Cinta yang agung adalah ketika kamu menitikkan
air mata dan masih peduli terhadapnya.
Cinta yang agung adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
dan kamu masihmenunggunya dengan setia.
Cinta yang agung adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
‘Aku turut berbahagia untukmu’.
OO
Mungkin akan tiba saatnya
di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti
mencintai kita melainkan karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya
OO
Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah… bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya.
Tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersamanya
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
OO
Apabila cinta memanggilmu
ikutilah dia walau jalannya berliku-liku
Dan, apabila sayapnya merangkulmu
pasrahlah serta menyerah
walau pedang tersembunyi di sela
sayap itu melukaimu
OO
Kuhancurkan tulang-tulangku,
tetapi aku tidak membuangnya
sampai aku mendengar suara cinta memanggilku
dan melihat jiwaku siap
untuk berpetualang
OO
Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan karena alasan duniawi
dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta
terus hidup
sampai kematian datang
dan menyeret mereka kepada Tuhan.
OO
“Jangan menangis, kekasihku
Janganlah menangis dan berbahagialah,
karena kita diikat bersama dalam cinta.
Hanya dengan cinta yang indah
kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan,
pahitnya kesedihan,
dan duka perpisahan.”
OO
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu.”
OO
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada.”
OO
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau
kepadaku dalam kehidupan ini
pastilah cinta akan menyatukan kita
dalam kehidupan yang akan datang
OO
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak
kini tak henti-hentinya aku mencintai
Dan, apa yang kucintai kini
akan kucintai sampai akhir hidupku,
karena cinta ialah semua yang dapat kucapai
dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya
OO
Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih
dan kesendirianku, sebengis kematian
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara
di dalam pikiran malam
OO
Hari ini
aku menjelma menjadi sebuah nyanyian
menyenangkan di atas lidah hari.
Dan, ini berlangsung dalam semenit
dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang,
sepatah kata, sebuah desakan
dan sekecup ciuman.
OO
Kala malam datang
dan rasa kantuk membentangkan selimutnya
di wajah bumi,
aku bangun dan berjalan ke laut,
Laut tidak pernah tidur,
dan dalam keterjagaannya itu
laut menjadi penghibur bagi jiwa yang terjaga.
OO
Ketika aku sampai di pantai,
kabut dari gunung menjuntaikan kakinya
seperti selembar jilbab yang menghiasi wajah
seorang gadis.
OO
Aku melihat ombak yang berdeburan.
Aku mendengar puji-pujiannya kepada Tuhan
dan bermeditasi di atas kekuatan abadi
yang tersembunyi di dalam ombak-ombak itu
– kekuatan yang lari bersama angin,
mendaki gunung, tersenyum lewat bibir sang mawar
dan menyanyi dengan desiran air
yang mengalir di parit-parit.
OO
Lalu aku melihat tiga Putera Kegelapan
duduk di atas sebongkah batu.
Aku menghampirinya seolah-olah ada kekuatan
yang menarikku tanpa aku dapat melawannya.
Aku berhenti beberapa langkah dari Putera Kegelapan itu
seakan-akan ada tenaga magis yang menahanku.
Saat itu, salah satunya berdiri
dan dengan suara yang seolah berasal dari dalam laut
ia berkata:
“Hidup tanpa cinta ibarat pohon yang tidak berbunga
dan berbuah.
Dan cinta tanpa keindahan
seperti bunga tanpa aroma semerbak
dan seperti buah tanpa biji.
Hidup, cinta dan keindahan
adalah tiga dalam satu,
yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
OO
Putera Kedua berkata dengan suara bergema seperti air terjun,
“Hidup tanpa berjuang seperti empat musim
yang kehilangan musim bunganya.
Dan perjuangan tanpa hak seperti padang pasir yang tandus.
Hidup, perjuangan dan hak adalah tiga dalam satu
yang tidak dapat dipisahkan ataupun diubah.”
OO
Kemudian Putera Ketiga membuka mulutnya
seperti dentuman halilintar:
“Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa,
dan kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan.
Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu,
abadi dan tidak pernah sirna.”
OO
Selanjutnya ketiga-tiganya berdiri
dan berkata dengan suara yang menggerunkan sekali:
“Itulah anak-anak cinta,
Buah dari perjuangan, akibat dari kebebasan,
Tiga manifestasi Tuhan,
Dan Tuhan adalah ungkapan
dari alam yang bijaksana.”
OO
Saat itu diam melangut,
hanya gemersik sayap-sayap yang tak nampak
dan getaran tubuh-tubuh halus yang terus-menerus.
OO
Aku menutup mata
dan mendengar gema yang baru saja berlalu.
Ketika aku membuka mataku,
aku tidak lagi melihat Putera-Putera Kegelapan itu,
hanya laut yang dipeluk halimunan.
Aku duduk, tidak memandang apa-apa pun
kecuali asap dupa yang menggulung ke surga.
OO
Sekarang, cinta mulai menciptakan puisi
dalam prosa kehidupan,
untuk mencipta fikiran-fikiran masa lalu
menjadi nyanyian pujian agar bersenandung siang hari
dan menyanyi pada malam hari.
OO
Sekarang, hasrat menyingkapkan tabir keraguan
dari kebingungan pada tahun-tahun yang telah berlalu.
Dari rangkaian kesenangan,
ia merajut kebahagiaan yang hanya bisa dilampaui
dengan kebahagiaan jiwa
ketika ia memeluk tuannya.
OO
Itulah dua peribadi kukuh
yang berdiri berdampingan
Untuk mempertentangkan cinta mereka
kedengkian dari takdir yang lemah.
OO
Itulah perpaduan anggur kuning
dengan anggur warna lembayung
untuk menghasilkan paduan keemasan,
warna cakrawala saat fajar merekah.
OO
Itulah pertentangan dua roh untuk pertentangan.
Dan kesatuan dua jiwa dengan kesatuan.
Ia adalah curahan hujan jernih dari langit
murni ke dalam kesucian alam, membangkitkan
kekuatan-kekuatan ladang yang penuh berkat.
OO
Apabila pandangan pertama
dari wajah sang kekasih
adalah seperti benih yang ditaburkan oleh cinta
di ladang hati manusia,
dan ciuman pertama dari dua bibir
adalah seperti bunga pertama cabang kehidupan,
maka perkahwinan adalah buah pertama
dari bunga pertama benih itu.
OO
Biarkan angin sepoi-sepoi segar berhembus menujumu
mengirim gejolak dan cinta hatiku
Mendekatlah padaku, kekasihku
datanglah di sampingku
dan biarkan aku mengobati rasa rinduku padamu
OO
Aku datang ke tempat ini
hanya untuk melihatmu
karena dalam jiwaku yang lemah ini
aku bisa mendapatkan kekuatan baru
dalam menghadapi hidup darimu
OO
Hal yang paling indah
adalah bahwa kau dan aku selalu berjalan bersama
bergandeng tangan dalam keindahan dunia ini
tanpa diketahui orang lain.
OO
Kesetiaan tak akan memiliki makna apapun
jika tidak dirangkai dalam cinta
sebab cinta itu sendiri wujud kesetiaan yang paling sejati
OO
Kebanyakan seseorang
hanya bisa meminjam hati orang lain
hanya sedikit yang memilikinya
jika engkau ingin memiliki, engkau tak boleh menuntut
OO
Realitas seseorang
bukan apa yang tampak di hadapanmu
tapi apa yang tak bisa ia perlihatkan padamu
oleh karenanya jika kau ingin memahami
dengarkan apa yang tak terucap olehnya
bukan mendengarkan apa yang ia katakan
OO
Jika kau tak memahami dia atas segala kondisinya
kau tak akan pernah bisa memahaminya
OO
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri
dan tiada mengambil apa-apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki.
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
OO
Apabila kau mencintai kau takkan berkata,
“Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya,
“Aku berada di dalam hati Tuhan.”
Dan jangan mengira kau dapat mengarahkan jalannya cinta,
sebab cinta, apabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain
kecuali memenuhi dirinya.
OO
Namun apabila kau mencintai
dan memerlukan kegairahan,
biarlah ini menjadi kegairahanmu:
Luluhkan dirimu dan mengalirlah bagaikan anak sungai,
yang menyanyikan alunannnya bagai sang malam.
OO
Kenalilah penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Rasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang cinta.
Dan menitiskan darah dengan ikhlas dan gembira.
OO
Terjaga di kala fajar dengan hati berawangan
dan mensyukuri hari baru penuh cahaya kasih.
Istirahat di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta
yang meluap-luap.
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur.
Dan kemudian tidur bersama doa bagi kekasih di dalam
hatimu dan sekuntum nyanyian puji-pujian
pada bibirmu.
OO
Oh cinta,
yang tangan lembutnya mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan marah
dan kebanggaan
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini.
OO
Biarkan rasa lapar menggigitku
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi
Dan mangkuk yang tidak kau berkati
OO
Kemarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang
sebuah rumah ibadat
dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ
tentang misteri dan kesucian cinta.
Seorang lelaki setengah baya menghampiri,
tubuhnya rapuh wajahnya gelap.
Sambil mengeluh dia berkata,
“Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah,
aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”
OO
Seorang pemuda
dengan tubuh kuat dan besar menghampiri.
Dengan suara bagai menyanyi dia berkata,
Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku,
yang menghubungkan masa sekarang
dengan generasi masa lalu
dan generasi yang akan datang.
OO
Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri
dan sambil mendesah dia berkata,
“Cinta adalah racun pembunuh,
ular hitam berbisa yang menderita di neraka,
terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit
sampai ia jatuh tertutup embun,
ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus.
Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat,
diam selama satu tahun
dan mati untuk selamanya.”
OO
Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri
dan dengan tersenyum dia berkata,
“Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin
sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yang kuat,
membuat mereka bangkit dalam doa
di antara bintang-bintang di malam hari
dan senandung pujian di depan matahari
di siang hari.”
OO
Setelah itu seorang lelaki menghampiri.
Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut,
dia berkata, “Cinta adalah ketidakpedulian yang buta.
la bermula dari hujung masa muda dan berakhir
pada pangkal masa muda.”
OO
Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar
dan dengan bahagia berkata,
“Cinta adalah pengetahuan surgawi
yang menyalakan mata kita.
Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita
seperti para dewa melihatnya.”
OO
Seorang bermata buta menghampiri,
sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah
dan dia kemudian berkata sambil menangis,
“Cinta adalah kabut tebal yang menyelubungi gambaran
sesuatu darinya
atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya
yang berkelana diantara batu karang,
tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri
yang bergema di lembah-lembah.”
OO
Seorang pemuda,
dengan membawa sebuah gitar
menghampiri dan menyanyi,
“Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar
dari kedalaman kehidupan yang peka
dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya.
Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan
yang berjalan melewati padang rumput hijau.
Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah
yang diangkat dari kesadaran dan kesadaran.”
OO
Seorang lelaki dengan badan bongkok
dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain
menghampiri.
Dengan suara bergetar, dia berkata,
“Cinta adalah istirahat panjang bagi raga
di dalam kesunyian makam,
kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.”
OO
Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri
dan sambil tertawa dia berkata,
“Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku.
Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.”
OO
Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri
tentang cinta.
Semua menyatakan harapan-harapannya
dan mengungkapkan misteri-misteri
kehidupannya.
OO
“Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi.
Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kautaburi
dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih.
OO
Menghampirinya di kala hati gersang kelaparan,
dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian.
Janganlah ada tujuan lain dari Persahabatan
kecuali saling memperkaya jiwa.”
OO
Beritahu aku, oh manusia, beritahu aku!
Siapa di antara kalian yang tidak akan bangun
dari tidur kehidupan,
jika cinta telah membasuh jiwamu dengan jari-jarinya.
OO
Seorang wanita yang telah dilengkapi oleh Sang Pencipta
dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,
yang sekaligus nyata dan maya,
yang hanya bisa kita pahami dengan cinta kasih,
dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan,
Dan jika kita mencoba melukiskan wanita demikian itu,
ia pun menghilang seperti kabut.
OO
Anak kalian bukanlah anak kalian.
Mereka putra-putri kehidupan
yang merindu pada dirinya sendiri.
OO
Berikan kepada mereka cinta kalian,
tapi jangan gagasan kalian,
karena mereka memiliki gagasan sendiri.
OO
Kalian boleh membuatkan rumah untuk raga mereka,
tapi tidak untuk jiwa mereka,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tidak bisa kalian kunjungi, sekalipun dalam mimpi.
OO
Diri kita hanya untuk menyerah dan patuh.
Jika kita mencintai, cinta kita juga tidak berasal dari kita,
juga bukan kepunyaan kita.
OO
Sekiranya kita bahagia,
kebahagiaan kita tidaklah dalam diri kita,
tapi dalam kehidupan itu sendiri.
OO
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia,
karena cinta membangkitkan
semangat yang hukum-hukum kemanusiaan
dan gejala-gejala alami pun
tak bisa mengubah perjalannya.
OO
Kata yang paling indah
di bibir umat manusia adalah kata “ibu”,
dan panggilan paling indah adalah “ibuku”,
ini adalah kata penuh harapan dan cinta,
kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.
OO
Cinta adalah ketidakpedulian yang buta.
Ia bermula dari ujung masa muda
dan berakhir pada pangkal masa muda.
OO
Mencintai adalah masalah penting bagi manusia.
Bila kita mampu mengurai cinta,
maka hakekat cinta akan berubah
menjadi sesuatu itulah kenyataan cinta.
OO
Cinta memang tidak mudah untuk dimengerti.
Mereka katakan jika orang memahami dirinya,
dia memahami semua orang.
Tetapi aku katakan padamu,
apabila orang mencintai seseorang,
dia belajar sesuatu mengenal dirinya sendiri.
OO
Salahlah bagi orang yang mengira
bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama
dan rayuan yang terus menerus.
OO
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun
atau bahkan abad.
OO
Cinta tidak menyadari kedalamannya
dan terasa pada saat perpisahan pun tiba.
Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan
seorang perempuan
mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
OO
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia
karena cinta itu membangkitkan semangat
hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun
tak mampu mengubah perjalanannya.
OO
Jika cinta tidak dapat mengembalikan
engkau kepadaku dalam kehidupan ini,
pastilah cinta akan menyatukan kita
dalam kehidupan yang akan datang.
OO
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama
dan pendekatan yang tekun.
OO
Cinta adalah kesesuaian jiwa
dan jika itu tak pernah ada,
cinta tak akan pernah tercipta
dalam hitungan tahun bahkan abad.
OO
Cinta berlalu di depan kita,
terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan,
atau bersembunyi di dalam kegelapan;
atau yang lain mengejarnya,
untuk berbuat jahat atas namanya.
OO
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan,
yang pertama adalah imaginasinya
dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
OO
Aku mencintaimu kekasihku,
sebelum kita berdekatan,
sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama
dan tidak akan ada yang memisahkan kita.
OO
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya
dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu,
yang kenangannya mengubah perasaan di relung hatinya
dan membuatnya begitu bahagia
di sebalik kepahitan yang penuh misteri.
OO
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak
yang tak henti-hentinya aku mencintai.
Dan, apa yang kucintai kini.
akan kucintai sampai akhir hidupku,
karena cinta ialah semua yang dapat kucapai.
dan tak ada yang akan mencabut diriku
dari padanya.
OO
Cinta yang dibasuh oleh airmata
akan tetap murni dan indah sentiasa.
OO
Cinta tidak memiliki dan tidak memiliki,
sebab cinta hanya untuk cinta
OO
Jangan sekali-kali berpikir
bahwa engkau akan mampu memilih jalan sendiri
sebab cintalah yang akan menuntunmu
ke jalannya.
OO
Jangan dikira bahwa cinta akan terbit dari keakraban
dan kedekatan yang kukuh,
melainkan cinta akan terbit jika ada benih keselarasan jiwa.
OO
Tidak ada penderitaan yang lebih menyakitkan
bagi seorang perempuan
dibandingkan bila dirinya terjebak
di hadapan seorang lelaki yang dicintainya
dan seorang lelaki lain yang mencintainya.
OO
Cinta yang tidak mendandani wajahnya setiap hari
akan menjadi kelaziman
sebelum kemudian menjadi perbudakan.
