Wednesday, October 23, 2019

Puisi Kahlil Gibran tentang Duniawi


Kekuasaan

Keegoisan, saudaraku,
adalah penyebab superioritas yang buta,
dan superioritas menciptakan kesukuan,
dan kesukuan menciptakan kekuasaan
yang membawa kepada ketidak-harmonisan
dan penaklukan.

Jiwa percaya kepada kuasa pengetahuan
dan keadilan di atas ketidak-tahuan yang gelap.

Ia menyangkal kekuasaan yang menyediakan pedang
untuk membela serta menguatkan ketidaktahuan
dan penindasan.

Kekuasaan yang menghancurkan Babel
dan menggoncang landasan Yerusalem
dan meruntuhkan Roma.

Dialah yang membuat rakyat menyebut penjahat
sebagai orang-orang besar.
Yang membuat penulis menghormati nama sendiri.
Yang membuat sejarawan menceritakan kisah-kisah
tentang ketidak-manusiawiannya
dengan memuji-muji.

---



Kebebasan

Aku mengasihi kebebasan, 
dan kasihku akan kebebasan sejati 
tumbuh dengan semakin bertumbuhnya pengetahuanku 
akan kepasrahan rakyat terhadap perbudakan 
dan penindasan tirani, 
dan akan kepasrahan mereka 
terhadap berhala-berhala yang mengerikan, 
yang didirikan oleh zaman silam 
dan dipoles oleh bibir-bibir kering para budak.

Tetapi aku mengasihi budak-budak itu
dengan kasihku akan kebebasan, 
sebab dengan buta mereka mengecup rahang binatang buas 
dalam ketidak-sadaran mereka yang tenang serta damai, 
tidak merasakan racun ular-ular beludak yang tersenyum, 
dan tidak sadar sedang menggali makamnya
dengan jari-jemari mereka sendiri.
---
Mati demi kebebasan 
adalah lebih mulia daripada hidup 
di dalam bayang-bayang kepasrahan yang lemah, 
sebab ia yang merangkul maut 
dengan pedang kebenaran dalam tangannya 
akan hidup kekal bersama Kebenaran yang Kekal, 
sebab Kehidupan itu lebih lemah daripada Maut, 
dan Maut itu lebih lemah daripada kebenaran.
---
Yang bebas di bumi dari konfliknya, 
membangun penjara bagi dirinya sendiri. 
Ketika ia dibebaskan dari keluarganya sendiri, 
ia menjadi budak pikiran serta belaian kasih.
---
Kehidupan tanpa kebebasan 
adalah seperti tubuh tanpa jiwa, 
dan kebebasan tanpa pikiran 
adalah seperti roh yang bingung.... 

Kehidupan, Kebebasan, dan Pikiran 
adalah tiga dalam satu, 
dan abadi.
---
Kebebasan mengundang kita ke mejanya, 
di mana kita boleh makan hidangannya 
yang lezat serta anggurnya yang nikmat.

Tetapi ketika kita duduk di mejmya, 
kita makan dengan rakus.
---
Engkau boleh merantai tanganku 
dan membelenggu kakiku. 
Engkau bahkan boleh melemparkan aku 
ke dalam penjara yang gelap, 
tetapi engkau takkan memperbudak pikiranku 
sebab ia bebas.
---



Kecantikan

Kecantikan 
adalah yang menarik jiwamu, 
dan yang suka memberi dan bukan menerima. 
Ketika engkau berjumpa dengan kecantikan, 
engkau merasakan tangan 
di dalam bathinmu terulur 
untuk membawanya ke dalam hatimu.

Kecantikan 
adalah gabungan antara suka dan duka. 
Ia adalah Yang Tidak Kelihatan 
yang engkau lihat, 
dan Kesamaran yang engkau pahami, 
dan Kebisuan yang engkau dengar.
Ia adalah Yang Kudus Dari Yang Kudus, 
yang dimulai dari dalam dirimu sendiri 
dan berakhir jauh melampaui imajinasimu.
---
Apakah engkau disusahkan oleh banyak iman 
yang diakui oleh Umat Manusia? 
Apakah engkau bingung di dalam lembah kepercayaan 
yang saling bertentangan? 
Apakah menurutmu kebebasan klenik itu kalah berat 
dibandingkan dengan kepatuhan, 
dan kemerdekaan menentang itu lebih aman 
daripada benteng kemanutan?

Kalau memang seperti itu, 
jadikanlah kecantikan agamamu, 
dan sembahlah dia sebagai ilahmu, 
sebab dialah karya Allah yang kelihatan, 
yang terwujud, dan yang sempurna.

Lupakanlah mereka-mereka 
yang telah bermain-main dengan kekudusan 
seolah-olah itu adalah suatu kepura-puraan, 
menggabungkan ketamakan dengan kesombongan. 
Dan percayalah kepada keilahian kecantikan 
yang merupakan awal dari ibadahmu terhadap kehidupan, 
sekaligus sumber rasa laparmu akan kebahagiaan.

Bertobatlah di hadapan kecantikan, 
dan urapilah dosa-dosamu, 
sebab kecantikan mendekatkan hatimu 
kepada takhta wanita, 
yang adalah cermin dari kasih-sayangmu
dan guru hatimu tentang cara-cara alam, 
yang adalah rumah kehidupanmu.
---
Hanya roh kita yang dapat memahami kecantikan, 
atau hidup dan bertumbuh bersamanya. 
Ia membingungkan pikiran kita. 
Kita tidak dapat melukiskannya dengan kata-kata. 
Ia adalah sensasi yang tak dapat dilihat oleh mata kita. 

