Wednesday, October 23, 2019

Puisi Kahlil Gibran tentang Duniawi


Kekuasaan

Keegoisan, saudaraku,
adalah penyebab superioritas yang buta,
dan superioritas menciptakan kesukuan,
dan kesukuan menciptakan kekuasaan
yang membawa kepada ketidak-harmonisan
dan penaklukan.

Jiwa percaya kepada kuasa pengetahuan
dan keadilan di atas ketidak-tahuan yang gelap.

Ia menyangkal kekuasaan yang menyediakan pedang
untuk membela serta menguatkan ketidaktahuan
dan penindasan.

Kekuasaan yang menghancurkan Babel
dan menggoncang landasan Yerusalem
dan meruntuhkan Roma.

Dialah yang membuat rakyat menyebut penjahat
sebagai orang-orang besar.
Yang membuat penulis menghormati nama sendiri.
Yang membuat sejarawan menceritakan kisah-kisah
tentang ketidak-manusiawiannya
dengan memuji-muji.

---



Kebebasan

Aku mengasihi kebebasan, 
dan kasihku akan kebebasan sejati 
tumbuh dengan semakin bertumbuhnya pengetahuanku 
akan kepasrahan rakyat terhadap perbudakan 
dan penindasan tirani, 
dan akan kepasrahan mereka 
terhadap berhala-berhala yang mengerikan, 
yang didirikan oleh zaman silam 
dan dipoles oleh bibir-bibir kering para budak.

Tetapi aku mengasihi budak-budak itu
dengan kasihku akan kebebasan, 
sebab dengan buta mereka mengecup rahang binatang buas 
dalam ketidak-sadaran mereka yang tenang serta damai, 
tidak merasakan racun ular-ular beludak yang tersenyum, 
dan tidak sadar sedang menggali makamnya
dengan jari-jemari mereka sendiri.
---
Mati demi kebebasan 
adalah lebih mulia daripada hidup 
di dalam bayang-bayang kepasrahan yang lemah, 
sebab ia yang merangkul maut 
dengan pedang kebenaran dalam tangannya 
akan hidup kekal bersama Kebenaran yang Kekal, 
sebab Kehidupan itu lebih lemah daripada Maut, 
dan Maut itu lebih lemah daripada kebenaran.
---
Yang bebas di bumi dari konfliknya, 
membangun penjara bagi dirinya sendiri. 
Ketika ia dibebaskan dari keluarganya sendiri, 
ia menjadi budak pikiran serta belaian kasih.
---
Kehidupan tanpa kebebasan 
adalah seperti tubuh tanpa jiwa, 
dan kebebasan tanpa pikiran 
adalah seperti roh yang bingung.... 

Kehidupan, Kebebasan, dan Pikiran 
adalah tiga dalam satu, 
dan abadi.
---
Kebebasan mengundang kita ke mejanya, 
di mana kita boleh makan hidangannya 
yang lezat serta anggurnya yang nikmat.

Tetapi ketika kita duduk di mejmya, 
kita makan dengan rakus.
---
Engkau boleh merantai tanganku 
dan membelenggu kakiku. 
Engkau bahkan boleh melemparkan aku 
ke dalam penjara yang gelap, 
tetapi engkau takkan memperbudak pikiranku 
sebab ia bebas.
---



Kecantikan

Kecantikan 
adalah yang menarik jiwamu, 
dan yang suka memberi dan bukan menerima. 
Ketika engkau berjumpa dengan kecantikan, 
engkau merasakan tangan 
di dalam bathinmu terulur 
untuk membawanya ke dalam hatimu.

Kecantikan 
adalah gabungan antara suka dan duka. 
Ia adalah Yang Tidak Kelihatan 
yang engkau lihat, 
dan Kesamaran yang engkau pahami, 
dan Kebisuan yang engkau dengar.
Ia adalah Yang Kudus Dari Yang Kudus, 
yang dimulai dari dalam dirimu sendiri 
dan berakhir jauh melampaui imajinasimu.
---
Apakah engkau disusahkan oleh banyak iman 
yang diakui oleh Umat Manusia? 
Apakah engkau bingung di dalam lembah kepercayaan 
yang saling bertentangan? 
Apakah menurutmu kebebasan klenik itu kalah berat 
dibandingkan dengan kepatuhan, 
dan kemerdekaan menentang itu lebih aman 
daripada benteng kemanutan?

Kalau memang seperti itu, 
jadikanlah kecantikan agamamu, 
dan sembahlah dia sebagai ilahmu, 
sebab dialah karya Allah yang kelihatan, 
yang terwujud, dan yang sempurna.