OO
Cinta yang dibaluri nafsu birahi
akan menjadi dahaga yang tak kunjung terobati.
OO
Cinta akan menyelamatkan mahkota
dan menaikkanmu menuju ujung-ujung rantingmu
yang lentur gemulai
dan menggiringmu ke wajah matahari.
OO
Laksana setangkup gandum,
cinta menyatukanmu dengan wujudnya,
menyerutimu sampai engkau terbebas dari lapis luarmu,
meleburmu demi memutihkanmu,
menghancurkanmu sampai engkau menjadi liat
dan akhirnya menuntunmu
memasuki api sucinya.
OO
Manusia tidak dapat menuai cinta
sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan,
dan yang mampu membuka fikirannya,
merasakan kesabaran yang pahit
dan kesulitan yang menyedihkan.
OO
Kerja adalah wujud nyata cinta.
Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan,
tapi hanya dengan kebencian,
lebih baik tinggalkan pekerjaan itu.
Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat
dan terimalah derma dari mereka
yang bekerja dengan penuh suka cita.
OO
Cinta berlalu di depan kita,
terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan,
atau bersembunyi di dalam kegelapan;
atau yang lain mengejarnya,
untuk berbuat jahat atas namanya.
OO
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan,
yang pertama adalah imaginasinya
dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
OO
Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar
yang diberikan Tuhan kepada manusia,
sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut
dari manusia penuh berkat yang mencinta.
OO
Ketika aku berdiri
bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
kamu memandang ke dalam diriku
dan melihat bayanganmu.
Kemudian kamu berkata, “Aku cinta kamu”.
Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku.
OO
Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!
Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,
“Karena ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata,
“Kenapa jadi begitu?”
Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
“Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?”
Ayah pun menjawab, “Karena ibumu seorang wanita!”
Sang anak kembali terdiam.
OO
Dan sang anak pun kembali bertanya!
“Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?”
Dan sang ayah pun kembali menjawab,
“Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.
Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
“Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?”
Ayah kembali menjawab, “Iya kaulah yang terhebat
dan terkuat!”
“Kenapa Ayah, kenapa aku yang terkuat?”
OO
Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.
Sang ayah pun menjawab dengan perlahan
dan penuh kelembutan.
“Karena engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk
dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua manusia buta,
tuli serta bisu!
Dan kau adalah segalanya untuk kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.”
OO
Dan sang anak pun kembali bertanya!
“Apa itu cinta, Ayah?”
“Apa itu cinta, Ibu?”
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,
“Kau, kau adalah cinta kami sayang.”
OO
Dengarkan kisahku,
Dengarkan, tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku,
karena belas kasihan menyebabkan kelemahan,
padahal aku masih tegar dalam penderitaanku.
OO
Jika kita mencintai, cinta kita bukan dari diri kita,
juga bukan untuk diri kita.
Jika kita bergembira, kegembiraan kita bukan berada
dalam diri kita,
tapi dalam hidup itu sendiri.
Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak
pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.
OO
Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang
karena pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun
atau bahkan dari generasi ke generasi.
OO
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya
dengan keindahan jiwa dan raga
adalah sebuah kebenaran, yang terbuka namun rahasia;
ia hanya dapat difahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
dan ketika kita mencuba untuk menggambarkannya
ia menghilang bagai segumpal uap.
OO
Bersikaplah jujur dan terbuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat
dengan cinta yang panas bergelora
Barangkali takdir tengah bicara
Telah datang seorang lelaki diperuntukkan untukmu
Dan pandangan matanya memang khusus untukmu
Mengapa engkau harus sembunyi dari kenyataan
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan keindahan
yang tengah engkau genggam
Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit untukmu
dan pandangan matanya khusus untukmu
OO
Engkau akan segera menyadari
Keadaannya tidaklah jauh berbeda
Takdir tengah bicara kepadanya
Ada yang tersentak dari dalam dadanya
Sejak ia bertemu denganmu gadis bermata lembut
Dan tatapanmu yang sejuk
Ia mengasingkan diri dari keriuhan
Merenungi keajaiban ruhaniah yang menggetarkan jiwanya
Bermalam-malam lewat tanpa jawab
Berharap-harap ia bertemu lagi denganmu
Menyusun angan-angan duduk berdua
di bawah pohon cemara
Dan bercerita tentang sepasang burung
yang bercumbu di atas dahan
Ia menyematkan kembang di rambut telinga kananmu
OO
Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba
Engkau bertemu dengannya berdiri di dekat duduknya
Tetapi ia hanya duduk terdiam
Engkaupun hanya berdiri terpaku berharap-harap
Ia berdiri mendekat ke hadapanmu dan menyapamu
Angin dan daunan dan waktu bercanda menunggu
Tetapi engkau dan dia tidak beranjak menyambut suara alam
Yang mengabarkan harapanmu terhadapnya
Dan mengabarkan hasratnya terhadapmu
Keraguanlah yang menyelimuti langkahmu
Engkau ragu keliru memahami pandangan matanya
Ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya
Ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda
Waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu
OO
Sejak ia berlalu dari hadapanmu
Sepi menggelayut di dalam dadamu
dan rindu bayang-bayangnya
Sejak engkau berlalu dari hadapannya
Di dadanya bergelayut sepi dan rindu bayang-bayangmu
OO
Engkau dan dia memang tidak seperti kanak-kanak lagi
Kanak-kanak tidak pandai berdusta
apalagi terhadap perasaan di dada
Kanak-kanak yang begitu jujur tentang apa yang disukainya
atau dibencinya
Dan disampaikannya dengan tanpa beban
Sedang engkau menyembunyikan darinya
Perasaanmu yang bergelora
Dan dia menyembunyikan darimu
Hasratnya yang membara
Kedua-duanya bersembunyi di balik harga diri
OO
Mengapa engkau dan dia
tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa
Yang disatukan Tangan Ghaib dalam cinta
Anugerah yang mengejawantah dalam dirimu dan dirinya
OO
Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipertemukan
Betapapun engkau tidak menginginkan
Atau dia tidak menghendaki
Apabila hanya hasrat dan gelora nafsu
yang melingkupi jiwamu dan jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipisahkan
Betapapun engkau ingin menemukannya
Atau dia ingin menemukanmu
Sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau
dan dia dipertemukan atau dipisahkan
OO
Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya
Hendak dipertemukan olehNya dalam cinta
Sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya
Dan ruang sering menempatkannya di dekatmu
Lalu engkau dan dia menjadi lebih mudah berbicara
Dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya
Sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu
Benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya
Telah mulai bersemi dan tumbuh
sebagai pohon cinta dengan cepatnya
Kalian menjadi sepasang kekasih
yang saling mengikat janji setia
OO
Sepasang kekasih saling menumpahkan perasaan
Mengikat waktu dengan memadu rindu
Saling bercerita tentang kegembiraan
Saling bercerita tentang kesedihan
Saling membagi tentang harapan dan beban
Memupuk pohon cinta dengan terbuka
Kepercayaan dan keikhlasan tentang hidup
yang nampak atau tersembunyi
Memberikan dengan segala kerelaan,
kesempatan dan dukungan
Meminta dengan lembut pembelaan dan perlindungan
Memberikan pengertian dengan sepenuh hati dan pikiran
OO
Sepasang kekasih saling menjaga dan memelihara
Karena ada kalanya di tengah waktu
Datang masa-masa yang mengganggu dan membingungkan
Menjadi masalah dan kemarahan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling membenci
Tentang keadaannya yang tidak engkau inginkan
Tentang keadaanmu yang tidak dia inginkan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling berdiam
Tentang ketidakmengertiannya terhadap keinginanmu
Tentang ketidakmengertianmu terhadap keinginannya
Anugerah cinta, harapan dan kedewasaan
yang membimbing kalian
Membawamu kembali mendekat kepadanya
Membawanya kembali mendekat kepadamu
Lalu kalian saling bercerita
Tentang pemeliharaan dan penjagaan sepasang kekasih
Lalu kalian saling mengingatkan
tentang pohon cinta yang kalian ikrarkan
OO
Di sepanjang perjalanan selalu datang kabut
Mengaburkan pandangan dan menghalangi tujuan hidup
Kekuatanmu dan kekuatannya
dan anugerah cinta yang dapat membersihkannya
Maka hanya kepadaNya berlindung dan berserah diri
Sepasang kekasih memohon penjagaan dan pemeliharaan
Sepasang kekasih memohon limpahan kasih sayang
OO
Pohon cinta tumbuh subur dan semakin dewasa
Akarnya semakin kuat dan pokoknya semakin kokoh
Daunnya semakin rimbun meneduhi
Pohon dewasa yang siap berbunga dan berbuah
Dalam jiwamu mulai tumbuh perasaan-perasaan baru
Tentang tujuan dan harapan pohon cinta
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Engkau menjadi putik benih bagi hidup baru
Dan dia menjadi sari menghidupkan benih
Dalam jiwanya mulai tumbuh gagasan-gagasan baru
Tentang kedewasaan pohon cinta dan tujuan dan harapannya
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Akankah dia menikmatinya bermusim-musim
OO
Malam-malam berlalu tanpa jawab
Kegelisahanmu dan kegundahannya
dipertemukan dalam diam
Engkau tidak tahu bagaimana memulai kata ungkapan
tentang perasaanmu yang baru
OO
Dia tidak tahu
bagaimana menceritakan gagasannya yang baru
Kedewasaanmu dan kedewasaannya mendapat ujian
Menghadapi kenyataan dengan terbuka dan jujur
Bermalam-malam berlalu dengan doa
Engkau dan dia berdoa
Ya Allah,
Bersihkanlah diriku, jernihkanlah pikiranku,
beningkanlah hatiku
Tunjukkanlah kepadaku keyakinan yang benar
Pilihkanlah bagiku asal yang baik dan akhir yang baik
OO
Sampai tiba waktunya
Engkau dan dia dikuatkan
Saling membuka dan bercerita tentang hal yang sama
Dan kalian saling tertawa
tentang kekakuan beberapa masa sebelumnya
Kalian saling memantapkan harapan dan tujuan
Kalian saling mengingatkan tanggungjawab
dan kenyataan hidup
Kalian saling setuju hidup bersekutu
OO
Maka atas kehendakNya kalian dipersatukan
Atas namaNya kalian menjadi suami istri dengan kasih sayang
Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan
Saling melindungi dan mendukung dalam kehidupan
Dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan
OO
Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu
Bulan-bulan berlimpah kegembiraan dan kesenangan
Memadu kasih dengan bahagia
tanpa kesedihan dan kegelisahan
Seolah-olah hanya kalian berdua yang ada di dunia
Lalu waktu berjalan semakin panjang
Dan hidup menjadi semakin nyata
Keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya
OO
Engkau mengandung anakmu yang pertama
Lalu seperti mendapat jiwa lain bersemayam dalam tubuhmu
Engkau dan dia merasakan ikatan yang batin
Suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa
Sembilan bulan engkau menjaga anak dalam kandunganmu
Dengan susah payah yang bertumpuk
Ada kalanya engkau menyimpan marah dan kesal
Ada kalanya engkau begitu gembira dan bahagia
Penuh syukur dan doa kepadaNya
OO
Ketika tiba saatnya
Beban kandungan semakin memuncak
Punggungmu semakin berat dan payah
Pinggangmu semakin pegal dan sulit bernapas
Anakmu mengabarkan waktunya semakin dekat
Dan engkau melahirkannya dengan kesulitan dan berat
Antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan
Suamimu menjagamu dan menguatkanmu
OO
Ketika suara tangis bayi terdengar
Manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu
Dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi
Memeluk bayi basah begitu merah
Jiwamu penuh dengannya
dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya
Udara seperti penuh malaikat-malaikat suci
Menyambut dengan doa kehadiran anakmu
Membisikkan kepadamu harapan-harapan
dan janji dari Tuhan
Hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia
Dan mendapat tempat istimewa di surgaNya
Engkau menjadi ibu
Suamimu menjadi bapak
OO
Engkaupun mengasuh dan memeliharanya
Dengan kasih sayang yang berlimpah
Jiwamu terikat dengan jiwanya
Air susu yang engkau minumkan kepadanya
Menjadi air jiwa bagi anakmu
Dan kebahagiaannya meminum air susumu
Menjadi tali yang tidak pernah putus bagimu
Kemanapun engkau bepergian
Yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah wajah mungilnya
Maka bila tiba waktu pulang
Engkau bergegas dan cepat-cepat hendak sampai rumah
Di halaman engkau dengar tangisnya
Ia mencium aroma tubuhmu lewat angin
Hatimu tersayat-sayat penuh dengan rasa rindu
bergumpal-gumpal di dadamu
Air susumu menetes karenanya
Tidak sabar engkau angkat dan engkau cium wajahnya
Disambutnya engkau
dengan senyum dari mulut mungil
Dan mata lucu yang merasa aman pelindungnya telah datang
Diusap-usapnya dengan kedua tangan mungil kulit wajahmu yang lekat di wajahnya
Seolah-olah dapat dipastikan olehnya halus kulit wajahmu
Matanya semakin berbinar
Mendapati air susumu yang segar dan menyehatkan
Dan hatimu semakin bersinar
Kebahagiaan yang bertumpuk di atas kebahagiaan
Engkau lupakan semua lelah dan payah yang engkau jalani
Menungguinya bermalam-malam tanpa tidur
Ketika merengek ia basah oleh ompol atau kotoran
Ketika menangis ia tengah malam
haus atau lapar
OO
Waktu terus berjalan
Engkau melihat anakmu tumbuh berkembang
Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya
Belajar merangkak dan berjalan
Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama
Engkau mengajarinya memanggilmu ibu
Dan memanggil suamimu bapak
Engkau mengajarinya tentang alam
Api itu panas es itu dingin
Obat itu menyembuhkan, racun itu mematikan
Engkau mengajarinya makan dan memakai baju
Menyisirkan rambutnya sambil bersenandung
lagu kesukaannya
Dan menggumam betapa eloknya anakmu
Kesukaanmu kepadanya bertambah-tambah
Ikatanmu terhadapnya semakin kuatnya
OO
Sedikit saja ia luka terjatuh atau tersayat pisau
Engkau begitu khawatirnya
Seolah-olah darah yang tumpah itu adalah darahmu sendiri
Dan kulitmulah yang tersayat atau luka
Begitu sayangnya engkau kepadanya
Sehingga yang engkau ucapkan adalah rasa marah
Yang lalu rasa sedihmu sebab telah memarahinya
Membuatmu menggendongnya dan mengusap lembut lukanya
Dengan obat yang paling lunak tetapi menyembuhkan
OO
Engkau melihat anakmu tumbuh semakin dewasa
Dan menghadapi hidup dengan jalannya sendiri
Engkau semakin kesulitan menghadapinya
Seolah-olah ia tidak dapat mengerti keinginanmu
Dan engkau tidak lagi mengerti keinginannya
Ia hidup dengan teman-temannya sendiri
Berbicara sedikit denganmu dan dengan suamimu
Ia seolah-olah semakin jauh
Engkau bimbang dan gagap menghadapi dunianya
yang berubah
Rasa cintamu kepadanya begitu ingin
Mengikatnya dalam rengkuhanmu
Mengamankannya dalam dekapanmu
Menggendong dan mengelus wajahnya seperti ketika ia kecil
Sedang gagasanmu tentang tantangan hidupnya begitu ingin
Membebaskannya melakukan pencarian
Mendukungnya tumbuh
dan belajar menghadapi masa depannya
Melepaskannya untuk hidup dalam masanya
OO
Sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa
Dan memahami duniamu dengan lebih leluasa
Dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega
Percaya dan ikhlas tentangnya
Yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar
Maka engkau berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud
OO
Ya Allah
Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar
Dekatkanlah ia kepada jalanMu
Bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia
Berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat
Tabahkanlah ia menghadapi hidup
Dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya
Ya Allah
Kami berserah diri kepadaMu
OO
Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya
Seperti engkau ketika muda
Engkau begitu ingin melihat kekasihnya
Dililit rasa cemburu karena perhatiannya kepadamu
Tidak lagi seperti dahulu
Ia lebih banyak bersama kekasihnya daripada bersamamu
Dan ketika bersamamu
Ia lebih banyak bercerita tentang kekasihnya
daripada tentangmu
Engkau merasa akan tiba waktunya
Dan ketika anakmu menikahi kekasihnya
Waktu pun tiba
Engkau berpisah dengannya
Anakmu menjalani hidup sendiri
Mendiami rumahnya sendiri
Bersama dengan istrinya seperti engkau dahulu
Dan hidupmu seolah-olah kesepian
OO
Waktu terus berputar
Dan kalian berdua menjadi begitu tua
Rambut memutih dan tubuh melemah
Kenangan berjalan satu-satu di depan mata
Engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami
Hidup ini bisa begitu mudah atau rumit
Tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya
Sekarang engkau telah tua sehingga engkau melihat
Apa yang dahulunya engkau anggap
Sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar
Ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja
Ternyata engkau lahir
bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup
Engkau lahir adalah untuk hidup dan menjalani hidup
Engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas
Menerima waktu yang semakin habis
Tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan
Anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan
Berdoa dan memohonkan ampun di samping dipan
Mengantarkanmu memenuhi waktu terakhir
OO
Sampai akhirnya engkau pergi
meninggalkan dunia dengan tenang
Anak-anakmu bahagia
Melihatmu tersenyum dengan tenang di saat terakhir
Menandakan keberhasilanmu menjalani hidup
Mereka mendoakan hidupmu lebih bahagia dan tenang
Di alam yang lebih kekal
Mereka bangga terhadapmu.