Diturunkan dari dia 
yang mengamati maupun dia yang diamati.
Kecantikan sejati 
adalah sinar yang memancar dari yang kudus, 
dan menerangi tubuh, 
seperti kehidupan muncul dari kedalaman bumi 
dan memberikan warna serta semerbak 
kepada setangkai bunga.
---
Kecantikan 
adalah keharmonisan diantara suka dengan duka, 
yang dimulai dari dalam yang kudus 
dari yang kudus 
dan berakhir melampaui daya imajinasi kita.
Kecantikan bukanlah pada wajah.
Kecantikan adalah terang di dalam hati.
---


Waktu

Dunia ini hanyalah sebuah tempat pembuatan anggur.
Tuan rumah serta tuannya 
adalah Bapa Waktu, 
yang hanya melayani mereka 
yang bergelimang mimpi yang tidak harmonis, 
tanpa irama.

Sebab manusia minum dan berpacu 
seolah-olah mereka adalah kuda-kuda
yang berhasrat gila. 
Demikianlah ada yang tidak tahu malu 
dalam doanya, 
sementara yang lain sibuk memupuk harta.
---
Penduduk kota menyalahgunakan anggur Waktu, 
sebab mereka memandangnya sebagai bait,
dan mereka meminumnya dengan santai tanpa berpikir, 
dan mereka lari menuju usia lanjut
dengan duka yang mendalam tetapi tak dipahami.
---
Betapa anehnya Waktu itu, 
dan betapa anehnya kita! 
Waktu telah benar-benar berubah, 
dan lihatlah, ia juga telah mengubah kita, ia maju selangkah, menyingkapkan wajahnya, 
mengejutkan kita lalu membangkitkan semangat kita.
Kemarin kita mengeluh tentang Waktu 
dan gemetar melihat teror-terornya.
Tetapi hari ini kita telah belajar mengasihinya 
dan menghormatinya, 
sebab sekarang kita paham niat-niatnya, 
pembawaan alaminya, 
rahasia-rahasianya, 
dan misteri-misterinya.

Kemarin kita merangkak ketakutan 
seperti hantu-hantu ketakutan di antara malam 
yang menakutkan dengan siang yang mengancam. 
Tetapi hari ini kita berjalan dengan penuh sukacita 
menuju puncak gunung, 
tempat tinggal badai mengamuk, 
dan tempat kelahiran guntur....

Kemarin kita hormati nabi-nabi palsu 
dan para tukang sihir. 
Tetapi hari ini Waktu telah berubah, 
dan lihatlah, ia juga telah mengubah kita. 
Sekarang kita dapat menatap wajah matahari 
dan mendengarkan nyanyian lautan, 
dan tak ada yang dapat menggoncang kita 
selain angin topan.

Kemarin kita runtuhkan bait jiwa kita 
dan dari reruntuhannya kita bangun makam 
bagi nenek moyang kita. 
Tetapi hari ini jiwa kita telah berubah 
menjadi altar sakral 
yang tak dapat didekati hantu-hantu masa silam, 
yang tak dapat disentuh jari-jemari tak berdaging 
dari orang yang telah mati.

Sebelumnya kita adalah pikiran tak bersuara, 
yang tersembunyi di pojok-pojok keterlupaan. 
Hari ini kita adalah suara kuat 
yang dapat membuat langit bergetar.
---



Masa Silam dan Masa Depan

Aku berkata kepadamu
bahwa anak-anak masa silam hidup
di daerah pemakaman
yang mereka ciptakan
bagi diri sendiri.

Mereka menarik seutas tambang
yang sudah tipis,
yang mungkin akan segera putus
dan membuat mereka terjatuh ke dalam jurang
tak berdasar yang terlupakan.

Aku berkata bahwa mereka tinggal
di rumah-rumah yang lemah landasannya,
ketika badai bertiup,
rumah mereka akan jatuh menimpa kepala mereka
dan menjadi makam mereka.
Aku berkata bahwa pemikiran mereka,
perkataan mereka,
pertengkaran mereka,
gubahan mereka,
kitab-kitab mereka,
dan segala karya mereka hanyalah rantai
yang menyeret mereka,
sebab mereka terlalu lemah untuk menarik bebannya.

Tetapi anak-anak hari esok
adalah yang dipanggil oleh kehidupan,
dan mereka mengikutinya
dengan langkah-langkah
yang teguh dan kepala ditegakkan tinggi.

Mereka adalah fajar zaman baru.
Tak ada asap yang menyelubungi mata mereka,
 dan tak ada suara rantai
yang akan menenggelamkan suara mereka.

Mereka tidak banyak jumlahnya,
tetapi perbedaannya
adalah seperti di antara sebiji gandum
dengan setumpuk jerami.
Tak seorangpun mengenal mereka
tetapi mereka saling mengenal.

Mereka adalah seperti puncak,
yang dapat saling melihat dan mendengar.
Tidak seperti goa yang tak dapat mendengar
atau melihat.
Mereka adalah benih yang dijatuhkan
oleh tangan Allah di ladang,
yang bertunas dan melambaikan daun mudanya
di hadapan matahari.
Ia akan tumbuh menjadi pohon besar,
akarnya di dalam pusat bumi,
dan dahannya tinggi di langit.
---


Masa Muda

Masa muda adalah mimpi indah, 
yang kecemerlangannya ditutupi 
oleh debu buku-buku yang membutakan.

