat samudera lena,
Dan betapa cepatnya subuh...

<<*>>


Sebutir Debu

Adalah sebutir debu…
Meringkuk kedinginan… 
Mengitari bumi tanpa rona
Selimut kecilnya tersapu angkasa
Rajut penghangatnya tercerai tanpa janji

Rindu…
Masih mendekam dalam setiap detak jantung nafasnya
Walau hanya sekedar sapa... 
hanya sebatas tanya

Di setiap penat letih dan keterpurukannya
Dia berlari di tengah gurun gulita
Mengais-ais oase kehangatan

Bintang di tirai angkasa, 
tak cukup untuk menghangatkannya
Mencari bulan, namun raib
Mentari, ia pun terlelap.

Biarkan....
Biarkan saja dia sendiri
Menikmati renungan gulita
Biarkan sang raja malam mengurungnya
Memenjarakannya dalam gelap
Menghangatkan diri sendiri 
di perapian bagaskara.

<<*>>

Melahirkan Kebijaksanaan

 Alam memberi kita satu lidah, akan tetapi memberi kita dua telinga, agar kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara. (La Rouchefoucauld) 

 --<<~>>-- 
Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati. (Caleb C. C.) 
--<<~>>-- 
Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir. (W.A. Nance)  
--<<~>>-- 
Sedikit sekali orang yang memiliki hartanya sendiri. Hartalah yang memiliki mereka. (Robert G. Ingersoll) 
--<<~>>-- 
Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur kita dengan mengukur dari adap yang telah kita lakukan. (Henry Wadsworth Longfellow) 
--<<~>>-- 
Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda. (Aldous Huxley) 
--<<~>>-- 
Kaca, porselen, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa bekas yang nampak. (Benjamin Franklin) 
--<<~>>-- 
Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah dan gelombang itu. (Marcus Aurelius) 
--<<~>>-- 
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya. (Jalinus At Thabib) 
--<<~>>-- 
Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika semua orang mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. (Sir Francis Bacon) 
--<<~>>-- 
Perbuatan-perbuatan yang salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. (Johan Wolfgang Goethe) 
--<<~>>-- 
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai. (Schopenhauer) 
--<<~>>-- 
Dalam masalah hati nurani, pikiran pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang terbaik. (Robert Hall) 
--<<~>>-- 
Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berfikir seperti komputer. (Sydney Harris) 
--<<~>>-- 
Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita. (Ruchert) 
--<<~>>-- 
Hati yang penuh syukur, bukan saja kebajikan yang terbesar, melainkan pula iniduk segala kebajikan yang lain. (Cicero) 
--<<~>>-- 
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. (Benjamin Franklin) 
--<<~>>-- 
Apa yang tampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain dari pada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar. (La Roucefoucauld) 
--<<~>>-- 
Tiga sifat manusia yang merusak adalah kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat yang mengagumi diri sendiri yang berlebihan. (Nabi Muhammad SAW) 
--<<~>>-- 
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai. (Schopenhauer) 
--<<~>>-- 
Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda. Tetapi, jangan juga segan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada Anda. (Pope John XXIII) 
--<<~>>-- 
Menyikat lantai dan mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi presiden. (Richard M. Nixon) 
--<<~>>-- 
Dalam masalah hati nurani, pikiran pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang terbaik. (Robert Hall) 
--<<~>>-- 
Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi. (Phytagoras) 
--<<~>>-- 
Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk menjadi rendah hati. (Paul Valery) 
--<<~>>-- 
Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka. (Mark Twain) 
--<<~>>-- 
Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain. (Cicero) 
--<<~>>-- 
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. (Benjamin Franklin) 
--<<~>>-- 
Tiga sifat manusia yang merusak adalah: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. (Nabi Muhammad SAW) 
--<<~>>-- 
Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri. (John McCLoy) 
--<<~>>-- 
Maafkanlah musuh-musuh Anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya. (John F. Kennedy) 
--<<~>>-- 
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards) 
--<<~>>-- 
Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta adalah terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Nilai dari seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. (Khalifah Umar Bin Khatab) 
--<<~>>-- 
Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, karena sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i) 
--<<~>>-- 
Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghazali) 
--<<~>>-- 
Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut timbul iri hati tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani) 
--<<~>>-- 
Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehinga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>-- 
Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl) 
--<<~>>-- 
Orang-orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima oleh Allah. (Ibnu Ruslan) 
--<<~>>-- 
Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu sendiri merupakan sumber amal. (Wahb) 
--<<~>>-- 
Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah dengan ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin Abdussalam) 
--<<~>>-- 
Orang yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta, dan meski terpeleset, ia akan tetap mendapatkan pegangan. (Abdullah bin Abbas) 
--<<~>>-- 
Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri) 
--<<~>>-- 
Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual. (Imam Ghazali) 
--<<~>>-- 
Barang siapa tidak mencintai untuk agama dan membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tidak memiliki agama. (Abu Abdilah al- Shdiq) 
--<<~>>-- 
Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku yang bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan) 
--<<~>>-- 
Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki, dan jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu. (Lukman Hakim) 
--<<~>>-- 
Bagi orang yang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani) 
--<<~>>-- 
Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin Abdul Azis) 
--<<~>>-- 
Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani) 
--<<~>>-- 
Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-lamanya. (Fudhail bin Iyadh) 
--<<~>>-- 
Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah pula. (Abu Sulaiman) 
--<<~>>-- 
Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu Abdullah) 
--<<~>>-- 
Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan hamba atau manusia, bukan untuk mencapai Allah. (Ibnu Atha) 
--<<~>>-- 
Jika seseorang mati dalam keadaan mempunyai hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu Abdusalam) 
--<<~>>-- 
Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani) 
--<<~>>-- 
Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu? (Hasan al Banna) 
--<<~>>-- 
Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali) 
--<<~>>-- 
Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka ilmu itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri) 
--<<~>>-- 
Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari) 
--<<~>>-- 
Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham) 
--<<~>>-- 
Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu, siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari Quran. (Imam al-Junaid) 
--<<~>>-- 
Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat dari Allah. (Hasanal-Bashri) 
--<<~>>-- 
Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali) 
--<<~>>-- 
Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya. (Siriy Assaqathi) 
--<<~>>-- 
Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang agama. (Syaikh Abdul Qadir Jailani) 
--<<~>>-- 
Saya merasa heran kepada orang-orang yang mengerjakan shalat subuh setelah matahari terbit. Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf) 
--<<~>>-- 
Para pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada yang lebih busuk melebihi mayat orang-orang yang beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah: perut ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu. (Al-Auzaí) 
--<<~>>-- 
Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam Syafií) 
--<<~>>-- 
Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir) 
--<<~>>-- 
Dengan pengalaman akan bertambah ilmu pengetahuannya, dengan berdzikir menyebabkan bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan menambah rasa taqwa kepada Allah. (Hatim) 
--<<~>>-- 
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali) 
--<<~>>-- 
Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail) 
--<<~>>-- 
Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin Yassar) 
--<<~>>-- 
Ku lupakan dadaku dan ku belenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan. (Imam Syafií) 
--<<~>>-- 
Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman al-Maliky) 
--<<~>>-- 
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu: pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya. (Mousthafaal Gholayaini) 
--<<~>>-- 
Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>--  
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari) 
--<<~>>--  
Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya. Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. (Khalifah Umar bin Khathhab) 
--<<~>>--  
Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau beruzlah. Katakan demikian, karena orang banyak bisa menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki) 
--<<~>>--  
Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-Harits) 
--<<~>>--  
Telah kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin. Mereka sebagaian besar berpendapat bahwa banyak minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim bin Khawwas) 
--<<~>>--  
Aku tidak pernah melihat orang yang berakal, melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan merasa susah dengannya. (Hasan) 
--<<~>>--  
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan agar aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií) 
--<<~>>--  
Orang orang terdahulu jika pergi ke rumah gurunya, maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk minta berkah. Bahkan mereka selalu menyenandungkan doá seperti ini: wahai Allah! “Ampunilah semua kesalahan guruku terhadapku, dan jangan sekalai-kali engkau menghilangkan berkah ilmunya untukku.” (Sebagaian Ulama) 
--<<~>>--  
Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya. Tetapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan mampu berbuat apapun. (Abu Nawas) 
--<<~>>--  
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani) 
--<<~>>--  
Yang disebut dengan teguh hati adalah memegang dengan sungguh-sungguh apa-apa yang dibutuhkan oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam bin Shaifi) 
--<<~>>--  
Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya. (Jalaludin Rumi) 
--<<~>>--  
Memerintah atau mengawasi diri sendiri jauh lebih sulit dan lebih baik dari pada memerintah dan mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham) 
--<<~>>--  
Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang bersumber dari Al Quran, hadits, ijma’ dan kiyas, maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti, maka dengan jujur ia berkata: aku tidak tahu. (Imam al-Ghazali) 
--<<~>>--  
Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat di dalamnya. Berapa banyak senda gurau antara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian. (Anonim) 
--<<~>>--  
Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga. (Sulaiman ad-Darani) 
--<<~>>--  
Kehidupan seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di suatu wilayah untuk terbit di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak pernah terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal) 
--<<~>>--  
Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika dibelanjakan. (Khalifah Ali bin Abi Thalib) 
--<<~>>--  
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas’ud) 
--<<~>>--  
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasya. Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian. (Muadz bin Jabal r.a.) 
--<<~>>--  
Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. (Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandar) 
--<<~>>--  
Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih. (Anisya L. M.) 
--<<~>>--  
Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul Wahab) 
 --<<~>>--  
Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika engkau punya tugas selesaikanlah segera. (Hasan Al-Banna) 
--<<~>>--   
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abu Thalib) 
--<<~>>--   
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud) 
--<<~>>--   
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Khalifah Ali bin Abu Thalib) 
--<<~>>--   
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.(Imam An Nawaw) 
--<<~>>--   
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Khalifah Umar bin Khatab) 
--<<~>>--   
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. (Bediuzzaman Said Nursi) 
--<<~>>--   
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. (Bediuzzaman Said Nur) 
--<<~>>--   
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. (Bediuzzaman Said Nursi) 
--<<~>>--   
Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang. (Thomas Jefferson) 
--<<~>>--   
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards) 
--<<~>>--   
Seorang pecundang tak tahu apa yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah. (Eric Berne) 
--<<~>>--   
Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka. (Mark Twain) 
--<<~>>--   
Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi. (Phytagoras) 
--<<~>>--   
Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri. (John McCLoy) 
--<<~>>--   
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. (Benjamin Franklin) 
--<<~>>--   
Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain adalah ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar. (La Roucefoucauld) 
--<<~>>--   
Tiga sifat manusia yang merusak adalah: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. (Nabi Muhammad SAW) 
--<<~>>--   
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai. (Schopenhauer) 
--<<~>>--   
“Seseorang akan menjadi bijaksana ketika dia mulai menghitung sedalam apa kira-kira kebodohannya.” (Gian Carlo Menotti) 
--<<~>>--   
Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang serakah. (Mahatma Gandhi) 
--<<~>>--   
Kebajikan yang mudah adalah dengan menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut. (Khalifah Umar bin Khattab) 
--<<~>>--   
Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat dari pada berkelebihan dan penyesalan. (Imam Syafi'i) 
--<<~>>--   
Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya. (Alexander Pope) 
--<<~>>--   
Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain. (Cicero) 
--<<~>>--   
Kepemimpinan adalah berdasarkan inspirasi, bukan dominasi. Pada kooperasi, bukan intimidasi. (William Arhur Ward) 
--<<~>>--   
Pada dasarnya ada 2 tipe orang. Yang pertama adalah orang-orang yang berprestasi. Yang kedua adalah orang yang mengatakan telah berprestasi. Kelompok yang pertama jumlahnya lebih sedikit. (Mark Twain) 
--<<~>>--   
Kebaikan itu ada lima perkara; kekayaan hati, bersabar atas kejelekan orang lain, mengaris rizki yang halal, taqwa, dan yakin akan janji Allah. (Imam Syafi’i) 
--<<~>>--   
Yang pertama dan terburuk dari semua penipuan adalah menipu diri sendiri. (Philip James Bailey) 
--<<~>>--   
Kesalahan tidak akan menjadi kebenaran walau berulang kali diumumkan, sebaliknya, kebenaran tidak akan jadi kesalahan walau tak seorang pun mengetahuinya. (Mahatma Gandhi) 
--<<~>>--   
Anda bisa membuat takhta dari bayonet, tapi Anda tidak akan mampu duduk terlalu lama di atasnya. (Boris Yeltsin) 
--<<~>>--   
Jika yakin perang akan menghasilkan kemenangan, Anda harus bertempur, meskipun aturan melarangnya. (Sun Tzu) 
--<<~>>--   
Aku lebih takut kepada orang yang melatih 1 tendang 1000 kali, daripada seorang yang melatih 1000 tendangan 1 kali. (Bruce Lee) 
--<<~>>--   
Kebajikan yang mudah adalah dengan menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut. (Umar bin Khattab) 
--<<~>>--   
Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat dari pada berkelebihan dan penyesalan. (Imam Syafi’i) 
--<<~>>--   
Orang yang memiliki jiwa optimis adalah mereka yang melihat lampu hijau di semua tempat, sedangkan orang yang pesimistis hanya melihat lampu merah. Orang yang benar-benar bijaksana adalah mereka yang buta warna. (Albert Schweitzer) 
--<<~>>--   
Belajar tentang pikiran dan ilmu pengetahuan tanpa belajar untuk memperkaya hati sama dengan tak belajar apa-apa. (Aristoteles) 
--<<~>>--   
Jika tindakan Anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi, bertindak, dan menjadi lebih dari sebelumnya, Anda seorang pemimpin. (John Quincy Adams) 
--<<~>>--   
Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar. (Albert Einstein) 
--<<~>>--   
Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells) 
--<<~>>--   
Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi limapuluh tahun untuk belajar tutup mulut. (Ernest Hemingway) 
--<<~>>--   
Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yan berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan) 
--<<~>>--   
Orang yang mencemarkan udara dengan pabriknya dan anak ghetto yang memecahkan kaca etalase toko menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak peduli pada orang lain. (Dhaniel Patrick Moynihan) 
--<<~>>--   
Jangan memberi nasihat kalau tidak diminta. (Erasmus) 
--<<~>>--   
Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya. (Molire) 
--<<~>>--   
Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu. (Boileau) 
--<<~>>--   
Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan. (La Bruyère) 
--<<~>>--   
Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri. (La Fontaine) 
--<<~>>--   
Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan. (Anonim) 
--<<~>>--   
Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan serentetan revolusi teknologi. Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak membutuhkan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir. (Bernard M. Baruch) 
--<<~>>--   
Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles) 
--<<~>>--   
Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire) 
--<<~>>--   
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah. (Anonim) 
--<<~>>--   
Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik. (Fonttenelle) 