OO
Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga
Mereka berkata tentang elang dan hering
Menunjam paruhnya ke dalam bangkai yang sama
dan berdamai di antara satu sama lain,
dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu.
OO
Impian dan cinta
akan saling memberi satu dengan yang lain,
serupa dengan apa yang dilakukan matahari
ketika mendekati malam
dan yang dilakukan bulan ketika mendekati pagi.
OO
“Saya adalah seorang pendosa
di mana Tuhan dan diri saya sendiri,
ketika saya makan rotinya
dan menawarkan kepadanya badan saya
demi kedermawanannya.
Kini saya suci dan bersih,
karena hukum cinta membebaskan manusia
dan membuatku terhormat serta penuh keyakinan.”
OO
“Laki-laki yang tidak memaafkan wanita
untuk kesalahan kecilnya,
tak akan dapat menikmati besar kebaikannya.”
OO
“Tuhan telah menciptakan pada kalian jiwa bersayap
untuk terbang mengarungi cakrawala cinta dan kebebasan.
Betapa sedihnya memotong sayap itu
dengan tanganmu sendiri dan menyiksa jiwamu
seperti kutu yang merayap di atas bumi.”
OO
“Di sinilah cinta mulai menerjemahkan prosa kehidupan
ke dalam himne yang digubah oleh malam,
dan dinyanyikan oleh pagi.
Di sinilah cinta menyingkapkan cadar,
dan menerangi lekuk-lekuk hati,
menciptakan puncak kebahagiaan
kala suma menyembah Tuhan”
OO
“Banyak hal yang kucintai,
tetapi ternyata dibenci orang-orang.
Sedangkan hal-hal yang kubenci, ternyata mereka cintai.
Hal-hal yang kucintai saat masih kanak-kanak
tetap kucintai sampai saat ini.
Dan yang kucintai saat ini
akan kucintai sampai akhir kehidupan nanti.
Sebab menurutku cinta adalah segala yang dapat
menghilangkannya dariku”
OO
“Apakah kau melihat sesuatu kebaikan dalam diriku, Kekasihku?
Dan apakah kau memerlukan kebaikan?
Kata-katamu melukai dengan kemanisan,
jadi apa seharusnya jawabanku?
Andaikan dalam diriku memang ada sesuatu
yang kau butuhkan,
Sahabatku, maka diriku milikmu seluruhnya.
Kebaikan bukan dengan sendirinya kebajikan;
ini lawan kata kebodohan.
Dapatkah kebodohan tinggal
di tempat yang penuh kasih sayang?”
OO
“Jika kebaikan terkandung dalam cinta
kepada apa yang agung,
dan dalam kerinduan akan jauh dan tak terlihat
– jika kebaikan adalah semua hal tersebut,
maka akulah salah satu dari orang-orang
yang memiliki kebaikan.
Tapi jika itu terletak dalam hal-hal yang lain dari ini semua,
maka aku tidak tahu atau siapa aku ini.
Menurutku, Kekasih,
wanita yang sempurna harus menuntut
hadirnya kebaikan dalam jiwa seorang pria,
sekalipun ia bodoh.”
OO
“Aku mencintai kekasihku yang mungil,
tapi dalam pikiranku aku tidak tahu mengapa aku mencintainya.
Aku tidak mau tahu dalam pikiranku.
Sudah cukup bahwa aku mencintainya
dalam hati dan jiwaku.
Sudah cukup bagiku untuk menyandarkan kepalaku
pada bahunya
kalau aku sedih, kesepian dan kesendirian,
atau kalau aku bahagia amat bergairah dan penuh keajaiban.
Sudah cukup bagiku untuk berjalan di sampingnya
ke puncak gunung
dan sekali tempo mengatakan kepadanya,
“Kaulah rekanku, kaulah kawanku.”
OO
“Oh, Kekasih, jangan takut kepada cinta; teman hatiku.
Kita harus menyerah kepada cinta
meskipun yang ia bawa berupa rasa pedih,
rasa tersingkir, rasa rindu,
dan meskipun banyak keheranan dan kebingungan
yang dibawanya.”
OO
“Kebahagiaan perempuan tidak terletak
pada kemuliaan sang suami,
bukan pada kehormatan dan kelembutannya.
Tapi pada cinta yang memadukan jiwanya
dan jiwa lelaki yang dicintainya.
Kasih sayangnya tercurah-hati
menjadikan masing-masing
sebagai satu anggota badan kehidupan
dan dalam satu kalimat di atas bibir Tuhan.”
OO
“Hari ini aku telah bersama laki-laki yang kucintai,
ia dan aku menyatu dalam nyala obor Tuhan
yang telah diciptakan sebelum dunia ada.
Tak ada satu kekuasaan pun di alam ini
yang mampu merampas kebahagiaanku.
Karena kebahagiaanku memancar
dari rengkuhan dua jiwa
yang dipadukan oleh saling pengertian
dan dipayungi dengan cinta kasih”
OO
“Cinta memiliki jemari yang sehalus sutera,
yang kuku-kukunya yang runcing meremas jantung
dan membuat manusia menderita karena duka.
Dan cinta adalah sekumpulan duka
yang terangkum dalam pujian doa,
membumbung ke angkasa bersama
harum aroma dupa.”
OO
“Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai,
tapi cinta yang tak terbatas
hanya terbatas menginginkan cinta itu sendiri,
cinta yang tumbuh dalam perpaduan kenaifan
dan gairah masa muda,
memuaskan diri dengan memiliki dan tumbuh dengan pelukan.
Tapi cinta yang dilahirkan bersama segala rahasia malam
tidak pernah puas dengan apa pun
selain keabadian dan kelestarian
dan ia hanya membungkuk dan patuh kepada Tuhan.”
OO
“Tuhanku, arah tujuanku adalah kepuasanku;
aku adalah hari kemarinmu dan Dikau adalah hari esokku.
Aku adalah akarmu di bumi
dan Dikau adalah bungaku di langit,
dan bersama-sama kita tumbuh
di depan wajah matahari”
OO
“Aku adalah ombak. Aku dan pantai adalah sepasang kekasih.
Angin menyatukan dan memisahkan kami.
Aku datang dari atas temaram, untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya,
dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku.
Menjelang fajar kubacakan dalil gairah buat kekasihku,
dan ia menarikku ke dadanya.
Di senja hari kunyanyikan doa kerinduan,
dan ia memelukku.”
OO
“Cinta telah menjadi sebuah lingkaran cahaya
yang awalnya adalah akhir,
dan akhirnya adalah awal.
Lingkaran cahaya itu mengelilingi setiap makhluk
dan meluas dengan perlahan
memeluk semua yang hidup.”
OO
“Anak kalian bukanlah anak kalian.
Mereka putra-putri kehidupan
yang merindu pada dirinya sendiri.
OO
“Dia mencari penyatuan bersamaku
di istana kejayaan,
yang dia bangun di atas tengkorak kelemahan,
atau dalam emas dan perak.
Tetapi aku akan muncul padanya
di rumah sederhana yang dibangun Tuhan,
di atas gundukan arus-arus perasaan.
Kekasihku mencintaiku dan mencariku
dalam ciptaan-ciptaannya,
tetapi dia hanya akan menemukanku
dalam ciptaan-ciptaan Tuhan”
OO
“Cinta
adalah satu-satunya kebebasan di dunia,
karena cinta membangkitkan semangat
yang hukum-hukum kemanusiaan
dan gejala-gejala alami pun
tak bisa mengubah perjalanannya”
OO
“Ada sesuatu yang lebih agung dan murni
daripada yang diutarakan oleh mulut.
Keheningan menerangi jiwa-jiwa kami,
berbisik ke jantung hati dan menyatukannya.
Keheningan memisahkan kami dari diri-diri kami,
membawa kami melayari cakrawala jiwa
dan mendekatkan kami pada Surga.
Keheningan menyadarkan kami
bahwa tubuh tak lebih dari penjara,
dan bahwa dunia ini hanyalah sebuah tempat
pengasingan”
OO
“Barangsiapa tidak melihat malaikat dan iblis
dalam keindahan dan keculasan hidup
akan tercampak jauh dari ilmu pengetahuan,
dan jiwa pun akan hampa dari rasa cinta kasih”
OO
“Seorang pemuda bertubuh kokoh dan kuat lewat,
dalam suara nyanyian dan berkata,
“Cinta adalah keteguhan hati
yang ditambatkan pada kemanusiaanku,
yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu,
dan masa depan”
OO
“Dalam kesunyian malam,
ketika hantu malam memeluk semua ciptaan,
aku melihat segala sesuatu,
kadang-kadang bernyanyi dan berbisik.
Kesedihan adalah aku,
karena menatap malam telah membuatku sia-sia.
Tetapi aku seorang pecinta,
dan aroma cinta adalah kesadaran.”
OO
“Cinta yang hadir di antara kenaifan
dan kebangkitan anak-anak muda
memuaskan cintanya dengan rasa saling memiliki,
dan cintanya mekar
dalam pelukan-pelukan mesra.”
OO
“Manusia mencengkeram harta kekayaan
yang membekukan bagai salju,
namun obor cinta kasih senantiasa kucari,
agar nyala apinya menyucikan hatiku
dan menghanguskan benih penyakit kedurhakaan.
Karena himpitan kebendaan membunuh manusia,
pelan tanpa derita,
cinta kasih membuatnya terjaga,
dan perih menghidupkan kepekaan jiwa.”
OO
“Hati nurani wanita tak berbuah oleh waktu dan musim,
bahkan jika mati abadi,
hati itu takkan hilang sirna.
Hati seorang wanita laksana sebuah padang
yang berubah jadi medan pertempuran,
sesudah pohon-pohon ditumbangkan
dan rerumputan terbakar
dan batu-batu karangn memerah oleh darah
dan bumi ditanami dengan tulang-tulang
dan tengkorak-tengkorak,
ia akan tenang dan diam seolah tak ada sesuatu pun terjadi,
karena musim semi dan musim gugur datang pada waktunya dan memulai pekerjaannya.”
OO
“Terus terang,
tidak banyak orang dewasa yang bisa melihat alam.
Pecinta alam adalah dia
yang perasaannya luar-dalam
sungguh sesuai satu sama lain;
yang telah memelihara semangat masa kecil
bahkan sampai memasuki era manusia dewasa.”
OO
Keabadian tak menyimpan apa-apa kecuali cinta,
karena cinta adalah keabadian itu sendiri.
OO
Cinta tak memberikan apa pun,
kecuali keseluruhan dirinya,
utuh penuh, dia pun tak mengambil apa-apa,
kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tak memiliki ataupun dimiliki.
Karena cinta telah cukup untuk cinta.
OO
Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu,
demikian pula dia akan menyalibmu.
Demi pertumbuhanmu,
begitu pula demi pemangkasanmu.
Sebagaimana dia membumbung,
mengecup puncak-puncak ketinggianmu,
membelai mesra ranting-ranting terlembut
yang bergetar dalam cahaya matahari,
demikian pula ia menghujam ke dasar akarmu,
mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.
OO
Jangan anggap cinta datang
dari persahabatan yang lama dan hubungan akrab.
Cinta adalah anak keturunan kecocokan jiwa.
Dan jika kecocokan itu tidak ada,
cinta tak akan pernah tumbuh,
dalam hitungan tahun bahkan generasi.
OO
Cinta kasih di dalam hati itu
terbagi-bagi bagaikan dahan-dahan pohon cedar.
Jika pohon itu kehilangan satu dahan yang kuat,
ia akan menderita namun tidak mati.
Pohon itu akan menumpahkan seluruh daya hidupnya
ke dalam dahan berikutnya,
sehingga ia akan tumbuh
dan mengisi tempat yang kosong.
OO
Kau punya banyak kekasih,
tapi hanya aku yang mencintaimu.
Lelaki lain mencintai diri sendiri.
Ketika berdekatan denganmu,
aku mencintaimu dalam dirimu sendiri.
Lelaki lain melihat kecantikan dalam dirimu
yang akan memudar lebih cepat
daripada usia mereka sendiri.
Tapi aku melihat dalam dirimu kecantikan
yang tak akan memudar, dan pada musim gugur usiamu,
kecantikan itu tidak takut menatap dirinya sendiri
dalam cermin, dan tak akan dicela.
Hanya aku yang mencintai
yang tak tampak dalam dirimu.
OO
Jika engkau dalam kecemasan,
hanya kedirian cinta dan kesenangannya yang engkau cari,
maka lebih baiklah bagimu menutupi tubuh.
Lalu menyingkir dari papan penempaan,
memasuki dunia tanpa musim,
di mana engkau dapat tertawa,
namun tidak sepenuhnya.
Tempat engkau pun dapat menangis,
namun tidak sehabis air mata.
OO
Dengan cinta,
laksana butir-butir gandum engkau diraihnya,
ditumbuknya engkau sampai polos telanjang,
diketamnya engkau,
agar bebas dari kulitmu,
digosoknya hingga menjadi putih bersih,
diremas-remasnya hingga menjadi bahan yang lemas dibentuk.
Akhirnya diantarkan kepada api suci,
laksana roti suci yang dipersembahkan pada pesta kudus Tuhan.
Demikianlah pekerti cinta atas diri manusia,
agar engkau pahami rahasia hati dan kesadaran itu
menjadikanmu segumpal hati kehidupan.
OO
Cinta tiada lain kecuali maknanya.
Namun jika engkau mencintai dengan banyak keinginan,
wujudkan menjadi keinginanmu;
Luluhkan hati, mengalir bagai kali,
nyanyikan lagu persembahan malam,
kenali kepedihan kemstraan yang terlalu dalam,
merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta,
serta meneteskan darah duka dan cita,
terjaga di fajar dengan hati seringan awan.
Menyusuri hati penuh sinar cinta.
OO
Cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa.
Ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah
yang membawa hati bersama-sama.
Tidak ada yang lebih besar dan suci
daripada apa yang diucapkan mulut.
Dia memancarkan jiwa kita,
bisikan hati kita.
Dan membawa keduanya bersama-sama.
OO
Kasih sayang dan kekerasan
selalu berperang di hati manusia
seperti malapetaka yang berperang
di langit malam yang pekat ini.
Tetapi kasih sayang selalu dapat mengalahkan kekerasan.
Karena, ia adalah anugerah Tuhan.
Dan ketakutan-ketakutan malam ini akan berlalu dengan datangnya siang.
OO
Siapa di antara kamu yang tidak merasakan
bahwa kekuatan untuk mencintai adalah tanpa batas?
Dan bukanlah waktu sebagaimana halnya cinta tak terbagi
dan tak mengenal ruang.
OO
Andaikata tidak tampak dan tidak terdengar,
cahaya dan suara tidak punya arti apa-apa
selain berupa kekaburan dan getaran di angkasa.