Akankah datang saatnya 
ketika orang bijak menghubungkan sukacita pengetahuan 
dengan impian masa muda?

Akankah datang saatnya 
ketika alam menjadi guru manusia, 
kemanusiaan menjadi bukunya 
dan kehidupan menjadi sekolahnya?

Maksud masa muda yang penuh sukacita 
tak dapat dipenuhi hingga tibanya saat itu. 
Terlalu lamban barisan kita menuju kebangkitan rohani, 
sebab kita kurang memanfaatkan semangat 
masa muda kita.
Kecantikan 
adalah kepunyaan masa muda, 
tetapi masa muda bagi siapa bumi ini dijadikan 
hanyalah sebuah mimpi yang manisnya diperbudak kebutaan 
yang menjadikan kesadarannya terlambat.

Akankah datang saatnya 
ketika orang bijak mengikat impian masa muda 
yang manis dengan sukacita pengetahuan?

Masing-masing dari keduanya 
bukanlah apa-apa ketika berada dalam keberadaan 
tersendiri.




Masa Muda dan Usia Lanjut

Manusia dibagi menjadi dua kolom panjang, 
yang satu terdiri dari yang lanjut usia serta bungkuk, 
yang menopang diri mereka 
dengan tongkat-tongkat yang bengkok.

Dan ketika mereka menempuh jalan kehidupan, 
nafas mereka tersengal seolah-olah 
sedang mendaki puncak gunung, 
padahal mereka sedang turun ke dalam jurang tak berdasar.

Dan kolom yang kedua terdiri dari masa muda, 
yang lari seolah-olah kakinya bersayap, 
bernyanyi seolah-olah 
tenggorokan mereka berdawai perak, 
dan mendaki puncak gunung seolah-olah 
tertarik oleh semacam kekuatan yang ajaib, 
yang tak dapat dilawan.




Penghancuran

Aku sungguh seorang fanatik
dan aku cenderung kepada penghancuran
sekaligus konstruksi.
Ada kebencian dalam hatiku terhadap
yang dikuduskan para penentangku,
dan kasih terhadap yang mereka tolak.

Dan kalau saja aku
dapat mencabut adat istiadat tertentu,
kepercayaan tertentu,
dan tradisi tertentu sampai ke akar-akarnya,
aku akan melakukannya
tanpa ragu-ragu.

Ketika mereka katakan bukuku beracun,
mereka berbicara yang sebenarnya
tentang diri mereka sendiri,
sebab yang kukatakan
adalah racun bagi mereka.

Tetapi mereka memfitnah
ketika mengatakan bahwa aku
mencampurkan madu ke dalamnya,
sebab aku menggunakan racun konsentrat
dan menuangkannya dari gelas yang transparan.

Mereka-mereka yang menyebutku
seorang idealis yang berenang di dalam awan-awan
itulah yang menjauhkan diri dari gelas transparan
yang mereka sebut racun itu,
mengetahui bahwa perut mereka
tidak sanggup mencernanya.

Puisi Kahlil Gibran tentang Manusia


Manusia

Manusia adalah roh Makhluk Yang Maha Tinggi di bumi,
dan manusia itu berdiri di tengah-tengah reruntuhan,
menyembunyikan ketelanjangannya
di balik pakaian compang-camping,
menitikkan air mata di pipi-pipi yang cekung,
dan memanggil anak-anaknya dengan suara memilukan.

Tetapi anak-anaknya sibuk menyanyikan lagu kesukuannya.
Mereka sibuk mempertajam pedang
dan tak dapat mendengar seruan ibu-ibu mereka

Manusia adalah roh Makhluk Yang Maha Tinggi di bumi,
dan Makhluk Yang Maha Tinggi itu
mengkhotbahkan kasih dan itikad baik.
Tetapi manusia mengolok ajaran-ajaran seperti itu.

Yesus dari Nazareth mendengarkan,
dan malah disalibkan.
Socrates mendengar suara itu dan mengikutinya,
dan iapun menjadi korban dalam tubuh.

Para pengikut Yesus dari Nazareth dan Socrates
adalah pengikut ilahi,
dan karena manusia tidak mampu membunuh mereka,
mereka mencemooh mereka,
sambil mengatakan,

“Olokan itu lebih pahit daripada pembunuhan.”

Jiwaku berkhotbah kepadaku
dan menunjukkan bahwa aku tidaklah lebih besar
daripada kurcaci,
atau lebih kecil daripada raksasa.

Sebelum jiwaku berkhotbah kepadaku,
aku memandang manusia sebagai dua orang,
yang satu lemah, yang kukasihani,
dan yang lain kuat, yang kuikuti atau kulawan.

Tetapi sekarang telah kupelajari
bahwa aku sama seperti keduanya
dan dibuat dari unsur-unsur yang sama.
Asal muasalku adalah asal muasal mereka,
nuraniku adalah nurani mereka,
argumentasiku adalah argumentasi mereka,
dan peziarahanku adalah peziarahan mereka.

Kalau mereka berdosa,
aku juga pendosa.

Kalau mereka berbuat baik,
aku turut bangga akan perbuatan baik mereka.