Lupakanlah mereka-mereka 
yang telah bermain-main dengan kekudusan 
seolah-olah itu adalah suatu kepura-puraan, 
menggabungkan ketamakan dengan kesombongan. 
Dan percayalah kepada keilahian kecantikan 
yang merupakan awal dari ibadahmu terhadap kehidupan, 
sekaligus sumber rasa laparmu akan kebahagiaan.

Bertobatlah di hadapan kecantikan, 
dan urapilah dosa-dosamu, 
sebab kecantikan mendekatkan hatimu 
kepada takhta wanita, 
yang adalah cermin dari kasih-sayangmu
dan guru hatimu tentang cara-cara alam, 
yang adalah rumah kehidupanmu.
---
Hanya roh kita yang dapat memahami kecantikan, 
atau hidup dan bertumbuh bersamanya. 
Ia membingungkan pikiran kita. 
Kita tidak dapat melukiskannya dengan kata-kata. 
Ia adalah sensasi yang tak dapat dilihat oleh mata kita. 

Diturunkan dari dia 
yang mengamati maupun dia yang diamati.
Kecantikan sejati 
adalah sinar yang memancar dari yang kudus, 
dan menerangi tubuh, 
seperti kehidupan muncul dari kedalaman bumi 
dan memberikan warna serta semerbak 
kepada setangkai bunga.
---
Kecantikan 
adalah keharmonisan diantara suka dengan duka, 
yang dimulai dari dalam yang kudus 
dari yang kudus 
dan berakhir melampaui daya imajinasi kita.
Kecantikan bukanlah pada wajah.
Kecantikan adalah terang di dalam hati.
---


Waktu

Dunia ini hanyalah sebuah tempat pembuatan anggur.
Tuan rumah serta tuannya 
adalah Bapa Waktu, 
yang hanya melayani mereka 
yang bergelimang mimpi yang tidak harmonis, 
tanpa irama.

Sebab manusia minum dan berpacu 
seolah-olah mereka adalah kuda-kuda
yang berhasrat gila. 
Demikianlah ada yang tidak tahu malu 
dalam doanya, 
sementara yang lain sibuk memupuk harta.
---
Penduduk kota menyalahgunakan anggur Waktu, 
sebab mereka memandangnya sebagai bait,
dan mereka meminumnya dengan santai tanpa berpikir, 
dan mereka lari menuju usia lanjut
dengan duka yang mendalam tetapi tak dipahami.
---
Betapa anehnya Waktu itu, 
dan betapa anehnya kita! 
Waktu telah benar-benar berubah, 
dan lihatlah, ia juga telah mengubah kita, ia maju selangkah, menyingkapkan wajahnya, 
mengejutkan kita lalu membangkitkan semangat kita.
Kemarin kita mengeluh tentang Waktu 
dan gemetar melihat teror-terornya.
Tetapi hari ini kita telah belajar mengasihinya 
dan menghormatinya, 
sebab sekarang kita paham niat-niatnya, 
pembawaan alaminya, 
rahasia-rahasianya, 
dan misteri-misterinya.

Kemarin kita merangkak ketakutan 
seperti hantu-hantu ketakutan di antara malam 
yang menakutkan dengan siang yang mengancam. 
Tetapi hari ini kita berjalan dengan penuh sukacita 
menuju puncak gunung, 
tempat tinggal badai mengamuk, 
dan tempat kelahiran guntur....

Kemarin kita hormati nabi-nabi palsu 
dan para tukang sihir. 
Tetapi hari ini Waktu telah berubah, 
dan lihatlah, ia juga telah mengubah kita. 
Sekarang kita dapat menatap wajah matahari 
dan mendengarkan nyanyian lautan, 
dan tak ada yang dapat menggoncang kita 
selain angin topan.

Kemarin kita runtuhkan bait jiwa kita 
dan dari reruntuhannya kita bangun makam 
bagi nenek moyang kita. 
Tetapi hari ini jiwa kita telah berubah 
menjadi altar sakral 
yang tak dapat didekati hantu-hantu masa silam, 
yang tak dapat disentuh jari-jemari tak berdaging 
dari orang yang telah mati.

Sebelumnya kita adalah pikiran tak bersuara, 
yang tersembunyi di pojok-pojok keterlupaan. 
Hari ini kita adalah suara kuat 
yang dapat membuat langit bergetar.
---



Masa Silam dan Masa Depan

Aku berkata kepadamu
bahwa anak-anak masa silam hidup
di daerah pemakaman
yang mereka ciptakan
bagi diri sendiri.

Mereka menarik seutas tambang
yang sudah tipis,
yang mungkin akan segera putus
dan membuat mereka terjatuh ke dalam jurang
tak berdasar yang terlupakan.