Demikian pula,
apabila cinta tidak terasa dalam hati,
yang ada hanya debu
yang tertiup dan terberai oleh angin.
OO
Karena cintalah dunia dipelihara,
karena cinta setiap makhluk
terus mempertahankan diri sendiri-sendiri,
dan karena cinta mata yang utuh menjadi bagian-bagiannya.Dia yang menyebut cinta demi masyarakat manusia tidak salah, karena efek aneh dan kesan ajaib
yang ia hasilkan di kalangan manusia.
OO
Setiap cinta adalah yang terbaik di dunia ini,
dan yang paling menyenangkan.
Cinta tidak seperti sepotong kue yang bisa dipotong;
besar dan kecil.
Semua cinta. Tentu saja kau bisa mengatakan
“Dia adalah yang paling kucintai di dunia ini”
Siapa pun yang kita cinta dan setiap orang yang kita cintai,
bagi kita adalah orang yang tercinta di dunia ini.
OO
Bunga-bunga padang adalah anak-anak kasih semesta alam,
dan anak-anak manusia adalah bunga-bunga cinta
dan kasih sayang.
OO
Terpujilah cinta yang mampu mengisi kesepian manusia,
dan mengakrabkan hatinya dengan manusia lain.
OO
Cinta adalah karunia Tuhan
kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung.
Haruskah kita campakkan kekayaan ini
dan kita biarkan babi-babi itu memporak-porandakan
dan menginjak-injaknya.
Dunia begitu penuh keajaiban dan keindahan.
Lalu mengapa kita hidup dalam terowongan sempit
yang digali oleh pendeta itu untuk kita.
Hidup penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan,
mengapa kita tetap membiarkan belenggu
di pundak dan kita patahkan rantai yang menjerat kaki kita,
lalu berjalan bebas menuju kedamaian.
OO
Cinta akan diri sendiri,
menghasilkan kecongkakan buta,
dan kecongkakan menciptakan kesukuan,
dan kesukuan membangun kekuasaan,
dan kekuasan penyebab penaklukan
dan penindasan.
OO
Cinta adalah seorang tuan rumah
yang penuh kasih sayang kepada para tamunya,
walaupun bagi rumahnya yang tak diharapkan
merupakan sebuah khayalan dan penghinaan.
OO
Cinta bukanlah kelemahlembutan atau kemurahan hati,
atau apa saja dari kebaikan-kebaikan yang diberikan
atau tidak diberikan dengan panjang lebar.
Cinta adalah membagi, memahami,
memberikan kebebasan, menjawab panggilan
dan cinta adalah kehidupan.
OO
Alangkah buruknya
kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan
dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.
OO
Cinta adalah seekor burung yang cantik,
meminta untuk ditangkap
tapi menolak untuk disakiti.
OO
Berkasih-kasihlah,
namun jangan membelenggu cinta,
biarkan cinta itu bergerak senantiasa,
bagaikan air hidup,
yang lincah mengalir antara pantai dan kedua jiwa.
OO
Cinta di antara roh seperti anggur dalam piala kristal,
muncul menjadi air tetapi kebenaran adalah kehidupan.
OO
Kita akan melampaui senja,
secara kebetulan membangunkan fajar dari dunia lain.
Tapi cinta akan tetap tinggal,
dan bekas-bekas jarinya takkan terhapus.
Direstui menempa pembakaran, berloncatan bunga-bunga api,
dan tiap bunga api adalah sebuah matahari.
Itu lebih baik bagi kita, lebih arif,
menemukan sebuah bayangan yang tersangkut
dan tidur di bumi kedewasaan kita,
dan biarkan cinta, manusia dan papa,
memimpin hari yang akan tiba.
OO
Kasih, api cinta itu turun dari langit
dalam berbagai bentuk dan rupa,
namun pengaruh mereka di dunia adalah satu.
OO
Pandangan pertama kekasih
adalah seperti sang jiwa yang digerakkan
di atas permukaan air,
yang dialirkan ke langit dan ke bumi.
Pandangan pertama teman hidup menggemakan
kata-kata Tuhan,
“Biarkan saja apa adanya...”
OO
Setiap orang pasti akan teringat
akan cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali
hari-hari yang asing itu,
yang kenangannya mengubah perasaan di relung hatinya
dan membuatnya begitu bahagia
di balik segala kepedihan misterinya.
OO
Setelah kami dewasa,
cinta tumbuh di antara kami sampai menjadi pemilik mutlak, yang kami layani dengan kasih sayang
dari kedua hati kami.
Cinta menghela kami kepadanya,
dan kami memuliakan jiwa kami yang paling dalam,
dan cinta merangkul kami.
OO
Di dekat mereka terdapat sebuah batu,
di mana terukir kalimat,
“Cinta telah menyatukan kami,
lalu siapa yang dapat memisahkan kami?
Kematian telah menjemput kami,
lalu siapa yang dapat membawa kami kembali?”
OO
Cintanya penuh dengan kedamaian
seperti damainya alam.
Dia tak memiliki alasan
untuk menyesuaikan diri denganmu,
tidak pula memberimu pilihan untukmu.
Engkau hanya melihat kenyataan seperti alam.
Engkau nyata dan dia juga nyata,
dua kekuatan yang saling mencintai.
OO
Kita ini satu, kekuatanmu.
Kau telah memasuki diriku,
dan salah satu dari kita tidak bisa memutus hubungan
tanpa menghancurkan yang lain.
Hubungan ini menjadi milik “diri” kita yang lebih besar.
Aku tidak bisa berpikir, berimajinasi, mencipta
dan bekerja tanpa kau, lebih daripada tanpa diriku sendiri.
Dan suatu hubungan harus kuat memikul derita
seperti hubungan kita
-dan menahan goncangan sedemikian rupa
seperti masa-masa menyakitkan yang sudah kita lewati.
Tetapi tanpa masa-masa menyakitkan itu,
kukira hubungan ini tidak akan jadi begitu indah.
OO
Dua belas tahun? Katamu dua belas tahun, Kekasihku?
Aku tidak mengukur kerinduanku
dengan sebuah tongkat yang berkilauan.
Aku juga tidak mampu mengucapkan kedalamannya.
Sebab cinta adalah kerinduan
yang mentahbiskan ukuran waktu.
OO
Cintaku padamu, wahai Kekasih,
akan tetap ada hingga akhir hidupku,
dan setelah mati Tangan Tuhan
akan mempersatukan kita kembali.
OO
Aku adalah pohon yang tumbuh di keteduhan,
dan kini aku menjulurkan dahan-dahanku
meraih getar cahaya hari.
Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal padamu,
Kekasihku, dan harapanku semoga perpisahan kita
akan seagung dan seindah cinta kita.
Biarlah perpisahan kita menjadi seperti api
yang melebur batangan emas
dan membuatnya menjadi lebih berharga.
OO
Cinta pertama adalah pengalaman paling indah
bagi semua manusia.
Cinta pertama penuh keindahan,
dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu,
memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni,
sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia
kehidupan ini.
OO
Keindahan adalah cahaya
yang memancar dari kesunyian jiwa
dan menyinari tubuh,
seperti kehidupan yang datang dari kasih bumi
yang memberikan warna bunga keindahan
dan mencipta dalam kalbu apa yang disebut cinta,
yang tercipta antara laki-laki dan perempuan.
OO
Keindahan sejati terletak pada keserasian spiritual
yang diberi nama cinta.
Yang dapat bersarang di antara seorang lelaki
dan seorang wanita.
OO
Seseorang harus punya seorang sahabat
untuk bercakap-cakap pada saat malam yang sunyi
dan selama berjalan-jalan di taman.
Dan engkau adalah sahabatku itu, Kekasihku.
OO
Aku menghormati suamiku,
karena dia seorang yang baik dan berhati lembut.
Dia juga selalu membuatku bahagia.
Dia dengan rela memberikan kekayaannya kepadaku
agar aku selalu merasa bahagia,
akan tetapi tidak ada satu pun dari semua ini yang sederajat dengan cinta suci dan sejati,
cinta yang membuat segala sesuatu tampak kecil sementara cinta sendiri tetap besar.
OO
Jangan pisahkan aku darimu
dan jangan pernah mengatakan aku tak setia,
karena tangan cinta yang mengikat jiwaku dan jiwamu lebih kuat dari tangan pendeta yang menghantarkan tubuhku pada kehendak suamiku.
OO
Engkau, Cintaku!
Aku mendengarkan panggilanmu
dari balik lautan dan merasakan sayap-sayapmu menyekaku. Aku terbangun dan meninggalkan kamarku
serta pergi ke padang-padang.
Kakiku dan kurungan jubahku basah oleh embun malam,
aku berdiri di bawah pohon badam yang berbunga
dan mendengarkan panggilan jiwamu, Cintaku.
OO
Hal paling indah,
adalah bahwa kau dan aku selalu berjalan bersama,
bergandengan tangan dalam keindahan dunia ini
tanpa diketahui orang lain.
Kita berdua menengadahkan tangan
untuk menerima Sang Kehidupan
sebab Sang Kehidupan itu dermawan.
OO
Hubungan antara kau dan aku
merupakan hal paling indah dalam hidupku.
Sesuatu yang paling mengesankan
yang pernah kuketahui dalam hidup.
Dan akan selalu kukenang.
OO
Pernikahan tidak memberi seseorang hak
untuk memiliki orang lain,
kecuali hak dan kebebasan
yang diberikan orang lain pada kita.
OO
Ibu adalah segala-galanya.
Dialah penghibur kita dalam kesedihan,
tumpuan harapan kita dalam penderitaan,
dan daya kekuatan kita dalam kelemahan.
Dialah sumber cinta kasih, belas kasihan,
kecenderungan hati, dan ampunan.
Barangsiapa kehilangan ibunya,
hilanglah sebuah jiwa murni
yang memberkati dan menjagainya siang dan malam.
OO
Cinta setubuh padas!
Bergelang waktu menggoda
sesal anak rahim di kandung celaka.
Mengunci tabir di buih-buih selaksa doa.
Mungkin karunia itu berakhir patah, atau
sekedar mengusap lempeng cumbu
bertahta angin! Dan cinta kian
menitik air mata di seanyam arang,
mantra hati menyusut di susuk semangat.
“Kembalikanlah amarahku; oh, cermin sangga!”
Lembut suara angannya mengelus padas,
agar memeluk kerat penguak duri
percintaan bersanding ajal.
OO
Ketika hati melangkah,
ketika hasrat menggema
ketika rasa bergetar saat itu daya tak kuasa
menemukan kekasih hati
OO
Dimanakah posisi cinta
dikala hati menginginkannya
apakah cinta hanya sebuah pelampiasan
dari hasrat diri
dimanakah rasa
dikala posisi cinta bergeser
OO
Cinta, adakah cinta untukku
apakah cinta bisa berbuat adil
Entahlah... dayaku tak kuasa lagi
untuk menemukan cinta.
OO
“Jika kita mencintai seseorang,
kita akan senantiasa mendoakanya
walaupun dia tidak berada di sisi kita.”
OO
Perasaan cinta itu dimulai dari mata,
sedangka rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kamu coba menutup matamu
dari orang yang kamu cintai,
cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal
di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
OO
“Cinta tak selalu bersama jodoh,
tapi jodoh selalu bersama cinta.”
OO
“Kamu tahu bahwa kamu merindukan seseorang,
ketika kamu memikirkannya, hatimu hancur berkeping.”
“Dan hanya dengan mendengar kata “hai” darinya,
dapat menyatukan kembali
kepingan hati tersebut.”
OO
“Kata-kata cinta yang lahir hanya sekedar di bibir
dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas
mampu untuk mengobati segala luka di hati orang
yang mendengarnya”
OO
“Jika ahli kimia
dapat mencari dari bagian-bagian hatinya
rasa kasihan, hormat, mendamba, kesabaran, penyesalan,
terkejut dan pemaaf, dan menjadikannya satu kesatuan,
maka dia telah menciptakan sebuah atom
yang disebut cinta”
OO
“Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat ketika kita
menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh di dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.”
OO
“Terpujilah cinta yang mampu mengisi kesepian manusia,
dan mengakrabkan hatinya dengan hati manusia lain.”
OO
Kita akan melampaui senja;
secara kebetulan membangunkan fajar dari dunia yang lain.
Tapi cinta akan tetap tinggal,
dan bekas-bekas jarinya takkan terhapus.
Direstui menempa pembakaran,
berloncatan bunga-bunga api, dan tiap bunga api
adalah matahari.
Itu lebih baik bagi kita, lebih arif,
menemukan sebuah bayangan yang tersangkut
dan tidur di bumi kedewaan kita,
dan biarkan cinta, manusia dan yang papa,
memimpin hari yang akan tiba.
OO
Jangan menangis, Kekasihku.
Cinta tercipta untuk membuat mata-mata kita
dan menjadikan kita pelayannya,
agar kita mendapat anugerah kekuatan dan ketabahan.
Hentikan airmatamu,
karena kita telah mengangkat sumpah.
OO
Curahan hatiku kepadamu-apa maksud semua itu?
Sebenarnya, aku tidak tahu
apa yang kumaksudkan dengan semua ini.
Akan tetapi, aku tahu bahwa kau adalah kekasihku
dan bahwa aku memuja cinta.
Kemiskinan dan kerja keras yang didampingi cinta
jauh lebih baik daripada kekayaan tanpa cinta.
OO
Patahnya cinta itu menyanyi,
kesedihan pengetahuan itu berbicara,
melankolis keinginan berbisik, dan derita kemiskinan menangis. Tetapi ada kesedihan yang lebih dalam dari cinta,
lebih tinggi dari pengetahuan, lebih kuat dari keinginan,
dan lebih pahit dari kemiskinan.
Kesedihan seperti itu bisu tanpa suara;
sedang matanya berkedip bagai bintang-bintang.
OO
Karena himpitan benda membunuh manusia, pelan,
tanpa derita, tapi cinta kasih membuatanya terjaga,
dan pedih perih menghidupkan kepekaan jiwa.
OO
Kebisuan malam adalah utusan yang paling berjasa
di antara dua hati, karena ia mengemban pesan cinta
dan membawakan pujian dari hati kita.
Sebagaiman Tuhan membuat jiwa-jiwa kita
sebagai tawanan tubuh-tubuh kita.
OO
Kita akan berjalan memasuki temaram.
Mungkin saja akan bangun ke dalam tubuh dunia lainnya.
Tetapi cinta kan tetap tinggal;
dan bekas-jarinya tidak akan terhapuskan.
Akan lebih baik buat kita, lebih bijaksana,
untuk mencari sudut yang rindang dan tidur
dalam kesucian bumi kita.
Dan biarkan cinta manusia dan kelemahan,
menguasai masa depan.
OO
Cinta membuat jalan keras menjadi lunak
dan membalikkan kegelapan menjadi cahaya,
serta kehormatan yang berada di hadapan jiwa.
Menggalakkannya dari gairah dan keinginannya.
Cinta diberikan Tuhan dalam hati.
Kehormatan dicurahkan oleh hukum-hukum manusia
menuju pikiran.
OO
Orang-orang yang oleh cinta tidak diberi sayap
tidak akan bisa terbang di balik awan
untuk melihat dunia magis,
di mana jiwaku dan jiwa kekasihku hidup bersama-sama
di satu kebahagiaan yang menyedihkan.
Mereka yang tidak dipilih oleh cinta sebagai pengikutnya
tidak akan mendengar ketika cinta memanggil-manggil.
OO
Ketika dua orang saling mencinta,
mereka harus seperti bunga teratai
masing-masing kelopaknya satu demi satu,
menunjukkan hati emasnya tidak erat tertutup,
agar membias di kolam, pohon-pohon, dan langit.
Padahal terlalu banyak manusia
yang hatinya tertutup.
OO
Dengan cinta,
laksana butir-butir gandum engkau diraihnya,
ditumbuknya engkau sampai polos telanjang,
diketamnya engkau agar bebas dari kulitmu,
digosoknya hingga menjadi putih bersih, diremas-remasnya
hingga menjadi bahan yang lemas dibentuk.
Akhirnya diantarkan kepada api suci,
laksana roti suci yang dipersembahkan
pada pesta kudus Tuhan.