Kalau mereka bangkit,
aku bangkit bersama mereka.

Kalau mereka diam,
aku ikut serta dalam kemalasan mereka.

---

Aku mengasihi umat manusia
dan aku sama mengasihi ketiga tipe manusia...

Yang menghujat kehidupan,
yang memberkati kehidupan,
dan yang merenungkan kehidupan.

Aku mengasihi yang pertama
karena kenelangsaannya
 dan yang kedua karena kemurahannya
dan yang ketiga karena persepsi dan kedamaiannya.

---


Gadis

Tak ada kasih sayang 
yang lebih murni 
dan lebih menyejukkan roh 
daripada yang tersembunyi 
di dalam hati seorang gadis 
yang tiba-tiba bangkit 
dan memenuhi rohnya sendiri 
dengan musik sorgawi 
yang menjadikan hari-harinya 
seperti impian pujangga, 
dan malam-malamnya penuh nubuat.



Perawan

Tak ada rahasia
dalam misteri kehidupan
yang lebih kuat dan lebih indah
daripada keterlekatan
yang mengubah keheningan roh seorang perawan
menjadi kesadaran kekal
yang membuat seseorang melupakan masa silam,
sebab ia mengobarkan di dalam hati,
manisnya pengharapan
akan masa depan.

---



Wanita

Seorang wanita 
yang telah diberikan kecantikan roh dan tubuh 
oleh pemeliharaan adalah suatu kebenaran,
terbuka sekaligus rahasia, 
yang dapat kita pahami hanya dengan kasih, 
dan dapat kita sentuh hanya dengan kebajikan, 
dan ketika kita berupaya menggambarkan wanita seperti itu, 
ia menghilang seperti uap.

---

Wanita membuka jendela mataku 
dan pintu rohku.

Seandainya bukan berkat ibu, 
saudara perempuan, 
dan sahabat perempuan, 
aku tentu akan tidur di antara mereka-mereka 
yang mencari kedamaian dunia 
dengan dengkuran mereka.

---

Para penulis dan pujangga 
berusaha memahami kebenaran tentang wanita.

Tetapi hingga hari ini 
mereka belum memahami hatinya, 
sebab memandangnya lewat selubung hasrat.

Mereka hanya melihat bentuk tubuhnya saja,
atau mereka memandangnya lewat kaca pembesar 
itikad buruk dan tidak menemukan apa-apa dalam dirinya 
selain kelemahan dan kepasrahan.

---


Wanita Modern

Peradaban modern
telah menjadikan wanita sedikit lebih bijaksana, 
tetapi telah menambah penderitaannya 
akibat keinginan besar pria.

Wanita hari kemarin adalah isteri yang bahagia, 
tetapi wanita jaman sekarang 
adalah simpanan yang nelangsa.

Di masa silam ia berjalan buta di dalam terang, 
tetapi sekarang ia berjalan 
dengan mata terbuka di dalam gelap.

Dulunya ia cantik dalam ketidaktahuannya, 
penuh kebajikan dalam kesederhanaannya, 
dan kuat di dalam kelemahannya.

Sekarang ia menjadi buruk 
di dalam kejeniusannya,
 dangkal dan tidak berperasaan 
di dalam pengetahuannya.
Akankah tiba harinya 
ketika kecantikan dan pengetahuan, 
kejeniusan dan kebajikan, 
dan kelemahan tubuh dengan kekuatan roh 
bersatu dalam diri seorang wanita?


Puisi Kahlil Gibran tentang Profesi


Guru

Barangsiapa mau menjadi guru,
biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
sebelum mengajar orang lain,
dan biarkan dia mengajar dengan teladan
sebelum mengajar dengan kata-kata.

Sebab mereka yang mengajar dirinya sendiri
dengan memperbaiki perbuatan-perbuatannya sendiri
lebih berhak atas penghormatan
dan kemuliaan
daripada mereka yang hanya mengajar orang lain
dan memperbaiki perbuatan-perbuatan
orang lain.

---

Penyair

Dia adalah rantai penghubung
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.

Dia adalah seekor burung nightingale
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan 
melodi indahnya

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa.
Kemudian mencurahkan kurnianya 
di atas padang kehidupan. 
Membuka kelopak mereka 
bagai menerima cahaya.

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa 
mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang
Ishtar, dewi cinta, 
meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.

Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,
hidup serba sederhana dan berhati suci
Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham
Dan berjaga di keheningan malam,
Menantikan turunnya ruh

Dia adalah si tukang jahit 
yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya

Inilah penyair yang dipinggirkan 
oleh manusia
pada zamannya,
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal 
dan kembali ia pada Ilahi

Inilah penyair yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyuman
Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi
cakerawala dengan kata-kata indah
Namun manusia tetap menafikan kewujudan 
keindahannya

Sampai bila manusia terus terlena?
Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang
meraih kehebatan dengan mengambil kesempatan??
Sampai bila manusia mengabaikan mereka? 
Yang boleh memperlihatkan keindahan 
pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?

Sampai bila manusia 
hanya akan menyanjung jasa orang yang sudah tiada?
dan melupakan si hidup yang dikelilingi penderitaan
yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
bagai menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Dan oh para penyair,
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini:
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.
Penyair....
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan, karena itu kerajaanmu adalah abadi.