--<<~>>--   
Setelah makan, pendidikan merupakan kebutuhan utama rakyat. (Danton) 
--<<~>>--   
Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk rendah hati. (Paul Valery) 
--<<~>>--   
Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit. (Aristoteles) 
--<<~>>--   
Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah. (John Dewey) 
--<<~>>--   
Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita. (Ruchert) 
--<<~>>--   
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin) 
--<<~>>--   
Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain. (Cicero) 
--<<~>>--   
Sebuah hati yang baik lebih mulia dari semua pemikiran di dunia. (Edward George Earl Bulwer Lytton) 
--<<~>>--   
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards) 
--<<~>>--   
Kemampuan menertibkan keinginan merupakan latar belakang dari watak. (John Locke) 
--<<~>>--   
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick) 
--<<~>>--   
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya. (Jalinus At Thabib) 
--<<~>>--   
Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda. (Henry Ward Beecher) 
--<<~>>--   
Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk dalam hati Anda, tetap akan terpancar kekuatan kelam. Pikiran cinta, meskipun tak mengucapkannya, maka dunia pun akan terasa lebih terang. (Ella Wheeler Wilcox) 
--<<~>>--   
Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik tuk masuk. (Anonim) 
--<<~>>--   
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah. (Anonim) 
--<<~>>--   
Kita datang ke dunia ini sendiri, dan sendiri pula kita meninggalkannya. Di antara pintu masuk dan pintu keluar, kita menghabiskan waktu lain untuk mencari persahabatan. (E.M. Dooling) 
--<<~>>--   
Keyakinan itu mengajar kita mencipta fakta yang tepat. (William James) 
--<<~>>--   
Seorang pecundang tak tahu apa yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah. (Eric Berne) 
--<<~>>--   
Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu. Jadi dirimu sendiri. (Anonim) 
--<<~>>--   
Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak) 
--<<~>>--   
Pandanglah kecantikan hanya suatu keindahan yang bukan untuk diagungkan-agungkan. Begitu juga janganlah memandang keburukan suatu kehodohan atau kecelaan. Bersyukurlah atas apa yang dikurniakan kepada kita. Karena kedua duanya adalah anugerah Tuhan. (Anonim) 
--<<~>>--   
“Membaca, setelah beberapa waktu, menggelapkan pikiran terlalu jauh dari pencarian kreatifnya. Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas untuk berpikir.” (Albert Einstein) 
--<<~>>--   
Dan bahwa setiap pengalaman haruslah dimasukkan ke dalam kehidupan, guna memperkaya kehidupan itu sendiri. Karena tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan. (Annemarie S.) 
--<<~>>--   
Orang yang bijak adalah yang tahu siapa yang harus dia percaya. Orang yang lebih bijak adalah dia yang selalu bisa dipercaya. (Anonim) 
--<<~>>--   
Tiada manusia yang berjaya dalam semua yang dilakukannya dan kewujudan kita ini sebenarnya pasti menempuh kegagalan. Yang penting ialah kita tidak menjadi lemah semasa kegagalan itu terjadi dan kekalkan usaha hingga ke akhir hayat. (Joseph Conrad) 
--<<~>>--   
Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan. (Andrew Jackson) 
--<<~>>--   
Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda. (Andrew Carnegie) 
--<<~>>--   
Bukalah mata sewaktu berjalan, karena bisa saja Anda akan bertemu kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah erat-erat, karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu. (Anonim) 
--<<~>>--   
Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati. (W.M. Thancheray) 
--<<~>>--   
Politik itu mahal, bahkan untuk kalah pun kita harus mengeluarkan banyak uang. (Will Rogers) 
--<<~>>--   
Lihatlah di sekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu; sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus harapan, senyum yang kau berikan dan air mata yang kau titiskan, simpan… jadikan tauladan; segala yang kau pandang dan dengar, simpan… untuk pedoman. (Anonim) 
--<<~>>--   
Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain yang merasa gelisah, ketidakmampuan merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman, ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah. (Samuel H. Holdenson) 
--<<~>>--   
Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells) 
--<<~>>--   
Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cendrung menentang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan. (John Steinbeck) 
--<<~>>--   
Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb) 
--<<~>>--   
Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup. (John Pattrick) 