Demikian pekerti Cinta atas diri manusia,
supaya engkau pahami rahasia hati,
dan kesadaran itu menjadikanmu
segumpal hati Kehidupan.
OO
Kuingatkan padamu,
janganlah bertarung untuk berebut singasana cinta,
karena cinta dan keindahan
selalu akan tunduk dalam damai.
Ingatlah ketika cinta memandang,
ia adalah sebuah penyakit di antara daging dan tulang,
dan hanya ketika masa muda telah lewat,
rasa sakit akan memberinya kekayaan
dan penderitaan membawa pengetahuan.
OO
Apabila engkau mencintai, jangan berkata:
“Tuhan ada di dalam hatiku.”
Tetapi sebaiknya engkau merasa:
“Aku berada di dalam Tuhan.”
Dan juga jangan mengira,
bahwa engkau dapat menentukan arah jalannya cinta,
karena cinta apabila telah memilihmu,
dia akan menentukan perjalanan hidupmu.
OO
Karena cintalah dunia dipelihara,
karena cinta setiap makhluk
terus mempertahankan diri sendiri-sendiri,
dan karena cinta mata yang utuh
menjaga bagian-bagiannya…
dia yang menyebut cinta dewi masyarakat manusia tidak salah, karena efek aneh dan kesan ajaib
yang dihasilkan di kalangan manusia.
OO
Mereka katakan jika orang memahami dirinya,
dia memahami semua orang.
Tetapi aku katakan padamu,
apabila orang mencintai seseorang,
dia belajar sesuatu mengenai dirinya sendiri.
OO
Alangkah buasnya cinta
yang menanam sekuntum bunga
dan membongkar semua tanaman;
Sebab ialah yang menyegarkan kita,
apa yang akan membuat kita marah sepanjang zaman.
OO
Cinta tiada berkeinginan
selain mewujudkan maknanya.
Namun jika engkau mencintai disertai berbagai keinginan,
wujudkanlah dia jadi keinginanmu:
Meluluhkan diri, mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan lagu persembahan malam,
mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam,
merasakan luka akibat perngetianmu sendiri tentang cinta,
serta meneteskan darah suka rela serta suka cita,
terjaga di fajar subuh dengan hati seringan awan.
OO
Manusia tidak dapat menuai cinta
sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan
dan mampu membuka pikirannya,
dan merasakan kesabaran yang pahit
dan kesulitan yang menyedihkan.
OO
Pada cinta pemahaman diperlukan.
Untuk mencintai berarti kita harus memahami
sekalipun memahami dengan badan.
Ketika misalnya saya melihat keindahan bunga-badan
saya memahami keindahannya
tergambar ada padanya.
OO
Terkadang aku berkata pada hati,
“Jurang pemisah ini disebabkan oleh sesuatu
yang tidak beres dalam diriu.
Kalau yang salah itu dibereskan,
aku akan amat dekat dengan semua orang
dan mungkin akan mencintai mereka
dengan cinta yang baru.”
OO
Rasa cinta adalah hiburanku
yang kala malam mendendangkan lagu-lagu kebahagiaan,
membangunkanku di kala fajar,
untuk mengungkap makna hidup.
Cinta yang dianugerahkan oleh Tuhan,
terbebas dari rasa dengki karena harta,
tak pernah menyakiti raga karena ia ada dalam jiwa.
Ia adalah sebuah pertalian kokoh
yang memandikan jiwa dalam ketabahan,
rasa lapar luar biasa,
yang mengisi jiwa dengan karunia.
OO
Musuh berkata padaku, “Cintailah musuhmu.”
Dan aku mematuhinya serta mencitai dariku.
OO
Semaikan benih dan bumi akan memberi kamu bunga.
Mimpikan impianmu sampai ke langit
dan ia akan memberimu yang kamu cintai.
OO
Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan
dibanding sesuatu yang agung, yang tersembunyi di balik cinta.
OO
Cinta senantiasa malu terhadap kecantikan,
namun kecantikan akan selalu diburu cinta.
Dan pernahkah cinta menentang benci dengan kekuatan
yang lebih hebat dari cinta itu sendiri?
OO
Wahai langit...
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini.
Begitu rapuh dan mudah terluka.
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa.
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Di dalam hati ini.
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat.
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada.
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernahkah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini.
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini...
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga...
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia...
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu…
Di sudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan...
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah…
Kucoba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah...
Tertusuk duri-duri yang tajam…
Hanya bisa meratap…
Meringis...
Mencoba menggapai sebuah pegangan...
mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja juga menykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku….
datang... selalu….
semilir angin getar amarah gelora renjana teramat sangat
inilah rasa…
dalam pacu-pacu waktu yang tak tertahankan kekasih…
aku rindu padamu.
OO
Sepenggal catatan dalam ingatan sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan tertunduk…
dukanya tak terukur…
memahami sedih di hatinya namun yang ada
hanya… rindu
aku merindukanmu ketika aku tahu kau telah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu ketika malam
tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu diantara gelapnya hutan…
OO
Sejak kehadiranmu hingga kini
Ruang hatiku beraroma wangi
Buaian bunga-bunga rindu menari
Yang kau tinggalkan di hati
Makin hari bersemi tanpa layu senyum ini
Tersirami cinta suci darimu kekasih hati
OO
Jangan biarkan aku sendiri
Kuhanya ingin memiliki
Dirimu seutuhnya cinta sejati
Menjadi harga mati tak tertawar lagi
OO
Andai ada pengganggu hati
Hati ini tegas menghadapi
Janganlah engkau ragu lagi
Hati ini milikmu abadi
OO
Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu
OO
Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan
dari kesadarannya.
Itulah percikan api pertama
yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik
dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa
tentang risalah hari-hari
yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran
yang dilakukan malam,
menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia
dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.
OO
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar,
Dewi cinta,
dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati,
perasaan memeliharanya,
dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.
OO
Pandangan pertama kekasih
adalah seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju surga dan bumi.
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan,
“Jadilah, maka terjadilah ia.”
OO
“Jika manusia kehilangan sahabatnya,
dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat
sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya...
Akan tetapi apabila hati manusia
kehilangan kedamaiannya,
dimanakah dia akan menemukannya,
bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali?”
OO
“...kuhancurkan tulang-tulangku,
tetapi aku tidak membuangnya
sampai aku mendengar suara cinta memanggilku
dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang.”
OO
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan karena alasan duniawi
dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta...
terus hidup...
sampai kematian datang dan menyeret mereka
kepada Tuhan...”
OO
“Setetes airmata menyatukanku
dengan mereka yang patah hati;
seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku
dalam keberadaan...
Aku merasa lebih baik jika aku mati
dalam hasrat dan kerinduan...
ketimbang jika aku hidup menjemukan
dan putus asa”
OO
Uang receh yang engkau jatuhkan
ke dalam tangan-tangan rapuh yang terulur di hadapanmu adalah satu-satunya rantai emas yang mengikat hatimu
yang mulia dengan hati Tuhan yang penuh cinta.
OO
Belajar adalah memelihara benih
namun tidak memberimu benih dari dirinya.
OO
Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu.
Keindahan adalah cinta yang tidak memberi
namun menerima.
OO
Kecantikan tidak terletak pada wajah,
kecantikan adalah cahaya di dalam hati.
OO
Kemajuan bukanlah semata-mata perbaikan dari masa silam, kemajuan adalah bergerak maju menuju masa depan.
OO
Orang bodoh yang sombong
menyalahkan cermin dan bukan langitnya,
dan menyalahkan bayangannya dan bukan bulan
yang bercahaya dari ketinggian langit.
OO
Surga bukanlah ditemukan dalam penyesalan manusia.
Surga ditemukan dalam hati yang suci.
OO
Di dalam hasrat manusia,
ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut
dalam diri kita menjadi matahari.
OO
Jiwaku,
kehidupan itu seperti seekor kuda di malam hari;
semakin cepat larinya,
semakin dekatlah pagi hari.
OO
Jiwa manusia hanyalah bagian
dari lentera yang menyala
yang diambil Tuhan dari diri-Nya
pada saat penciptaan.
OO
Segala sesuatu yang dicintai anak-anak
akan terus dikenang di dalam relung hati manusia sampai tua. Hal yang paling indah
adalah bahwa jiwa kita tetap berkelana
di atas tempat-tempat
yang dulu pernah kita singgahi.
OO
Kematian adalah akhir dari anak-anak bumi.
Tetapi bagi jiwa,
kematian adalah suatu awal,
suatu kemenangan akan kehiduan.
OO
Kemuliaan bukanlah terletak
pada kedudukan yang mulia.
Kemuliaan adalah milik mereka
yang menolak kedudukan.
OO
Neraka bukan dirasakan di dalam siksaan,
neraka ada di dalam hati yang hampa.
OO
Manusia yang tidak memberontak
melawan penindasan
berarti sudah berbuat tidak adil terhadap dirinya sendiri.
OO
Penampilan segala sesuatu
berubah menurut perasaan,
dan karenanya kita dapat melihat keindahan
dan pesona di dalamnya,
sementara pesona dan keindahan
sebenarnya hanya terdapat di dalam diri kita.
OO
Manusia yang belum pernah mengalami penderitaan
tidak akan pernah mengalami kebahagiaan.
OO
Rahasia sebuah hati disandangkan
di dalam penderitaan,
dan hanya di dalam penderitaan,
sukacita bisa ditemukan.
Sementara kebahagiaan hanya berfungsi
untuk menyembunyikan misteri terdalam
dari kehidupan.
OO
Pengetahuan terkini dari manusia
adalah kabut di atas ladang.
Ketika matahari beranjak naik
mendekati cakrawala,
kabut akan menyerah kepada cahayanya.
OO
Berpasangan engkau telah diciptakan,
dan selamanya engkau akan berpasangan.
Bersamalah dikau
tatkala Sang Maut merenggut umurmu,
Ya, bahkan bersama pula kalian,
dalam ingatan sunyi Tuhan.
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu,
tempat angin surya menari-nari diantaramu.
OO
Kini bibirku telah beku,
tak mampu lagi berucap
mataku telah terpejam,
tak mampu lagi menatapmu
tak sedikitpun keberanianku tuk berhadap denganmu
kau bukan lagi sahabatku yang dulu
sadarkah, segala yang telah ku beri selama ini,
semua itu ku lakukan karena kau sahabatku
namun kau telah salah mengartikannya
OO
Kau fikir ini cinta? Kau salah!
bagaikan seorang seniman besar
yang telah berhasil menyelesaikan karya terindahnya
kau pamerkan semua ini pada orang sekitarmu
dengan paras kemenanganmu
kau paparkan bahwa aku mencintaimu
sadarlah, ini hanyalah rasa persahabatan
bedakan antara sahabat dan cinta
OO
Aku hanya seorang teman
yang sekedar ingin menjadi sahabat terbaikmu
namun apa yang kau lakukan
kau hancurkan semua,
sikap dinginmu yang sengaja kau tunjukkan
sebagai rasa protesmu akan cinta,
cinta yang sebenarnya tak pernah ada
jauh dalam hatiku, aku rindu akan dirimu yang dulu
OO
Aku mencintai orang
yang sudah menjadi milik orang lain...
aku menyayanginya,
begitu tulus aku kagumi dia,
sampai-sampai aku tak pernah tega
melihat kesedihannya,
sungguh aku ingin menjaganya,
aku ingin menggantikan peran
kesedihannya,
jika itu terlalu berat baginya,
Tuhan,
tolong aku, jagalah dia jika masih di jalan yang benar,
Tuhan,
lindungi dia jika aku lalai melindunginya,
Tuhan,
inilah do’a untuknya yang
mewakili hatinya jika dalam
kebimbangan...
karena aku sayang dia...!
OO
Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yang nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang,
Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Apabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan apabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang
yang memantulkan cahaya bintang-bintang
bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah
Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
OO
Ada orang mengatakan padaku,
“Jika engkau melihat ada hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang bermimpi akan kebebasan.”
Kujawab, ”Jika engkau melihat ada hamba tertidur,
bangunkan dia dan ajaklah berbicara tentang kebebasan.”
OO
Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan.
Karena aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton
yang menyaksikan perarakan berlalu.
Aku berjalan selalu di pantai ini.
Antara pasir dan buih,
Air pasang bakal menghapus jejakku.
Dan angin kencang menyembur hilang buih putih.
Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi.
OO
Aku mencintaimu saat engkau sujud di mesjidmu,
berlutut di pura mu,
berdoa di gereja mu.
Kau dan aku adalah anak-anak dari salah satu agama,
dan itulah jiwa.
OO
Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak.
Tetapi aku menyedari kebodohanku itu,
dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku.
OO
Alangkah mulianya hati yang sedih
tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan
bersama hati-hati yang gembira.
OO
Apakah nyanyian laut berakhir di pantai
atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?
OO
Banyak di antara yang kalian menderita
adalah pilihan kalian sendiri -
obat pahit kehidupan agar manusia sembuh
dari luka hati dan penyakit jiwa.
Percayalah tabib kehidupan
dan teguk habis ramuan pahit itu
dengan cekal dan tanpa bicara.
OO
Bekerja dengan rasa cinta,
bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,
dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.
Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu?
Bekerja dengan cinta bagaikan menenun kain
dengan benang yang ditarik dari jantungmu,
seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.
Belajar adalah memelihara benih namun tidak memberimu benih dari dirinya.
OO
Berpasangan engkau telah diciptakan,
dan selamanya engkau akan berpasangan.
Bersamalah dikau tatkala Sang Maut merenggut umurmu,
Ya, bahkan bersama pula kalian,
dalam ingatan sunyi Tuhan.
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu,
Tempat angin surya menari-nari diantaramu.
OO
Bila dua orang wanita berbicara,
mereka tidak mengatakan apa-apa;
tetapi jika seorang saja yang berbicara,
dia akan membuka semua tabir kehidupannya.
OO
Cinta tidak menyadari kedalamannya
dan terasa pada saat perpisahan pun tiba.
Dan saat tangan laki-laki
menyentuh tangan seorang perempuan
mereka berdua telah menyentuh
hati keabadian
OO
Suara kehidupanku memang tak akan mampu
menjangkau telinga kehidupanmu;
tapi marilah kita cuba saling bicara
barangkali kita dapat mengusir kesepian
dan tidak merasa jemu.
OO
Sukacita dan dukacita
adalah dua hal yang tak terpisahkan…
bersamaan mereka datang
dan ketika satu di antaranya duduk bersamamu…
ingatlah bahwa yang lainnya sedang tidur
di atas tempat tidurmu.
OO
Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian,
dan tetap diam bila tertimpa fitnah.
OO
Surga bukanlah ditemukan dalam penyesalan manusia.
Surga ditemukan dalam hati yang suci.
OO
Tapi bagaimanakah bekerja
dengan rasa cinta itu?
Bagaikan menenun kain dengan benang
yang ditarik dari jantungmu,
seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.
OO
Tidak ada sahabat sejati,
yang ada hanya kepentingan.
OO
Tubuh mempunyai keinginan
yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan karena alasan duniawi
dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta...
terus hidup...
sampai kematian datang dan menyeret mereka
kepada Tuhan..
OO
Tuhan telah memasang obor dalam hati kita
yang menyinarkan pengetahuan dan keindahan;
berdosalah mereka yang mematikan obor itu
dan menguburkannya ke dalam abu.
OO
Di dalam hasrat manusia,
ada kekuatan kerinduan yang mengubah kabut
dalam diri kita menjadi matahari.
OO
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan kau subur
dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa
dan mencarinya saat jiwa memerlukan
kedamaian.
OO
Dirimu terdiri dari dua;
satu membayangkan ia mengetahui dirinya
dan yang satu lagi membayangkan
bahwa orang lain mengetahui ia.
OO
Doa adalah lagu hati yang membimbing
ke arah singgasana Tuhan
meskipun ditingkah oleh suara ribuan orang
yang sedang meratap.
OO
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya.
Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama.
Semakin dalam kesedihan
menggoreskan luka ke dalam jiwa
semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan.
OO
Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji
kelemahan-kelemahanku yang ramah
dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku
yang pendiam.
OO
Ketika aku berdiri
bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
kamu memandang ke dalam diriku
dan melihat bayanganmu.