Penyair....
periksalah mahkota berdurimu....
kau akan menemui kelembutan 
di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel…




Pedagang

Apakah engkau pedagang yang mengambil keuntungan
dari kebutuhan rakyat?
Memoles barang-barang untuk menjualnya kembali
dengan harga selangit?
Kalau ya, 
engkau adalah orang yang tidak bermoral.
Dan tidak menjadi soal 
apakah rumahmu adalah istana atau penjara.

Atau apakah engkau orang yang jujur?
Yang memberdayakan petani dan penenun 
untuk menukarkan produk-produk mereka.
Yang menjadi perantara 
diantara pembeli dan penjual,
Dan lewat cara-caranya yang adil, 
meraih keuntungan bagi dirinya maupun orang lain?
Kalau ya, 
engkau adalah orang yang benar.
Dan tidak menjadi soal 
apakah engkau dipuji atau disalahkan.



Dokter

Semenjak awal dunia, 
para dokter telah berusaha menyelamatkan manusia 
dari berbagai penyakit mereka.
Ada yang menggunakan pisau, 
sementara yang lain menggunakan ramuan. 
Tetapi wabah penyakit tetap saja menyebar kemana-mana.

Sungguh aku berkeinginan 
agar sang pasien mencukupkan dirinya 
dengan tetap tinggal di tempat tidurnya yang kotor, 
merenungkan bisul-bisulnya yang tak kunjung hilang.

Tetapi ia malah mengulurkan tangannya dari balik jubahnya 
dan mencekik leher setiap orang yang datang 
membesuknya sampai mati.

Sungguh ironis!!
Pasien yang jahat membunuh sang dokter, 
lalu memejamkan matanya dan berkata pada diri sendiri;
“Sesungguhnya, ia dokter yang hebat”.



Pujangga

Wahai pujangga, 
engkaulah kehidupan dari kehidupan ini. 
Dan engkau telah menang atas zaman 
terlepas dari kekejaman mereka.

Wahai pujangga, 
engkau akan menguasai hati suatu hari kelak, 
dan oleh karenanya kerajaanmu tiada akhir.

Wahai pujangga, periksalah mahkota durimu. 
Engkau akan menemukan tersembunyi di dalamnya, 
rangkaian bunga yang bertunas.

---

Apakah engkau seorang pujangga 
yang penuh dengan suara kosong?

Kalau ya, 
engkau adalah seperti penipu 
yang membuat kami tertawa ketika ia menangis, 
dan membuat kami menangis ketika ia tertawa.

Atau, apakah engkau jiwa yang dikaruniai, 
yang ke dalam tangannya telah ditempatkan oleh Allah 
sebuah biola untuk menyejukkan roh dengan musik surgawi, 
dan mendekatkan sesama manusia 
kepada kehidupan 
dan indahnya kehidupan?

Kalau ya, 
engkau adalah obor yang menerangi kami 
di jalan kami, 
kerinduan manis dalam hati kami, 
dan wahyu Illahi dalam mimpi-mimpi kami.

---



Pemimpin Agama

Apakah engkau pemimpin agama, 
yang dari kesederhanaan orang yang percaya, 
menenun sebuah jubah merah bagi tubuhnya.

Dan dari kemurahan mereka,
membuat mahkota emas bagi kepalanya, 
dan sambil hidup di atas kelimpahan iblis, 
mengucapkan kebenciannya kepada iblis?

Kalau ya, 
engkau adalah seorang klenik. 
Dan tidak menjadi soal, 
apakah engkau berpuasa sepanjang siang 
dan berdoa sepanjang malam.

Atau, apakah engkau orang percaya 
yang dalam kebaikan rakyat menemukan suatu landasan kerja 
untuk perbaikan seluruh bangsa, 
dan yang di dalam jiwanya 
terdapat tangga kesempurnaan menuju Roh Kudus?
Kalau engkau seperti itu, 
engkau adalah seperti bunga bakung di kebun kebenaran. 
Dan tidak menjadi soal apakah semerbakmu hilang
di antara manusia, 
atau tersebar di udara, 
di mana ia akan selamanya dilestarikan.




Penulis

Apakah engkau seorang penulis
yang menegakkan kepalanya tinggi-tinggi
di atas orang banyak,
sementara otaknya berada di dalam jurang
tak berdasar masa silam,
yang penuh dengan gombal serta buangan masa?

Kalau ya,
engkau adalah seperti kolam air yang mandek.
Atau,
apakah engkau pemikir yang menelaah bathinnya,
membuang yang tidak bermanfaat,
usang serta jahat,
dan memelihara yang bermanfaat dan baik?
Kalau ya,
 engkau adalah seperti makanan bagi yang lapar,
dan seperti air jernih dan sejuk bagi yang haus.

---


Wartawan

Apakah engkau seorang wartawan 
yang menjual prinsip-prinsipnya di pasar budak 
dan yang menggemukkan diri dengan gossip, 
kemalangan, serta kejahatan?

Kalau ya, 
engkau adalah seperti burung pemakan bangkai
yang rakus, 
yang memangsa jasad 
yang telah membusuk.




Artis

Aku sama saja mengkhianati seniku sendiri
seandainya kupinjam mata modelku. 
Wajah adalah cermin yang mengagumkan,
yang paling setia memantulkan bathin jiwa.

Urusan sang artis adalah melihatnya, 
dan memproyeksikannya.

Kalau tidak, 
ia tidak pantas disebut artis.