Aku berkata bahwa mereka tinggal
di rumah-rumah yang lemah landasannya,
ketika badai bertiup,
rumah mereka akan jatuh menimpa kepala mereka
dan menjadi makam mereka.
Aku berkata bahwa pemikiran mereka,
perkataan mereka,
pertengkaran mereka,
gubahan mereka,
kitab-kitab mereka,
dan segala karya mereka hanyalah rantai
yang menyeret mereka,
sebab mereka terlalu lemah untuk menarik bebannya.

Tetapi anak-anak hari esok
adalah yang dipanggil oleh kehidupan,
dan mereka mengikutinya
dengan langkah-langkah
yang teguh dan kepala ditegakkan tinggi.

Mereka adalah fajar zaman baru.
Tak ada asap yang menyelubungi mata mereka,
 dan tak ada suara rantai
yang akan menenggelamkan suara mereka.

Mereka tidak banyak jumlahnya,
tetapi perbedaannya
adalah seperti di antara sebiji gandum
dengan setumpuk jerami.
Tak seorangpun mengenal mereka
tetapi mereka saling mengenal.

Mereka adalah seperti puncak,
yang dapat saling melihat dan mendengar.
Tidak seperti goa yang tak dapat mendengar
atau melihat.
Mereka adalah benih yang dijatuhkan
oleh tangan Allah di ladang,
yang bertunas dan melambaikan daun mudanya
di hadapan matahari.
Ia akan tumbuh menjadi pohon besar,
akarnya di dalam pusat bumi,
dan dahannya tinggi di langit.
---


Masa Muda

Masa muda adalah mimpi indah, 
yang kecemerlangannya ditutupi 
oleh debu buku-buku yang membutakan.

Akankah datang saatnya 
ketika orang bijak menghubungkan sukacita pengetahuan 
dengan impian masa muda?

Akankah datang saatnya 
ketika alam menjadi guru manusia, 
kemanusiaan menjadi bukunya 
dan kehidupan menjadi sekolahnya?

Maksud masa muda yang penuh sukacita 
tak dapat dipenuhi hingga tibanya saat itu. 
Terlalu lamban barisan kita menuju kebangkitan rohani, 
sebab kita kurang memanfaatkan semangat 
masa muda kita.
Kecantikan 
adalah kepunyaan masa muda, 
tetapi masa muda bagi siapa bumi ini dijadikan 
hanyalah sebuah mimpi yang manisnya diperbudak kebutaan 
yang menjadikan kesadarannya terlambat.

Akankah datang saatnya 
ketika orang bijak mengikat impian masa muda 
yang manis dengan sukacita pengetahuan?

Masing-masing dari keduanya 
bukanlah apa-apa ketika berada dalam keberadaan 
tersendiri.




Masa Muda dan Usia Lanjut

Manusia dibagi menjadi dua kolom panjang, 
yang satu terdiri dari yang lanjut usia serta bungkuk, 
yang menopang diri mereka 
dengan tongkat-tongkat yang bengkok.

Dan ketika mereka menempuh jalan kehidupan, 
nafas mereka tersengal seolah-olah 
sedang mendaki puncak gunung, 
padahal mereka sedang turun ke dalam jurang tak berdasar.

Dan kolom yang kedua terdiri dari masa muda, 
yang lari seolah-olah kakinya bersayap, 
bernyanyi seolah-olah 
tenggorokan mereka berdawai perak, 
dan mendaki puncak gunung seolah-olah 
tertarik oleh semacam kekuatan yang ajaib, 
yang tak dapat dilawan.




Penghancuran

Aku sungguh seorang fanatik
dan aku cenderung kepada penghancuran
sekaligus konstruksi.
Ada kebencian dalam hatiku terhadap
yang dikuduskan para penentangku,
dan kasih terhadap yang mereka tolak.

Dan kalau saja aku
dapat mencabut adat istiadat tertentu,
kepercayaan tertentu,
dan tradisi tertentu sampai ke akar-akarnya,
aku akan melakukannya
tanpa ragu-ragu.

Ketika mereka katakan bukuku beracun,
mereka berbicara yang sebenarnya
tentang diri mereka sendiri,
sebab yang kukatakan
adalah racun bagi mereka.

Tetapi mereka memfitnah
ketika mengatakan bahwa aku
mencampurkan madu ke dalamnya,
sebab aku menggunakan racun konsentrat
dan menuangkannya dari gelas yang transparan.

Mereka-mereka yang menyebutku
seorang idealis yang berenang di dalam awan-awan
itulah yang menjauhkan diri dari gelas transparan
yang mereka sebut racun itu,
mengetahui bahwa perut mereka
tidak sanggup mencernanya.

No comments:

Post a Comment

Puisi Kahlil Gibran tentang Keluarga

Anak Dan seorang perempuan yang menggendong bayi  dalam dekapan dadanya berkata,  Bicaralah pada kami perihal Anak. Dan dia berkata: Anak-an...