Kemudian kamu berkata,
“Aku cinta kamu.”
Tetapi sebenarnya,
kamu mencintai dirimu dalam diriku.
OO
Ketika tiba saat perpisahan
janganlah kalian berduka,
sebab apa yang paling kalian kasihi darinya
mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan
seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat
dari padang dan dataran.
OO
Manusia tidak dapat menuai cinta
sampai dia merasakan perpisahan
yang menyedihkan
dan yang mampu membuka pikirannya,
merasakan kesabaran yang pahit
dan kesulitan yang menyedihkan.
OO
Manusia yang belum pernah mengalami penderitaan
tidak akan pernah mengalami kebahagiaan.
OO
Manusia yang memperoleh kekayaannya
oleh karena warisan,
membangun istananya
dengan orang-orang miskin yang lemah.
OO
Nilai dari seseorang itu
ditentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya.
OO
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati;
satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.
OO
Orang-orang berkata,
“Jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri,
ia akan dapat memahami semua orang.”
Tapi aku berkata,
“Jika ada yang mencintai orang lain,
ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.”
OO
Penampilan segala sesuatu
berubah menurut perasaan,
dan karenanya kita dapat melihat keindahan
dan pesona di dalamnya,
sementara pesona dan keindahan sebenarnya
hanya terdapat di dalam diri kita.
OO
Penderitaan yang menyakitkan
adalah koyaknya kulit pembungkus kesedaran
seperti pecahnya kulit buah
supaya intinya terbuka merekah
bagi sinar matahari yang tercurah.
OO
Pengetahuan terkini dari manusia
adalah kabut di atas ladang.
Ketika matahari beranjak naik mendekati cakrawala,
kabut akan menyerah kepada cahayanya.
OO
Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah
jadi menderita:
penindasan pun tak dapat menghancurkan manusia yang berada di pihak kebenaran:
Socrates tersenyum ketika disuruh minum racun,
dan Stephen tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang benar-benar menyakitkan hati
ialah kesedaran kita yang menentang penyiksaan
dan penindasan itu,
dan terasa pedih bila kita mengkhianatinya.
OO
Persahabatan itu adalah tanggungjawaban yang manis,
bukannya peluang.
OO
Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit.
Kita tebang pohon itu dan menjadikannya kertas,
dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.
OO
Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan.
Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah
atau mulut yang tersenyum.
OO
Rahasia sebuah hati disandangkan
di dalam penderitaan,
dan hanya di dalam penderitaan,
sukacita bisa ditemukan.
Sementara kebahagiaan hanya berfungsi
untuk menyembunyikan misteri terdalam dari kehidupan.
OO
Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki;
tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya.
OO
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar,
melainkan tiang utama sebuah kapal layar.
OO
Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi.
OO
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur,
pun tidak tenggelam dimasa lampau.
OO
Sedikit pengetahuan disertai tindakan
adalah lebih berharga daripada banyak pengetahuan
namun tak ada tindakan apapun.
OO
Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran
kecuali kalau kebenaran itu menyakiti;
dan dari orang yang berperilaku baik
tetapi berniat buruk;
dan dari dia yang memperoleh nilai dirinya
dengan mencela orang lain.
OO
Sebagaimana cinta kasih
menghidupkan hati manusia dengan pedih perih,
demikian pula kedunguan mengajarinya jalan kearifan.
Pedih perih dan kedunguan
mengantarkan cita-cita agung
dan kearifan yang adiluhung,
sebab kearifan abadi tiada mencipta sesuatu yang sia-sia
di bawah asuhan matahari.
OO
Betapa sering aku menyalahkan diriku
untuk kejahatan yang tidak aku kerjakan,
agar orang lain merasa lega di hadapanku.
OO
Apabila kamu melihat seorang laki-laki mabuk
katakanlah dalam hatimu,
“Barangkali dia mencoba lari dari sesuatu
yang lebih buruk lagi.”
OO
Baru kemarin aku pikir diriku sebuah fragmen bergetar
tanpa irama dalam ruang kehidupan.
Kini kutahu bahwa akulah ruang,
dan semua kehidupan adalah fragmen-fragmen
yang bergerak dalam diriku.
OO
Manusia diberi kemampuan oleh Tuhan
untuk berharap dan berharap,
sampai kemudian dia berharap
untuk mengambil kelopak kelalaian dari matanya,
sehingga dapat menyaksikan diri sejati.
Dan siapa yang menyaksiakan kebenaran
dari kehidupan sejati untuk dirinya,
untuk semua manusia dan alam semesta.
OO
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi.
Dia ladang hati,
yang dengan kasih kautaburi
dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih.
Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan,
dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.
Jangan ada tujuan lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya jiwa.
OO
Jiwa yang mencapai kesempurnaan
mampu bersikap patuh meski akalnya memberontak,
dan akal yang paling kacau akan memberontak
terhadap apa yang dipatuhi oleh jiwa.
OO
Kusadari semua yang pernah terjadi,
bahwa hambatan untuk berdekatan denganmu
muncul dari kekerdilan dan ketakutan
dalam diriku.
OO
Kesenangan adalah nyanyian-kebebasan,
tetapi bukan kebebasan.
Ia serukan dari kedalaman ke ketinggian.
Ia adalah yang terkurung,
mengambil sayap,
tapi tak mampu mengarungi angkasa bebas.
OO
Saya adalah seorang pendosa di mata Tuhan
dan diri saya sendiri,
ketika saya makan rotinya dan menawarkan kepadanya
badan saya-demi kedermawaannya.
Kini saya suci bersih,
karena hukum cinta membebaskan manusia
dan membuatku terhormat serta penuh keyakinan.
OO
Kesunyian menyimpan semua
yang ingin kita katakan dengan kasih sayang,
semangat, dan dengan iman.
Dan kesunyian, kalau tidak mengangkat doa-doa kepada Tuhan,
akan membawanya ke mana pun kita inginkan.
OO
Wahai,
jika si bebal mengatakan
bahwa jiwa akan lenyap seperti raga,
jawabnya bahwa kembang pun akan sirna,
sekalipun benih tetap ada.
Itulah dalil ciptaan Tuhan.
OO
Orang-orang berkata,
jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri,
ia akan dapat memahami semua orang.
Tapi aku berkata,
jika ada yang mencintai orang lain,
ia dapat mempelajari sesuatu
tentang dirinya sendiri.
OO
Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang
di hati manusia seperti malapetaka
yang berperang di langit malam yang pekat ini.
Tetapi kasih sayang selalu dapat mengalahkan kekerasan.
Karena ia adalah anugerah Tuhan.
Dan ketakutan-ketakutan malam ini
akan berlalu dengan datangnya siang.
OO
Sebagaimana cinta kasih menghidupkan hati insan
dengan kepedihan demikian pula kedunguan
mengajarinya mencari jalan kebijaksanaan.
Rasa pedih dan bodoh mengantarkan insan
kepada suka cita agung dan kearifan luhur,
sebab Zat Yang Maha Agung
tiada menciptakan sesuatu yang sia-sia.
OO
Cinta -yang tak lain adalah Tuhan-
akan menerima aroma nafas dan air mata kita
seakan-akan ia adalah kepulan asap dupa,
dan memberi pahala kepada kita sebagaimana mestinya.
OO
Kita hanyalah makhluk hidup,
partikel-partikel debu yang beterbangan berputar-putar
di dalam kehampaan abadi dan tak terhingga.
Diri kita hanya untuk menyerah dan patuh.
Jika kita mencintai, cinta kita juga tidak berasal dari kita,
juga bukan kepunyaan kita.
Sekiranya kita bahagia,
kebahagiaan kita tidaklah dalam diri kita,
tapi dalam kehidupan itu sendiri.
OO
Di kesunyian ini,
kita bisa mengutarakan kerinduan kita,
sampai kerinduan itu membawa kita lebih dekat
kepada hati Tuhan.
Di sini kita bisa mencinta umat manusia
sampai umat manusia membukakan hatinya kepada kita.
OO
Berkali-kali aku telah membuat pertandingan antara
keluhuran pengorbanan
dan kebahagiaan pemberontakan
untuk temukan mana yang lebih luhur dan lebih indah,
namun hingga kini aku telah terpaku
hanya pada suatu kebenaran dalam seluruh persoalan itu,
dan kebenaran itu ialah kesetiaan,
yang membuat seluruh perilaku kita
jadi indah dan terhormat.
OO
Kucintai desa kelahiranku
dengan sebagian cintaku untuk negeri,
kucintai negeriku
dengan sebagian cintaku untuk bumi.
OO
Perkawinan adalah penyatuan dua jiwa
dalam cinta yang kokoh untuk hapuskan perpisahan.
Ia adalah kesatuan agung yang terpisah roh.
Ia adalah gelang emas dalam sebuah rantai
yang permulaannya adalah sebuah pandangan,
dan akhirnya adalah keabadian.
Ia adalah hujan suci yang jatuh
dari langit tak bernoda
untuk menyuburkan dan memberkati ladang-ladang
alam Illahi.
OO
Seseorang yang menerima
memang tidak menginsafi apa yang diterimanya,
tapi seseorang yang memberi dengan tulus
dan menanggung beban dari kesadaran dirinya sendiri,
akan menginsafi bahwa apa yang diberikannya
dimaksudkan demi cinta persaudaraan,
dan ke arah pertolongan yang bersahabat,
bukan untuk pemuliaan-diri.
OO
Hidup manusia
tidak bermula dari dalam kandungan
dan tak pernah berakhir di liang kubur.
Dan cakrawala yang penuh oleh rembulan
dan bintang-bintang ini
tidaklah ditinggalkan oleh jiwa yang mencintai
dan roh-roh yang berdasarkan gerak nurani.
OO
Aku berdiri menatap manisnya rasa kasih
dan pahitnya kedukaan yang tumbuh keluar
dari pusara-pusara baru itu.
Pusara pemuda yang menebus hidupnya
untuk melindungi kehormatan seorang gadis suci dan lemah, serta menyelamatkannya
dari cengkeraman serigala yang rakus.
OO
Mereka berkata kepadaku,
“Kamu harus memilih antara kesenangan di dunia ini
dan kedamaian di akhirat nanti.
Karena aku tahu dalam hatiku
bahwa Sang Pujangga Agung
hanya menggubah satu puisi,
yang ditulis dengan sempurna
dan mengalun dnegan sempurna.”
OO
Mencintai
Bukanlah bagaimana kamu melupakan...
melainkan bagaimana kamu memaafkan
bukanlah bagaimana kamu mendengarkan...
melainkan bagaimana kamu mengerti
bukanlah apa yang kamu lihat...
melainkan apa yang kamu rasakan
bukanlah bagaimana kamu melepaskan...
melainkan bagaimana kamu bertahan
OO
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...
dibandingkan menangis tersedu-sedu...
Air mata yang keluar dapat dihapus...
sementara air mata yang tersembunyi
menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang...
OO
Akan tiba saatnya di mana kamu
harus berhenti mencintai seseorang
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
melainkan karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia,
apabila kita melepaskannya.
OO
Apabila kamu
benar-benar mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia...
jangan percaya bahwa melepaskan
selalu berarti kamu benar-benar mencintai
melainkan berjuanglah demi cintamu
Itulah cinta sejati
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang 'yang tersedia'
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Dari pada orang yang berada di sekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat
untuk dibuang hanya dengan 'seseorang'
OO
“Ibu” merupakan kata tersejuk
yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara,
impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta,
kemuliaan, kebahagiaan, dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi
yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak,
syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan
adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
OO
Engkau dibisiki bahwa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan
Kuwartakan padamu bahwa hidup
adalah kegelapan jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta
bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong
bila tidak diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan kecuali disertai cinta
Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu
Dengan wujudnya kamu,
wujud manusia lain dan wujud Tuhan.
OO
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang
merenungkan puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh
di rongga dada
Kemudian terlena dengan doa
bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan sebuah nyanyian kesyukuran
terpahat di bibir senyuman
OO
Panggilan
Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
karena jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
karena batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa
yang mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa
dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian
yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
karena kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak berselimut perak
bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa
dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu
seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
karena makna ghaibnya begitu lembut
bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, Saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga
menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya
antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu
dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku,
dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah masa meletakkan tangan lembutnya
di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati
dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya
berlarian dengan nafasku....
OO
Namun,
bilamana kuamati lagi,
di sebalik hatimu yang bersalut cinta
terdapat hati lain yang kesunyian,
meratap hendak menyatakan cintanya pada wanita;
dan di sebalik jiwamu yang sarat cinta,
terdapat jiwa lain yang hampa,
bagaikan awan yang mengembara,
menjadi titik-titik air mata kekasihmu...
OO
Manusia tidak dapat menuai cinta
sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan,
dan yang mampu membuka fikirannya,
merasakan kesabaran yang pahit
dan kesulitan yang menyedihkan.
OO
Kerja adalah wujud nyata cinta.
Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan,
tapi hanya dengan kebencian,
lebih baik tinggalkan pekerjaan itu.
Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.
OO
Cinta yang dibasuh oleh airmata
akan tetap murni dan indah sentiasa.
OO
Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan
dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran,
yang sekaligus nyata dan maya,
yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih,
dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.
OO
Kekuatan untuk mencintai
adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan
kepada manusia,
sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.
OO
Ketika aku berdiri
bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata,
“Aku cinta kamu.”
Tetapi sebenarnya,
kamu mencintai dirimu dalam diriku.
OO
Maukah kau menerima hati yang mencinta
Tapi tak pernah mengalah?
Dan membara,
Tapi tak pernah meleleh?
Akankah kau merasa nyaman
Pada jiwa yang gemetaran di depan badai,
Namun tak pernah menyerah padanya?
Maukah kau menerima sebuah hati sebagai pasangan
Yang tak akan memimpin,
juga tak mau dipimpin?
Maukah kau memilikiku tanpa menguasai diriku
Dengan membawa tubuhku dan bukan hatiku?
OO
Hapus air matamu, Sayangku.
Karena cinta
Yang membuka mata kita dan memperbudak hati kita
Akan menganugerahi kita kesabaran dan kekuatan
Hapus air matamu dan bergembiralah,
Karena kita telah mengambil sumpah atas cinta
Dan dengan cinta itulah
Kita sanggup memikul beban derita kemiskinan
dan pedihnya kesengsaraan juga luka perpisahaan
OO
Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon
tanpa bunga dan buah
Cinta tanpa keindahan bagaikan bunga
tanpa keharuman dan buah tanpa benih
Hidup, cinta dan keindahan
adalah 3 orang dalam satu sosok
yang tak bisa dipisahkan atau diubah
OO
Oh cinta dengan tangan-tangan Illahiah
Yang telah mengendalikan hasratku
Dan meninggikan rasa lapar juga dahagaku
Hingga mencapai martabat dan harga diri
Jangan biarkan yang kuat dalam diriku dan yang terukur
Sehingga menggoda diriku yang lebih lemah
Lebih baik biarkan aku kelaparan
Dan biarkan hatiku terpanggang oleh kehausan
Dan biarkan aku mati dan binasa
Sebelum ku ulurkan tanganku
Pada cangkir yang tak kau isi
Atau mangkuk yang tak kau penuhi
OO
Pernikahan adalah penyatuan dua jiwa
Hingga yang ketiga dilahirkan ke muka bumi
Ini adalah bersatunya dua jiwa di dalam kuatnya cinta
demi terhapusnya perpisahan.
Ia adalah penyatuan tertinggi yang menggabungkan
dua satuan di dalam dua spirit.
Ia adalah hujan cincin emas
di dalam sebuah lingkaran
yang permulaannya adalah kerlingan
dan ujungnya adalah keabadian.
Ia adalah hujan murni yang turun
Dari langit tak berawan untuk menyuburkan
dan memberkahi ladang alam Illahi.
Sebagaimana pandangan pertama
dari mata sang kekasih,
begitulah benih yang ditaburkan dalam hati manusia
sehingga penyatuan dua pecinta dalam pernikahan
adalah laksana buah pertama
dari bunga pertama dari benih tersebut
OO
Saling mencintailah satu sama lain,
namun jangan membuat cinta sebagai ikatan
Biarkan ia sebagai lautan yang mengalun
diantara pantai jiwa kalian.