Patriot

Apakah engkau seorang politikus
yang berkata kepada diri sendiri;
“Aku akan menggunakan negaraku
demi keuntunganku sendiri?”

Kalau ya,
engkau hanyalah parasit
yang hidup di dalam daging orang lain.

Atau, apakah engkau patriot yang setia,
yang berbisik ke telinga bathinnya sendiri;
“Aku senang melayani negaraku
sebagai hamba yang setia”

Kalau ya,
engkau adalah oase di padang rumput,
siap memuaskan dahaga orang yang lewat.



Gubernur

Apakah engkau gubernur 
yang memandang rendah rakyatmu, 
tidak pernah terjun ke bawah
selain untuk menggeledah saku mereka, 
atau mengeksploitasi mereka 
demi keuntunganmu sendiri?
Kalau ya,
engkau adalah seperti ilalang 
di lantai pengirikan gandum bangsa.

Atau, apakah engkau hamba setia 
yang mengasihi rakyat 
dan selalu memperhatikan kesejahteraan mereka, 
dan bersemangat demi sukses mereka?

Kalau ya, 
engkau adalah berkat 
dalam lumbung gandum negara.


Tuesday, October 22, 2019

Puisi Kahlil Gibran tentang Pernikahan


Pernikahan

Pernikahan adalah bersatunya dua keilahian
agar yang ketiga boleh lahir di bumi.

Pernikahan adalah bersatunya jiwa
dalam kasih yang kuat
untuk menghapuskan keterpisahan.

Pernikahan adalah kesatuan yang lebih tinggi,
yang memadukan kesatuan-kesatuan yang terpisah
di dalam dua roh.

Pernikahan adalah mata rantai emas
dalam sebuah rantai yang awalnya adalah pandangan,
dan yang akhirannya adalah kekekalan

Pernikahan adalah hujan murni yang jatuh dari langit
yang tak bernoda untuk menyuburkan
dan memberkati ladang-ladang Alam yang ilahi.

---

Berpasangan engkau telah di ciptakan,
dan selamanya engkau akan berpasanagan,
bersamalah dikau tatkala sang maut merenggut umurmu...

Ya, bahkan bersama pula kalian,
dalam ingatan sunyi Tuhan.
namun biarkanlah ada ruang antara kebersamaan itu,
tempat angin surga menari-nari di antaramu.

Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta
biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
seperti aliran sungai yang mengalir lincah
di antara kedua belahan jiwa

Saling isilah piala minumanmu,
tapi jangan saling minum dari satu piala,
saling bagilah rotimu,
tapi jangan makan dari pinggan yang sama

Bernyanyi dan menarilah bersama,
dalam segala suka cita
hanya biarkanlah masing-masing
menghayati ketunggalannya,

Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri,
walau lagu yang sama sedang menggetarkanya
biarkanlah hatimu,
namun jangan saling menguasakannya,

Sebab hanya Tuhan kehidupan
yang mampu menggapainya
tegaklah berjajar, namun janganlah terlalu dekat
bukankah tiang-tiang candi tidak di bangun terlalu rapat?
dan pohon jati dan pohon cemara,
tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan yang lainnya.




Kan Ku Abaikan Segala Hasratku

Kan kuabaikan segala hasratku
Agar kau tenang kan hatimu
Kupertaruhakan semua ragaku
Demi dirimu bintangku

Biarkan ku menggapaimu
Biarkan ku memanjakanmu
Dengan segala rasa yang kumiliki
Dan tak untuk menyakiti

Begitu indah rasa hasratku
Untuk memilikimu
Karena semua hanya khayalku
Apakah kan jadi milikku

Hidup ini indah
Walau takdir kadang tak ramah
Kuharus terus berlari
Sebelum nafasku berhenti
Tuk wujudkan semua mimpi
Menjelang masa depan yang kuingini

Kuingin suatu hari nanti
Bila semua mimpi hati telah kuraih
Ku ingin menghampiri dirimu lagi
Tuk memintamu menjadi pendamping diri menjadi istriku
Di hatimu akan ku labuhkan cinta terakhirku





Suami

Apakah engkau suami 
yang menganggap kesalahan-kesalahan 
yang diperbuatnya 
sebagai sah-sah saja, 
tetapi kesalahan-kesalahan 
yang diperbuat istrinya 
sebagai tidak sah?

Kalau ya, 
engkau adalah seperti orang-orang biadab 
yang sudah punah itu, yang hidup di dalam goa-goa 
dan menutupi ketelanjangan mereka 
dengan kulit binatang.

Atau apakah engkau pasangan yang setia, 
yang istrinya selalu berada di sampingnya, 
yang membagi setiap pemikiran, 
setiap pengangkatan dan setiap kemenangannya 
dengan isterinya?

Kalau ya,
engkau adalah seperti seseorang 
yang di waktu fajar berjalan di depan sebuah bangsa 
menuju tengah hari 
di mana terdapat keadilan, 
nalar, 
dan hikmat.

Friday, October 11, 2019

Puisi Kahlil Gibran tentang Kesedihan


Duka

Duka adalah bayang-bayang Allah
yang tidak tinggal di dalam hati yang jahat.

Duka, kalau dapat berbicara,
akan terbukti lebih manis daripada suka.

Ia yang belum pernah melihat Duka,
takkan pernah melihat Suka.

