Manusia
Manusia adalah roh Makhluk Yang Maha Tinggi di bumi,
dan manusia itu berdiri di tengah-tengah reruntuhan,
menyembunyikan ketelanjangannya
di balik pakaian compang-camping,
menitikkan air mata di pipi-pipi yang cekung,
dan memanggil anak-anaknya dengan suara memilukan.
Tetapi anak-anaknya sibuk menyanyikan lagu kesukuannya.
Mereka sibuk mempertajam pedang
dan tak dapat mendengar seruan ibu-ibu mereka
Manusia adalah roh Makhluk Yang Maha Tinggi di bumi,
dan Makhluk Yang Maha Tinggi itu
mengkhotbahkan kasih dan itikad baik.
Tetapi manusia mengolok ajaran-ajaran seperti itu.
Yesus dari Nazareth mendengarkan,
dan malah disalibkan.
Socrates mendengar suara itu dan mengikutinya,
dan iapun menjadi korban dalam tubuh.
Para pengikut Yesus dari Nazareth dan Socrates
adalah pengikut ilahi,
dan karena manusia tidak mampu membunuh mereka,
mereka mencemooh mereka,
sambil mengatakan,
“Olokan itu lebih pahit daripada pembunuhan.”
Jiwaku berkhotbah kepadaku
dan menunjukkan bahwa aku tidaklah lebih besar
daripada kurcaci,
atau lebih kecil daripada raksasa.
Sebelum jiwaku berkhotbah kepadaku,
aku memandang manusia sebagai dua orang,
yang satu lemah, yang kukasihani,
dan yang lain kuat, yang kuikuti atau kulawan.
Tetapi sekarang telah kupelajari
bahwa aku sama seperti keduanya
dan dibuat dari unsur-unsur yang sama.
Asal muasalku adalah asal muasal mereka,
nuraniku adalah nurani mereka,
argumentasiku adalah argumentasi mereka,
dan peziarahanku adalah peziarahan mereka.
Kalau mereka berdosa,
aku juga pendosa.
Kalau mereka berbuat baik,
aku turut bangga akan perbuatan baik mereka.
Kalau mereka bangkit,
aku bangkit bersama mereka.
Kalau mereka diam,
aku ikut serta dalam kemalasan mereka.
---
Aku mengasihi umat manusia
dan aku sama mengasihi ketiga tipe manusia...
Yang menghujat kehidupan,
yang memberkati kehidupan,
dan yang merenungkan kehidupan.
Aku mengasihi yang pertama
karena kenelangsaannya
dan yang kedua karena kemurahannya
dan yang ketiga karena persepsi dan kedamaiannya.
---
Gadis
Tak ada kasih sayang
yang lebih murni
dan lebih menyejukkan roh
daripada yang tersembunyi
di dalam hati seorang gadis
yang tiba-tiba bangkit
dan memenuhi rohnya sendiri
dengan musik sorgawi
yang menjadikan hari-harinya
seperti impian pujangga,
dan malam-malamnya penuh nubuat.
Perawan
Tak ada rahasia
dalam misteri kehidupan
yang lebih kuat dan lebih indah
daripada keterlekatan
yang mengubah keheningan roh seorang perawan
menjadi kesadaran kekal
yang membuat seseorang melupakan masa silam,
sebab ia mengobarkan di dalam hati,
manisnya pengharapan
akan masa depan.
---
Wanita
Seorang wanita
yang telah diberikan kecantikan roh dan tubuh
oleh pemeliharaan adalah suatu kebenaran,
terbuka sekaligus rahasia,
yang dapat kita pahami hanya dengan kasih,
dan dapat kita sentuh hanya dengan kebajikan,
dan ketika kita berupaya menggambarkan wanita seperti itu,
ia menghilang seperti uap.
---
Wanita membuka jendela mataku
dan pintu rohku.
Seandainya bukan berkat ibu,
saudara perempuan,
dan sahabat perempuan,
aku tentu akan tidur di antara mereka-mereka
yang mencari kedamaian dunia
dengan dengkuran mereka.
---
Para penulis dan pujangga
berusaha memahami kebenaran tentang wanita.
Tetapi hingga hari ini
mereka belum memahami hatinya,
sebab memandangnya lewat selubung hasrat.
Mereka hanya melihat bentuk tubuhnya saja,
atau mereka memandangnya lewat kaca pembesar
itikad buruk dan tidak menemukan apa-apa dalam dirinya
selain kelemahan dan kepasrahan.
---
Wanita Modern
Peradaban modern
telah menjadikan wanita sedikit lebih bijaksana,
tetapi telah menambah penderitaannya
akibat keinginan besar pria.
Wanita hari kemarin adalah isteri yang bahagia,
tetapi wanita jaman sekarang
adalah simpanan yang nelangsa.
Di masa silam ia berjalan buta di dalam terang,
tetapi sekarang ia berjalan
dengan mata terbuka di dalam gelap.
Dulunya ia cantik dalam ketidaktahuannya,
penuh kebajikan dalam kesederhanaannya,
dan kuat di dalam kelemahannya.
Sekarang ia menjadi buruk
di dalam kejeniusannya,
dangkal dan tidak berperasaan
di dalam pengetahuannya.
Akankah tiba harinya
ketika kecantikan dan pengetahuan,
kejeniusan dan kebajikan,
dan kelemahan tubuh dengan kekuatan roh
bersatu dalam diri seorang wanita?
No comments:
Post a Comment