OO
Bernyanyi dan menarilah bersama dan berbahagialah
tetapi biarkan masing-masing dari kalian menyendiri
sebagaimana dawai-dawai kecapi terkait sendiri-sendiri
walaupun mereka berdenting
dalam alunan musik yang sama
Biarkan hatimu
tetapi jangan dimiliki oleh pasanganmu
karena hanya tangan
Kehidupan yang dapat menjaga hatimu
dan berdirilah bersama
namun jangan terlalu berdekatan
karena bahkan pilar kuil sekalipun berdiri terpisah
OO
Suara kehidupan di dalam diriku
tak bisa menjangkau telinga kehidupan
di dalam dirimu,
namun mari kita berbincang-bincang
agar kita tak merasa kesepian
OO
Dan ketika kau kunyah sebutir apel dengan gigi-gigimu,
katakan dalam hatimu,
Benihmu akan hidup di dalam tubuhku
dan kuncup masa depanmu akan bersemi
Dalam hatiku dan keharumanmu
akan menjadi nafasku dan bersama-sama
kita akan bergembira melewati semua musim
OO
Emosi yang kita takuti
dan yang mengguncang kita ketika berlalu
melewati hati kita adalah hukum alam
yang membimbing bulan mengitari bumi dan matahari
OO
Dahulu aku ada,
Sekarangpun aku ada
Maka aku akan terus ada hingga akhir waktu
Karena aku tak punya penghabisan
Aku telah membelah angkasa luas tiada batas
Dan melayang terbang di dunia fantasi
dan mendekat ke lingkaran cahaya di ketinggian
Tapi kau melihat diriku sebagai tawanan materi
OO
Berpasangan engkau telah diciptakan,
dan selamanya engkau akan berpasangan,
bersamalah dikau tatkala sang maut merenggut umurmu...
Ya, bahkan bersama pula kalian,
dalam ingatan sunyi tuhan.
Namun biarkanlah ada ruang antara kebersamaan itu,
tempat angin surga menari-nari di antaramu.
Berkasih-kasihlah,
namun jangan membelenggu cinta
biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
seperti aliran sungai yang mengalir lincah
di antara kedua belahan jiwa
saling isilah piala minumanmu,
tapi jangan saling minum dari satu piala,
saling bagilah rotimu,
tapi jangan makan dari pinggan yang sama
bernyanyi dan menarilah bersama,
dalam segala suka cita
hanya biarkanlah masing-masing
menghayati ketunggalannya,
tali rebana masing-masing punya hidup sendiri,
walau lagu yang sama sedang menggetarkanya
biarkanlah hatimu,
namun jangan saling menguasakanya,
sebab hanya tuhan kehidupan yang mempu menggapainya
tegaklah berjajar,
namun janganlah terlalu dekat
bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat?
Dan pohon jati dan pohon cemara,
tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan yang lainya.
OO
Sekarang,
cinta mulai menciptakan puisi
dalam prosa kehidupan,
untuk mencipta fikiran-fikiran masa lalu
menjadi nyanyian pujian
agar bersenandung siang hari dan menyanyi
pada malam hari.
OO
Sekarang,
hasrat menyingkapkan tabir keraguan
dari kebingungan
pada tahun-tahun yang telah berlalu.
Dari rangkaian kesenangan,
ia merajut kebahagiaan yang hanya bisa dilampaui
dengan kebahagiaan jiwa ketika ia memeluk tuannya.
OO
Itulah dua peribadi kukuh
yang berdiri berdampingan
untuk mempertentangkan cinta mereka
dengan kedengkian dari takdir yang lemah.
OO
Itulah perpaduan anggur kuning
dengan anggur warna lembayung
untuk menghasilkan paduan keemasan,
warna cakrawala saat fajar merekah.
OO
Itulah pertentangan dua roh
untuk pertentangan dan kesatuan dua jiwa dengan kesatuan.
Ia adalah curahan hujan jernih dari langit murni
ke dalam kesucian alam,
membangkitkan kekuatan-kekuatan ladang
yang penuh berkat.
OO
Apabila pandangan pertama
dari wajah sang kekasih adalah seperti benih
yang ditaburkan oleh cinta di ladang hati
manusia dan ciuman pertama dari dua bibir
adalah seperti bunga pertama cabang kehidupan,
maka perkawinan
adalah buah pertama dari bunga pertama benih itu.
OO
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri
saat ia membuka tabir penutup wajahnya.
Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu.
Keindahan adalah keabadian
yang termangu di depan cermin.
Dan kalian; adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.
OO
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar,
melainkan tiang utama sebuah kapal layar.
OO
Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan.
Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah
atau mulut yang tersenyum.
OO
Nilai dari seseorang itu
ditentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya.
OO
Sahabat adalah keperluan jiwa
yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan kau subur
dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa
dan mencarinya saat jiwa
memerlukan kedamaian.
OO
Jauhkan aku dari manusia
yang tidak mau menyatakan kebenaran
kecuali jika ia berniat menyakiti hati,
dan dari manusia yang bersikap baik tapi berniat buruk,
dan dari manusia yang mendapatkan penghargaan
dengan jalan memperlihatkan
kesalahan orang lain.
OO
Periksalah buku kenanganmu semalam,
dan engkau akan tahu
bahwa engkau masih berhutang
kepada manusia dan kehidupan.
OO
Inspirasi akan selalu bernyanyi;
karena inspirasi tidak pernah menjelaskan.
OO
Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit.
Kita tebang pohon itu dan menjadikannya kertas,
dan di atasnya kita tulis kehampaan kita.
OO
Hidup adalah kegelapan
jika tanpa hasrat dan keinginan.
Dan semua hasrat keinginan adalah buta,
jika tidak disertai pengetahuan.
Dan pengetahuan adalah hampa
jika tidak diikuti pelajaran.
Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta
OO
Bekerja dengan rasa cinta,
bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,
dengan diri orang lain
dan kepada Tuhan.
OO
Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu?
Bagaikan menenun kain dengan benang
yang ditarik dari jantungmu,
seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.
OO
Alangkah mulianya hati yang sedih
tetapi dapat menyanyikan lagu kegembiraan
bersama hati-hati yang gembira.
OO
Sungguh terpuji orang yang malu
bila menerima pujian,
dan tetap diam bila tertimpa fitnah.
OO
Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan.
Karena aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton
yang menyaksikan perarakan berlalu.
OO
Doa adalah lagu hati yang membimbing ke arah
singgasana Tuhan meskipun ditingkah oleh suara ribuan orang
yang sedang meratap.
OO
Kata-kata tidak mengenal waktu.
Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya
dengan menyedari akan keabadiannya.
OO
Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak.
Tetapi aku menyadari kebodohanku itu,
dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku.
OO
Ilmu dan agama itu selalu sepakat,
tetapi ilmu dan iman selalu bertengkar.
OO
Alangkah buruknya nilai kasih sayang
yang meletakkan batu di satu sisi bangunan
dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.
OO
Manusia terbagi dalam bangsa,
negara dan segala perbatasan.
Tanah airku adalah alam semesta.
Aku warga negara dunia kemanusiaan.
OO
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya.
Tawa dan air mata datang dari sumber yang sama.
OO
Semakin dalam kesedihan
menggoreskan luka ke dalam jiwa
semakin mampu sang jiwa menampung
kebahagiaan
OO
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan,
yang pertama adalah imaginasinya
dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
OO
Jika kamu menyanyikan lagu tentang keindahan,
walau sendirian di puncak gurun,
kamu akan didengarkan.
OO
Dirimu terdiri dari dua;
satu membayangkan ia mengetahui dirinya
dan yang satu lagi membangkan
bahwa orang lain mengetahui ia.
OO
Kamu mungkin akan melupakan
orang yang tertawa denganmu,
tetapi tidak mungkin melupakan orang
yang pernah menangis denganmu.
OO
Orang-orang berkata,
jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri,
ia akan dapat memahami semua orang.
Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain,
ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.
OO
Harta benda yang tak punya batas,
membunuh manusia perlahan dengan kepuasan yang berbisa.
Kasih sayang membangunkannya
dan pedih perih nestapa membuka jiwanya.
OO
Aku berjalan selalu di pantai ini.
Antara pasir dan buih.
Air pasang bakal menghapus jejakku.
Dan angin kencang menyembur hilang buih putih.
Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi.
OO
Jika kamu tidak memahami teman kamu
dalam semua keadaan,
maka kamu tidak akan pernah memahaminya
sampai kapanpun.
OO
Jika di dunia ini ada dua orang yang sama,
maka dunia tidak akan cukup besar untuk menampung mereka.
OO
Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar
yang diberikan Tuhan kepada manusia,
sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut
dari manusia penuh berkat yang mencinta.
OO
Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan
apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis,
terlalu serius untuk tertawa,
dan terlalu egois untuk melihat yang lain
kecuali dirinya sendiri.
OO
Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran;
satu untuk mengucapkannya
dan satu lagi untuk memahaminya.
OO
Apakah nyanyian laut berakhir di pantai
atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?
OO
Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata
“Aku lupa...”
menunggu selamanya ketika kamu berkata
“Tunggu sebentar”
tetap tinggal ketika kamu berkata
“Tinggalkan aku sendiri”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk
dan belum berkata “Bolehkah saya masuk?”
OO
Mencintai juga
bukanlah bagaimana kamu melupakan dia
bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.
OO
Kadangkala, orang yang paling mencintaimu
adalah orang yang tak pernah menyatakan
cinta kepadamu,
karena takut kau berpaling dan memberi jarak,
dan bila suatu saat pergi,
kau akan menyadari bahwa dia
adalah cinta yang tak kau sadari
OO
Hapus air matamu
Aku tak ingin kau menangis lagi, Sayang
Yakinkan hati
Diriku tak akan memilih meninggalkanmu
Sekian waktu bersama
Tak bisa menepis kenyataan
Kita berbeda jalani keyakinan
Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya
Setiap rinduku hanya memanggilmu
Ku yakin kaupun mengerti
Ku tak ingin menanggalkan hati
Yang telah satu untuk dirimu
Sayangku dengarkan aku
Tak mungkin ku melepasmu
Kan ku pertahankan kau cinta aku
Dan semua air matamu kan berarti di hidupku
Bawalah cintaku bersamamu karena ku tetap miliku selamanya
Dan menikahlah denganku
Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti
Ku hanya ingin kau jadi istriku untukmu satu cinta di hati
OO
Ketika hati melangkah
ketika hasrat menggema
ketika rasa bergetar
saat itu daya tak kuasa menemukan kekasih hati
Dimanakah posisi cinta dikala hati menginginkannya
apakah cinta hanya sebuah pelampiasan dari hasrat diri
Dimanakah rasa dikala posisi cinta bergeser
Cinta, adakah cinta untukku
apakah cinta bisa berbuat adil
Entahlah...
dayaku tak kuasa lagi untuk menemukan cinta
Dia yang memikat hati
Entah bagaimana caranya aku bisa tergoda
Ku curi-curi waktuku tuk mengusik hatinya
Banyak cara kucoba
Demi untuk mendapatkan hatinya
Mungkin kau tahu
tuk mendapatkannya
Tuhan tolonglah aku
Ingin ku menangkan hatinya tuk miliki
Jika mungkin ku tahu apa yang bisa menaklukannya
Belah dadaku tuk butikan cintaku
Mungkin engkau tahu aku cinta dia
Ingin ku menangkan hatinya tuk kumiliki
Burung pipit kecilku
hapuslah rasa curigamu padaku
walau aku hanya menjadi persinggahaan sesaat
tak akan ku tahan kau untuk diam ditempat
Terimakasihku untukmu burung pipit kecilku
Terbanglah bebas kemana kau akan pergi
Temukah teman yang akan menjadi kekasihmu
Kembalilah lagi ke tamanku suatu saat nanti
Ku akan mengobatimu kembali jika kau kembali tersakiti
terbang dan lupakanlah aku jika kau menemukan cinta sejati
biarkan ku di sini untuk terus berharap dan menanti
karena ku sangat menyayangi dan mencitaimu tulus murni
dan tak akan terganti karena kau satu di hati.
OO
Kunanti dan menunggu
Kepersiapkan hati ini tuk ungkap perasaan ini
Debar jantung ini bermain dan menari
Satu, dua, tiga jam waktu berlalu
Kau yang ku damba tak kunjung berlalu
Di tempat yang telah kita sepakati tuk berjumpa
Pikiranku semakin tak terduga
Akhirnya dari kejauhan kulihat dia
Dengan wajah hampa dia tiba
Mawar merah telah kupersiapkan untuknya
Dan kami pun berbincang bersama
Dan tiba masa tuk ungkap rasa
Dengan hati yang semahkin membahana
Ku ungkap kan cinta ini kepadanya
Dengan berharap dia merasa
Dengan memandang wajahnya ku berharap
Tiba waktunya dia berucap
Dengan sabar mencerna makna
Ternya cinta ku tak berbalas rasa
Oh Tuhan hancur duniaku saat ini
Dengan tersenyum kuterima semua ini
Tapi aku bahagia aku telah mengeluarkan beban hati
Dan kan kucoba kembali
tuk membuatnya memparcayai
Dan ku berkata padanya terima kasih untuk rasa ini
Walau cintaku tak berbalas aku telah merasai
Jatuh cinta padamu yang dengan tulus
Tapi aku kan berjuang kembali dan suatu saat nanti
Pasti kau percaya akan cinta yang tulus suci.
OO
Bekerja dengan rasa cinta,
berarti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,
dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.
OO
Ku terdiam dalam ruang sepi tak berteman
Terlintas bayangmu bermain dalam pikiran
Ku larut dalam hayalku tentang tak bertepian
Mengapa aku bisa menyayangimu
Walau ku tahu kau tak mempedulikanku
Apakah ini hanya perasaanku sesaat
Atau karena pikiran ini telah penat
Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yang tidak pernah kuminta
Tapi hati ini terus membara
Menanti cinta yang tak pernah ada
Wahai dewi cinta
Tepatkah kau menembakan panah asmara
Membuat hati terluka
Menunggu cinta tak kunjung tiba
Wahai kau yang di sana
Sadarkah kau di sini ku mencinta
Dirimu terlalu kupuja
Bagaikan sebuah mahakarya
OO
Merenda sebuah tali kasih
Kusimpul menjadi satu hati
gambaran jiwa yang terluka
bagai langit meratap sendu
kala bias cinta menghilang
sakit itupun datang tanpa permisi
rembulan tak menyisakn senyum.
Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan
Kesendiriaan
OO
Ketika air mata menitik di pipimu
Saat kau masih peduli terhadapnya
Dan dia tak lagi mempedulikanmu
Meski engkau masih setia menantinya
OO
Manakala dia bisa mencintai selain dirimu
Namun kau tetap tersenyum bahagia
Dan terucap jujur dari mulut,
lalu berkata
“Aku turut bahagia dalam kebahagiaanmu”
OO
Jika cinta bertepuk sebelah tangan,
lepaskan tanganmu
Terbang dan kepakkan sayapmu selebar angkasa biru
Arungi luas alam bebas,
hingga kau dapati tempat berteduh
Tuk tentukan arah,
temukan cinta yang pernah hilang.
OO
Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku
agar mencintai semua orang yang membenciku,
Dan bergaul dengan mereka yang memfitnahku.
Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku
bahwa cinta tak hanya menghargai orang yang mencintai,
tetapi juga orang yang dicintai.
OO
Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba-laba
di antara dua bunga, dekat satu sama lain;
Tapi kini dia menjadi suatu lingkaran cahaya
di sekeliling matahari yang tiada berawal pun tiada berakhir,
Melingkari semua yang ada,
dan bertambah secara kekal.
Jiwaku menasihatiku dan mengajarku
agar melihat kecantikan
yang ada di balik bentuk dan warna.
OO
Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang jelek
dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.
Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku,
Aku melihat estetika seperti titik bara yang tergulung asap;
tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang,
dan saya hanya melihat bara yang membakar.
OO
Jiwaku menasihatiku dan memintaku
untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah
maupun dari tenggorokan.
Sebelumnya saya hanya mendengar teriakan dan jeritan
di telingaku yang bodoh dan sia-sia.