Roh yang berduka
menemukan ketenangan ketika disatukan
dengan yang serupa.
Mereka bergabung dengan penuh
kasih sayang, seperti seorang asing gembira
ketika melihat orang asing lainnya
di sebuah negeri asing.
Hati yang disatukan
lewat perantaraan duka takkan
dipisahkan oleh kemuliaan kebahagiaan.

Rahasia hati diselubungi oleh duka,
dan hanya di dalam dukalah kita temukan suka kita,
sementara kebahagiaan hanyalah menyembunyikan
misteri kehidupan yang mendalam.
L
Semalam

Semalam aku sendirian di dunia ini, kekasih;
dan kesendirianku...
sebengis kematian...

Semalam diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara...
Di dalam pikiran malam.

Hari ini...
aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan
di atas lidah hari.

Dan, ia berlangsung dalam semenit
dari sang waktu yang melahirkan sekilas pandang,
sepatah kata, sebuah desakan
dan... sekecup ciuman
L

Keputus-asaan

Keputus-asaan adalah masa surut
dari setiap masa pasang dalam hati.
Ia adalah kasih sayang yang tak bersuara.

Keputus-asaan
melemahkan penglihatan kita
dan menutup telinga kita.
Kita tak dapat melihat apa-apa
selain hantu kiamat,
dan hanya dapat mendengar
debaran jantung kita
sendiri yang gelisah.




Keheningan

Kebenaran besar yang melampaui Alam 
tidaklah diteruskan dari satu makhluk 
kepada makhluk lainnya 
lewat perkataan manusia.

Kebenaran memilih keheningan
untuk menyampaikan maknanya 
kepada jiwa-jiwa yang penuh kasih.

Ada sesuatu yang lebih besar 
dan lebih murni 
daripada yang diucapkan mulut. 
Keheningan menerangi jiwa kita, 
berbisik kepada hati kita, 
dan menyatukan mereka.

Keheningan 
memisahkan kita dari diri sendiri, 
menjadikan kita melayang di langit roh, 
dan mendekatkan kita dengan surga.

Ia membuat kita merasa bahwa tubuh 
tidaklah lebih daripada penjara dan dunia ini 
hanyalah tempat pembuangan.



Kesendirian

Roh yang berduka menemukan relaksasi
dalam kesendirian.
Ia membenci orang-orang,
seperti seekor rusa yang terluka
meninggalkan kawanannya
dan tinggal di dalam goa
hingga ia sembuh atau mati.

Kesendirian memiliki tangan
yang halus seperti sutera,
tetapi dengan jari-jemari yang kuat ia mencengkeram hati
dan menjadikannya sakit dengan duka.
Kesendirian adalah sekutu duka
sekaligus teman rohani
yang ditinggikan.
Kehidupanmu, saudaraku,
adalah habitat tersendiri yang terpisah
dari tempat tinggal orang lain.
Itu adalah sebuah rumah
ke dalam mana tak ada orang
yang dapat melihat.

Seandainya rumah itu kekurangan persediaan,
toko-toko sesamamu tak dapat mengisinya.
Kalau rumah itu berdiri di padang gurun,
engkau tak dapat memindahkannya ke kebun orang lain,
yang diolah serta ditanami
oleh tangan-tangan lain.

Kalau rumah itu berdiri di puncak gunung,
engkau tak dapat menurunkannya ke dalam lembah
yang dilewati orang lain.
Kehidupan rohanimu, saudaraku,
terdiri dari kesepian,
dan seandainya bukan karena kesepian
dan kesendirian,
engkau takkan menjadi dirimu,
dan aku takkan menjadi diriku.
Seandainya bukan karena kesepian dan kesendirian ini,
ketika mendengar suaramu aku akan percaya
bahwa itu suaraku.
Atau ketika melihat wajahmu,
aku akan percaya bahwa itu adalah diriku sendiri
yang sedang bercermin.


Wajah-wajah

Waktu tak pernah adil..
Kadang ia berikan waktu yang panjang 
untuk kesedihan...
Dan ia berikan waktu yang sangat pendek 
untuk mengecap kebahagiaan.

Namun Nikmat-Nya yang mana lagikah 
yang harus kudustai?
Panjang pendek waktu... 
harus kunikmati
Sedih ku syukuri...
Bahagia ku syukuri...

Karena hidup hanya sekali

Ketika ku sedih...
Kuingat mereka yang lebih sedih dariku
Agar aku punya lebih banyak semangat
ketika ku sedih..

Kuingat mereka yang sedikitnya mengingatku
Agar ingatan mereka tentangku tak kan pernah pudar

Ketika ku bahagia...
kuingat mereka yang sedang bersedih
agar aku datang dan menghibur mereka
atau menangis bersama

Cinta... rindu... benci... cemburu...
sudah tak ingin kurasakan lagi
Tak mungkin memulai kisah yang tak mungkin terjadi.
Hanya kasih yang ingin kutebarkan
Hanya kasih...
Maka kupejamkan mata dan mengingat wajah-wajah...
Wajah-wajah yang pernah mengenalku satu persatu...
Wajah-wajah yang dengan mengingatnya 
menjadikan ku bahagia....
Dan salah satu wajah itu adalah KAU....




Kasih Sayang dan Persamaan

Sahabatku yang papa,
jika engkau mengetahui,
bahwa Kemiskinan yang membuatmu sengsara itu
mampu menjelaskan pengetahuan tentang Keadilan
dan pengertian tentang Kehidupan,
maka engkau pasti berpuas hati dengan nasibmu.