--<<~>>--   
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil dipandangnya walau bagaimana pun besarnya. (Jalinus At Thabib) 
--<<~>>--   
Perbuatan adalah cerminan isi hati. Jika hati dipenuhi kebaikan, maka sikap dan tindakan akan baik, pun sebaliknya. (Anonim) 
--<<~>>--   
Hasil dari kerja adalah uang. Hasil dari uang adalah lebih banyak uang. Hasil dari lebih banyak uang adalah kompetisi yang ganas. Hasil dari kompetisi yang ganas adalah dunia yang kita diami ini. (D.H. Lawrence) 
--<<~>>--   
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards) 
--<<~>>--   
Hal yang paling bernilai sementara adalah mencoba untuk menempatkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain.(Robert Baden Powell) 
--<<~>>--   
Lebih baik mentabahi luka dan memar dari kehidupan yang berani, dari pada meringkuk ketakutan dalam kenyamanan palsu dari kehidupan yang tanpa tindakan. (Mario Teguh) 
--<<~>>--   
Memilihlah dengan baik dan dalam keberserahan kepada Tuhan. Janganlah terlalu memilih sampai engkau tidak dipilih. (Mario Teguh) 
--<<~>>--   
“Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.” (Pramoedya Ananta Toer) 
--<<~>>--   
“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.” (Pramoedya Ananta Toer) 
--<<~>>--   
“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.” (Pramoedya Ananta Toer) 
--<<~>>--   
“Definisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial.” (Goenawan Mohamad) 
--<<~>>--   
“Hidup adalah mempersembahkan yang terbaik bagi Allah dan tanah tumpah darah.” (Helvy Tiana Rosa) 
--<<~>>--   
“Semua orang ada nostalgia yang mengotor dan mencantikkan kanvas hidup mereka” (Faisal Tehrani) 
--<<~>>--   
“Kelak ia sadar, bahwa perasaan takut terhadap maut, berarti berani terhadap hidup.” (Remy Sylado) 
--<<~>>--   
“Manusia ingin percaya bahwa mereka hidup dan bertindak berdasarkan kemauan mereka sendiri, namun pada kenyataannya mereka hanyalah dipaksa oleh keadaan.” (Eiji Yoshikawa) 
--<<~>>--   
“Hidup ini seringkali tidak adil. Kau sedih, kecewa dan kau jatuh. Tapi tahukah kau ketidakadilan itu membuat kau lebih berfikir?” (Adrie) 
--<<~>>--   
“Hidup adalah bagian terbaik dari mati. Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi. (Isma Sawitri) 
--<<~>>--   
“Memang baik menjadi orang bebat, tapi lebih hebat menjadi orang baik.” (Anonim) 
--<<~>>--   
“Terkadang hidup akan menjadi lebih mudah jika kita tidak dihadapkan pada banyak pilihan, benar bukan?” (Devania Annesya) 
--<<~>>--   
“Jika bagian terbaik dari hidup adalah mati maka bahagian terbaik dari tidur adalah mimpi.” (Adrie) 
--<<~>>--   
“Hidup telah menunjukkan dengan caranya sendiri bahwa aku senantiasa dipandu. Tak perlu tahu ke mana ini semua berakhir.” (Dee) 
--<<~>>--   
“Ketakutan selalu menemani hidup. Kau dan aku takkan pernah bisa lari darinya.” (Agustinus Wibowo) 
--<<~>>--   
Kematian selalu membuntuti kehidupan dengan begitu dekat, bukanlah karena keharusan biologis, melainkan karena rasa iri. Kehidupan ini begitu indah, sehingga maut pun jatuh cinta padanya. Cinta yang pencemburu dan posesif, yang menyambar apapun yang bisa diambilnya.” (Yann Martel) 
--<<~>>--   
Tidak ada yang dapat membebaskan diri dari perbudakan mental, tapi kita dapat membebaskan pikiran kita! (Bob Marley) 
--<<~>>--   
Kehebatan seorang pria tidak seberapa banyak kekayaan yang diperolehnya, tetapi dalam integritas dan kemampuannya untuk mempengaruhi sesuatu yang positif orang-orang di sekelilingnya. (Bob Marley) 
--<<~>>--   
Hidup adalah salah satu jalan besar dengan banyak tanda-tanda. Jadi, ketika Anda naik melalui rutinitas, jangan mempersulit pikiran Anda. Larilah dari kebencian, kejahatan dan iri hati. Jangan mengubur pikiran Anda, letakkan visi Anda ke kenyataannya. Bangun dan hiduplah! (Bob Marley) 
--<<~>>--   
Seorang bijak akan mendapatkan hal yang berguna dari musuhnya, dibandingkan seorang bodoh dari temannya. (Baltasar Gracian) 
--<<~>>--   
Jangan pernah menyalahkan orang lain dalam kehidupanmu. Orang baik membuatmu bahagia, orang jahat membuatmu belajar dan orang yang terbaik membuatmu mengingatnya. (Ziad K. Abdelnour) 
--<<~>>--   
Anak miskin menjadi kaya karena rajin, anak kaya menjadi miskin karena malas. Dunia ini bulat dan adil. (Mario Teguh) 
--<<~>>--   
Betapa pun gelapnya hidupmu, kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih berbahagia selalu ada di dekatmu. (Mario Teguh) 
--<<~>>--   
Selalu lakukan yang terbaik, dan biarkan tuhan melakukan selanjutnya. (Ben Carson) 
--<<~>>--   

Puisi Kahlil Gibran tentang Keluarga

Anak Dan seorang perempuan yang menggendong bayi  dalam dekapan dadanya berkata,  Bicaralah pada kami perihal Anak. Dan dia berkata: Anak-an...