Tapi sekarang saya belajar mendengar keheningan,
Yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman.
Menyanyikan nada langit,
dan menyingkap tabir rahsia keabadiaan...
Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku
agar memuaskan kehausanku dengan meminum anggur
yang tidak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir,
Yang belum terangkat oleh tangan,
dan tidak tersentuh oleh bibir
Hingga hari itu kehausanku seperti nyala redup
yang terkubur dalam abu.
Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga;
Tapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku,
Cinta menjadi anggurku,
dan kesendirian ialah kebahagianku.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku mencari
yang tidak bisa dilihat;
Dan jiwaku menyingkapkan kepadaku
bahwa apa yang kita sentuh ialah apa yang kita impikan.
Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku
untuk menghirup harum tumbuhan
yang tidak memiliki akar, tangkai maupun bunga,
dan yang tidak pernah bisa dilihat mata.
Sebelum jiwaku menasihati,
saya mencari bau harum dalam kebun-kebun,
Dalam botol minyak wangi tumbuhan-tumbuhan
dan bejana dupa;
Tapi sekarang saya menyedari hanya pada dupa
yang tidak dibakar,
Aku mencium udara lebih harum
dari semua kebun-kebun di global ini dan semua angin
di angkasa raya.
Jiwaku menasihatiku dan memintaku
agar tak merasa mulia karena pujian.
Dan agar tak disusahkan oleh ketakutan karena cacian.
Sampai hari ini saya berasa ragu akan nilai pekerjaanku;
Tapi sekarang saya belajar;
Bahwa pohon berbunga di musim bunga,
dan berbuah di musim panas
Dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur
untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin.
Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.
Jiwaku menasihatiku dan meyakinkanku
Bahwa saya tidak lebih tinggi berbanding cebol
ataupun tidak lebih rendah berbanding raksasa.
Sebelumnya saya melihat manusia ada dua,
Seorang yang lemah yang saya caci atau kukasihani,
Dan seorang yang kuat yang kuikuti,
maupun yang kulawan dalam pemberontakan.
Tapi sekarang saya tahu
bahwa saya bahkan dibentuk oleh tanah
yang sama darimana semua manusia diciptakan.
Bahwa unsur-unsurku ialah unsur-unsur mereka,
dan pengembaraan mereka ialah juga milikku.
Bila mereka melanggar saya juga pelanggar,
Dan bila mereka berbuat baik,
maka saya juga bersama perbuatan baik mereka.
Bila mereka bangkit,
saya juga bangkit bersama mereka;
Bila mereka tinggal di belakang,
saya juga menemani mereka.
Jiwaku menasihatiku dan memerintahku
untuk melihat bahwa cahaya yang kubawa bukanlah cahayaku,
Bahwa laguku tak diciptakan dalam diriku;
Karena meski saya berjalan dengan cahaya,
saya bukanlah cahaya,
Dan meskipun saya bermain kecapi
yang diikat kemas oleh dawai-dawaiku,
Aku bukanlah pemain kecapi.
OO
Jiwaku menasihatiku dan mengingatkanku
untuk mengukur waktu dengan perkataan ini:
“Di sana ada hari semalam dan di sana ada hari esok.”
Pada saat itu saya menganggap masa lampau sebuah zaman yang lenyap dan akan dilupakan
Dan masa depan kuanggap suatu masa
yang tidak dapat kucapai.
OO
Tapi kini saya terdidik perkara ini
Bahwa dalam holistik waktu masa kini yang singkat,
serta semua yang ada dalam waktu,
harus diraih sampai dapat.
Jiwaku menasihatiku, saudaraku, dan menerangiku.
Dan seringkali jiwamu menasihati dan menerangimu.
Karena engkau seperti diriku,
dan tidak ada beda di antara kita.
Kusimpan apa yang kukatakan dalam diriku ini
dalam kata-kata yang kudengar dalam heningku,
Dan engkau jagalah apa yang ada di dalam dirimu,
dan engkau ialah penjaga yang sama baiknya
seperti yang kukatakan ini.
OO
Bangunlah, Cintaku.
Bangun!
Karena jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut,
dan menawarkan padamu sayap-sayap
di atas gelombang yang mengamuk
Bangunlah,
karena sunyi telah menghentikan derap kaki kuda
dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki,
sementara aku terbangun sendiri,
rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.
Cinta membawaku dekat denganmu,
namun kebimbangan melemparkan diriku menjauh darimu.
Aku telah membuang bukuku,
karena keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku
meninggalkan tempat tidurku,
Cintaku,
karena takut pada hantu lupa yang berada di balik selimut.
Aku telah membuang bukuku,
karena keluhku mengunci kata-kata
dan desah nafasku meninggalkan halaman buku
yang kosong di depan mataku!
Bangun, bangunlah,
Cintaku dan dengar diriku!
Aku mendengarkanmu,
Cintaku!
Aku mendengar panggilanmu dari lautan lepas
dan merasakan lembutnya sentuhan sayapmu.
Aku telah jauh dari ranjangku,
beranjak ke tanah lapang,
hingga embun membasahi kaki dan bajuku.
Di sinilah aku berdiri,
dibawah bunga-bunga pohon badam,
memenuhi panggilan jiwamu.
Bicaralah padaku,
Cintaku,
dan biarkan nafasmu menghirup angin gunung
yang datang padaku dari lembah-lembah Lebanon.
Bicaralah.
Tak ada yang akan mendengar selain diriku.
Malam telah melarutkan semua manusia di tempat tidurnya.
Surga telah menyulam cahaya rembulan
dan menghamparkannya ke seluruh daratan Lebanon,
Cintaku,
Surga telah meriasnya dengan bayangan malam,
jubah tebal membentang dihembus asap dari cerobong kain,
dihembus nafas kemari, dan mengelarnya di telapak kota,
Cintaku.
Para penduduk telah pulas menganyam mimpi di ubun-ubunnya di tengah pohon-pohon kenari.
Jiwa mereka mempercepatkan langkah mengejar negeri mimpi,
Cintaku.
Lelaki-lelaki lunglai menggendong emas,
dan tebing curam yang akan dilalui melemaskan lutut mereka.
Mata mereka mengantuk karena dililit kesulitan dan ketakutan.
Mereka melemparkan tubuh ke tempat tidur
sebagai tempat berlindung dari hantu-hantu
yang menakutkan dan mengerikan,
Cintaku.
Hantu-hantu dari masa lalu berkeliaran di lembah-lembah.
Jiwa para raja melintasi bukit-bukit.
Fikiranku yang berhias kenangan menyingkap kekuatan bangsa Chaldea, kemegahan Arab.
Di lorong-lorong gelap,
jiwa-jiwa pencuri yang tegap berjalan,
muncung-muncung nafsu ular berbisa muncul
dari celah-celah benteng,
dan rasa sakit berdengung kematian,
muntah-muntah sepanjang jalan.
Kenangan menyingkap tabir kelupaan dari mataku
dan nampaklah Sodom yang menjijikkan,
serta dosa-dosa Gomorah.
Ranting-ranting berayun-ayun,
Cintaku,
dan desirnya bertemu dengan alunan anak sungai di lembah.
Syair-syair Sulaiman,
nada kecapi Daud dan lagu Ishak Al-Mausaili
terngiang-ngiang di telinga kami.
Jiwa anak-anak yang lapar di penginapan menggelupur,
ibunya mengeluh di atas kamar kesedihan,
dan kekecewaan telah jatuh dari langit.
Mimpi-mimpi kebimbangan melanda hati yang lemah.
Aku mendengar rintihan pahitnya.
Semerbak bunga melambai seiring nafas pohon-pohon cedar.
Terbawa angin sepoi-sepoi menuju perbukitan,
harum itu mengisi jiwa dengan kasih sayang
dan meniupkan kerinduan untuk terbang.
Tetapi racun dari rawa-rawa jug berkelana mengepul
bersama penyakit.
Seperti panah rahsia yang tajam,
racun itu telah menembusi perasaan dan meracuni udara.
Tanpa kusedari matahari telah mengilaukan cahaya pagi,
Cintaku,
dan jari-jari timur yang lentik menimang mata-mata orang
yang terlelap.
Cahaya itu memaksa mereka untuk membuka daun jendela
dan menyelak hati dan kemenangan.
Desa-desa,
yang sedang tertidur dalam damai dan tenang
di pundak-pundak lembah,
Bangun,
lonceng-lonceng berdenting memenuhi angkasa
sebagai panggilan untuk mula berdoa.
Dan dari gua-gua,
gema-gema juga berdengung,
seolah-olah seluruh alam sedang berdoa
bersama-sama dengan khusyuknya.
Anak-anak sapi telah keluar dari kandangnya,
biri-biri dan kambing meninggalkan bangsalnya
untuk menuai rumput yang berembun dan berkilatan cahaya.
Penggembalanya mengikuti dari belakang
sambil mengamatinya di balik lelalang.
Di belakangnya lagi gadis-gadis bernyanyi
seperti burung menyambut pagi.
Kini tangan siang hari yang perkasa terbaring di atas kota.
Tirai telah diselak dari jendela dan pintu pun terbuka.
Mata yang penat dan wajah lesu para penjahit telah siap
di tempat kerjanya.
Mereka merasakan kematian telah melanggar batas
kehidupan mereka, dan riak muka yang layu mempamerkan ketakutan dan kekecewaan.
Di jalanan padat dengan jiwa-jiwa yang tamak dan tergesa-gesa,
dan di mana-mana terdengar desingan besi,
putaran roda dan siulan angin.
Kota telah menjadi arena pertempuran di mana yang kuat
menindas yang lemah
dan si kaya mengeksploitasi dan menguasai si miskin.
Betapa indah hidup ini,
Cintaku,
seperti hati penyair yang penuh dengan cahaya
dan kelembutan hati.
Dan betapa kerasnya hidup ini,
Cintaku,
seperti dada penjahat, yang berdebar-debar
karena selalu merasa bimbang dan takut
OO
Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian bulan menjarakkan aku darinya.
Ku pergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakrawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta di telinganya,
dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa seribu sayang,
aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.
OO
Dan seorang perempuan yang menggendong bayi
dalam dakapan dadanya berkata,
Bicaralah pada kami perihal Anak.
Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan
yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu
tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu,
tapi bukan fikiranmu
Karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka,
tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok,
yang tak pernah dapat engkau kunjungi
meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka,
tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur
dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anakmu
menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
sang pemanah telah membidik arah keabadian,
dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya,
sehingga anak-anak panah itu
dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu
sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang,
maka ia juga mencintai busur teguh
yang telah meluncurkannya
dengan sepenuh kekuatan.
OO
Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yang nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang,
Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Apabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan apabila kusentuh ujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang
yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesadaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan 'Cain' atau 'Esau' manakah
Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
OO
Aku ini percikan benang-benang perak
yang dihamburkan
dari surga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku,
bagi menyirami ladang dan lembahnya.
Aku ini taburan mutiara,
yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar,
oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.
OO
Apabila kuurai air mata,
bukit-bukit tertawa;
Apabila aku meniup rendah,
bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.
OO
Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuobati dari luka.
OO
Suara guruh mengabarkan kedatanganku
Pelangi di langit mengantar pemergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulakan pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.
OO
Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama pawana,
Apabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun,
kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.
Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya,
namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.
OO
Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.
OO
Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari surga.
OO
Maka, disertai cinta kasih
dihela dari kedalaman laut kasih sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan surga abadi.
OO
Kegelapan bisa menyembunyikan pepohonan
dan bebungaan dari mata;
tapi kegelapan takkan bisa menyembunyikan cinta
dari sang jiwa.
Jika kau mencintai seseorang,
relakanlah ia pergi;
karena jika ia kembali,
ia selalu milikmu.
Dan jika ia tidak kembali,
ia tidak akan menjadi milikmu.
Cinta itu burung yang indah,
yang mengemis tuk ditangkap tapi menolak tuk dilukai
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia
karena cinta mengangkat derajat sang jiwa
dimana hukum kemanusiaan dan fenomena alam
tidak dapat mengubah
Cinta adalah satu-satunya bunga yang dapat tumbuh
dan berbunga tanpa bantuan musim
Cinta, ketika dicari-cari, adalah sebuah penyakit
antara daging dan tulang.
Dan ketika sang remaja menemukannya;
rasa sakit ternyata memberikan pengetahuan
yang banyak pun jua menyedihkan.
OO
Mencoba menuangkan hati
Pada goresan hitam di atas putih
Walau ku hanya seorang anak manusia
Yang tak mengerti apa itu arti cinta?
Alunan waktu yang menyertaiku
Telah menghadirkan cinta dalam hidupku
Satu demi satu rasa itu merengkuh relung jiwa
Dan merampas semua bagian
Saat kau datang dalam tiap mimpiku
Andai ku mampu
Ingin ku menantang dunia yang selalu menjeratku
dengan setia angin cinta yang begitu membebaniku
Engkau yang ku sayang
Kini ku mengerti
bahwa ku berada pada sisi yang salah
yang teramat sempurna untuk ku raih
Semua satu bagian dalam diriku
berkata?
Aku hanyalah sesuatu yang tak berarti dalam harimu
atau bahkkan
Hanya seperti batu yang tak berguna
Hingga dengan mudah kau hempaskan
Mungkin kau tak mempercayai apa itu cinta sejati
Hingga kau hanya memandangnya sebelah mata
Cintaku yang terasa hampa tanpa hadirmu
Mungkin bila masih di beri kesempatan
Hanya satu kali seumur hidup untuk berkata jujur
Saat inilah akan ku ungkapkan
Bahwa aku menyayangimu
Mencintaimu melebihi diriku
OO
Saling mencintailah,
tetapi jangan membuat ikatan cinta.
Biarkanlah itu menjadi lautan
yang bergerak antara pantai dan jiwa kalian.
Isilah cangkir satu sama lain,
tetapi jangan meminum hanya dari satu cangkir.
Beri satu sama lain rotimu
tetapi jangan memakan dari potongan yang sama.
Bernyanyilah dan menarilah bersama dengan riang,
tetapi biarkanlah masing-masing sendiri.
Berikan hatimu, tetapi jangan untuk disimpan satu sama lain.
Karena hanya tangan kehidupan yang dapat mengisi hatimu.
Yang paling indah dalam hidup
adalah sesuatu yang membuat jiwa kita selalu mengenang
tempat di mana kita pernah berbahagia bersama.
OO
Tidak ada yang lebih menyakitkan
daripada malam-malam yang penuh ketakutan
karena ditinggal cinta.
OO
Kuingatkan padamu,
janganlah bertarung untuk merebut singgasana cinta,
karena cinta dan keindahan
selalu akan tunduk dalam damai.
OO
Ingatlah ketika cinta memandang,
ia adalah sebuah penyakit antara daging dan tulang,
dan hanya ketika masa muda telah lewat,
rasa sakit akan memberi kekayaan
dan penderitaan membawa pengetahuan.
OO
Inilah tanganku,
bawalah dalam tanganmu yang manis.
Inilah tubuhku,
peluklah dengan lenganmu yang penuh kasih sayang.
Inilah mulutku, dumilah dengan ciuman yang dalam,
panjang dan senyap.
Hidup tanpa cinta
seperti bunga kehilangan aroma wanginya.
OO
Kucintai desa kelahiranku
dengan sebagian cintaku untuk negeri.
Kucintai negeriku
dengan sebagian cintaku untuk bumi.
OO
Keraguan dalam cinta adalah sebuah dosa.
OO
Cinta dan hati yang patah berdiri di antara kita
seperti dua hantu!
OO
Keraslah kehidupan orang yang menginginkan kematian
tetapi terus hidup demi mereka yang dicintainya.
Cinta dan keraguan tidak saling berbicara satu sama lain!
Aku telah mencintai semua orang,
banyak sudah aku mencintai mereka.
Dalam pandanganku ada tiga jenis manusia yang aku cintai;
Pertama, karena keputusasaan;
Kedua, karena kedermawanan;
Ketiga, karena pengertian.
OO
“Ketika kita menemukan sebuah keunikan seseorang
yang sejalan dengan kita
dan kemudian kita bergabung dengannya dengan keanehan itu,
itulah yang dinamakan cinta.”
OO
No comments:
Post a Comment