Kusebut pengetahuan tentang Keadilan:
Karena orang kaya terlalu sibuk mengumpulkan harta
untuk mencari pengetahuan.
Dan kusebut pengertian tentang Kehidupan:
Karena orang yang kuat terlalu berhasrat mengejar kekuatan
dan keagungan bagi menempuh jalan kebenaran.

Bergembiralah,
sahabatku yang papa,
karena engkau merupakan penyambung lidah
Keadilan dan Kitab tentang Kehidupan.
Tenanglah,
karena engkau merupakan sumber kebajikan
bagi mereka yang memerintah terhadapmu,
dan tiang kejujuran bagi mereka
yang membimbingmu.

Jika engkau menyadari,
sahabatku yang papa,
bahwa malang yang menimpamu dalam hidup
merupakan kekuatan yang menerangi hatimu,
dan membangkitkan jiwamu dari ejekan
ke singgasana kehormatan,
maka engkau akan merasa berpuas hati karena pengalamanmu,
dan engkau akan memandangnya sebagai pembimbing,
serta membuatmu bijaksana.

Kehidupan ialah suatu rantai
yang tersusun oleh banyak mata rantai yang berlainan.
Duka merupakan salah satu mata rantai emas antara
penyerahan terhadap masa kini dan harapan masa depan.
Antara tidur dan jaga, di luar fajar merekah.

Sahabatku yang papa,
Kemiskinan menyalakan api keagungan jiwa,
sedangkan kemewahan memperlihatkan keburukannya.
Duka melembutkan perasaan,
dan Suka mengobati hati yang luka.
Bila Duka dan kemelaratan dihilangkan,
jiwa manusia akan menjadi batu tulis yang kosong,
hanya memperlihatkan kemewahan dan kerakusan.

Ingatlah,
bahwa keimanan itu adalah peribadi sejati Manusia.
Tidak dapat ditukar dengan emas;
tidak dapat dikumpulkan seperti harta kekayaan.
Mereka yang mewah sering meminggirkan keimananan,
dan mendekap erat emasnya.

Orang muda sekarang jangan sampai meninggalkan Keimananmu,
dan hanya mengejar kepuasan diri dan kesenangan semata.
Orang-orang papa yang kusayangi,
saat bersama isteri dan anak sekembalinya dari ladang
merupakan waktu yang paling mesra bagi keluarga,
sebagai lambang kebahagiaan
bagi takdir generasi yang akan datang.
Tapi hidup orang yang senang bermewah-mewahan
dan mengumpulkan emas,
pada hakikatnya seperti hidup cacing di dalam kuburan.
Itu menandakan ketakutan.

Air mata yang kutangiskan,
wahai sahabatku yang papa,
lebih murni daripada tawa ria orang yang ingin melupakannya,
dan lebih manis daripada ejekan seorang pencemooh.
Air mata ini membersihkan hati dan kuman benci,
dan mengajar manusia ikut merasakan pedihnya
hati yang patah.

Benih yang kautaburkan bagi si kaya,
dan akan kau tuai nanti,
akan kembali pada sumbernya,
sesuai dengan Hukum Alam.
Dan dukacita yang kausandang,
akan dikembalikan menjadi sukacita oleh kehendak Syurga.
Dan generasi mendatang
akan mempelajari Dukacita dan Kemelaratan
sebagai pelajaran tentang Kasih Sayang dan Persamaan.





Bayang

Setiap langkah ku ada dia...
Mengikuti di belakang punggungnya...
Gelap dan tak terlihat...
Kasat mata...

Terdiam kala banyak yang membicarakannya...
Seakan tak seorang pun memandang kearah ku...
Sibuk mengagumi pesonanya...
Sibuk meminta senyumannya...

Akulah sang tak terlihat...
Saat dia berada di dekat ku...

Akulah sang gelap...
Dibalik wajah cerah nya...

Akulah sang kasat mata...
Ada namun seakan tak ada...

Akulah sang bayang...
Sesuatu yang tak dianggap ada...



Menunggu

Hari terhitung minggu
Minggu pun menjadi bulan...
Pagi ku mengingatmu
Malam ku mengenangmu

Tetap saja semua sama
Sejak kau pergi...
Ku masih saja menanti mu
Hingga kau kembali
Dan takkan tinggalkan ku lagi...
Entah kapan...

Menunggu mu masih...
Setia tetap ku janji...
Hingga ku dapat kau kembali...
Bersama jalani hari...




Rahasia Biruku…

Biru…
aku ingat saat dirimu menatap mataku 
dengan lembut 
dan berkata bahwa cintamu 
merupakan mahakarya indah penuh makna 
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam
Biru…
ternyata dirimulah yang bisa membuatku 
kembali membuka hati
yang tertutup rapat oleh serpihan luka 
yang lama terpendam
membuatku dapat melupakan semua 
keraguan jiwa
dan lebih merasakan hangatnya cinta…

Biru…
kau mampu memberiku warna yang berbeda
di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, 
tersenyum, 
dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, 
damai, 
dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku

kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…

Biru…
kau sungguh membuatku bersyukur 
karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta 
dan indahnya kehidupan…

Puisi Kahlil Gibran tentang Keluarga

Anak Dan seorang perempuan yang menggendong bayi  dalam dekapan dadanya berkata,  Bicaralah pada kami perihal Anak. Dan dia berkata: Anak-an...