Ketika berinteraksi dengan orang lain, seseorang akan mengirimkan sinyal bahasa tubuh berupa gerak isyarat kepada lawan bicaranya. Dengan kata lain, bahasa tubuhnya akan berbicara kepada pikiran bawah sadar lawan bicara. Dengan demikian, melalui bahasa tubuh, pikiran dan perasaan seseorang dapat terungkap. Bahasa tubuh berhubungan dengan manajemen dan kepemimpinan dan seluruh aspek pekerjaan dan bisnis dimana komunikasi dapat diamati secara fisik diantara orang-orang yang berinteraksi. Selain di dalam hubungan pekerjaan, bahasa tubuh perlu dipahami, misalnya dalam menjalin hubungan dengan seseorang, teman, keluarga, dan sebagainya.
A. Bentuk dan Tipe Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh seringkali dipelajari dan digunakan sebagai isyarat pesan palsu untuk tujuan tertentu. Penyalahgunaan pengetahuan seperti ini dapat Anda hindari dengan mengenal berbagai bentuk dan tipe bahasa tubuh. Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh menurut Beliak dan Baker (1981) ada tiga, yaitu:
1. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah dapat dilihat ketika memandang seseorang yang dianggap sebagai orang yang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. Hal ini didasari oleh adanya sebuah ekspresi wajah yang nampak pada seseorang tidak menunjukkan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar atau mengetahui suatu peristiwa, baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau kelayakan, kebaikan atau keburukan, dan sebagainya.
Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang digunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran dan perasaan. Melalui wajah, orang juga bisa membaca makna suatu pesan.
2. Kontak mata
Kontak mata mengacu pada suatu keadaan penglihatan secara langsung antar individu saat sedang berbicara. Melalui kontak mata, seseorang dapat memberitahukan suatu pesan kepada orang lain sehingga orang akan memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Begitu kontak mata dilakukan, seseorang akan dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dalam melakukan komunikasi.
Pandangan yang sayu, cemas, takut, atau terharu, dapat mewarnai latar belakang psikologis seseorang dan hal itu akan terungkap dalam kontak mata yang terjadi ketika ia berinteraksi dengan orang lain. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pendengar menggunakan kontak mata lebih sering daripada pembicara. Yaitu 30% kontak mata dilakukan oleh pembicara, sedangkan 70% lainnya dilakukan oleh pihak pendengar.
3. Gerakan tubuh
Gerakan Tubuh atau biasa dikenal sebagai gestures merupakan bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari, dan kaki. Seseorang sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika seseorang berkata, “Pohon itu tinggi” atau “Rumahnya dekat” maka orang tersebut pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya. Lain halnya ketika seseorang berkata, “Letakkan barang itu!” atau “Lihat pada saya!” maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara yang bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan anggota tubuhnya ketika sedang berbicara. Orang yang cacat bahkan berkomunikasai hanya dengan tangan saja.
Setiap gerakan tubuh mengkomunikasikan beberapa fungsi yang oleh Ekman dan Friesen dikategorikan sebagai:
- Emblem: Gerakan mata tertentu, dan merupakan simbol yang memiliki kesetaraan dengan simbol verbal.
- Ilustrator: Tanda-tanda non-verbal dalam komunikasi. Tanda ini merupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan sesuatu. Contoh: Seorang ayah yang melukiskan tinggi badan anaknya dengan menaik-turunkan tangannya dari permukaan tanah.
- Adaptor: Gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik.Contoh dari jenis-jenis Adaptor adalah:
- Self Adaptor. Misalnya: Menggaruk kepala memperlihatkan kebingungan.
- Alter Adaptor. Misalnya: Mengusap kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang.
- Regulator: Gerakan yang berfungsi mengarahkan, mengawasi, dan mengkoordinasi interaksi dengan teliti dan seksama. Contoh: Menggunakan kontak mata sebagai tanda untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicara dan mendengarkan orang lain.
- Affect Display: Menggambarkan emosi dan perasaan.Wajah merupakan media yang digunakan dalam affect display untuk menunjukkan reaksi terhadap pesan yang direspon.
Selain ketiga bentuk bahasa tubuh yang telah diuraikan di atas, terdapat beberapa jenis bahasa tubuh lainnya, seperti, postur tubuh dan gaya berjalan, sentuhan, gerak isyarat dan suara.
1. Postur tubuh dan gaya berjalan
Adalah hal yang merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatan seseorang.
2. Sentuhan.
Merupakan salah satu bentuk komunikasi personal yang bersifat spontan. Sentuhan dapat menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati, dan sebagainya.
3. Gerak isyarat
Adalah gerakan-gerakan tubuh, yang dapat mempertegas pembicaraan.
4. Suara
Seperti halnya rintihan, menarik nafas panjang, serta tangisan merupakan beberapa ungkapan perasaan dan pikiran seseorang.
B. Gerakan Tubuh dan Artinya
Sampai sekarang ini dikenal beberapa bahasa tubuh yang dapat diungkapkan ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, mulai dari gerakan kepala, mata, tangan, nada suara, sebagaimana yang dikutip dari Purnawan E. Andoko dari Wellness World:
1. Bahasa tangan
• Mengepal berarti tegang, tidak nyaman, marah.
• Tangan di atas meja berarti siap untuk setuju.
• Telapak terbuka ke atas berarti jujur terbuka.
• Menutup mulut/hidung berarti indikasi berbohong.
• Telapak di saku atau tertutup berarti menyembunyikan sesuatu.
• Membentuk kerucut berarti percaya diri atau yakin.
• Jari mengetuk-ngetuk berarti bosan atau ingin bicara.
2. Bahasa kepala
• Mengangguk berarti setuju.
• Banyak menoleh berarti tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.
• Jika condong ke arah lawan bicara berarti tertarik atau setuju.
• Bertopang dagu berarti bosan.
• Menjauh secara mendadak berarti curiga, tidak percaya.
3. Bahasa mata
- Kedipan cepat berarti tidak setuju.
- Lensa mata membesar berarti sangat tertarik.
- Jika 60% menatap langsung berarti tertarik. Jika 80% tatapan langsung berarti tertarik secara seksual. Jika 100% tatapan langsung berarti perlawanan. Penghindaran tatapan berarti menyembunyikan sesuatu.
- Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan berarti tertarik pada Anda
- Lirik kanan/kiri langsung berarti bosan
4. Gerakan lain
• Dada atau pinggul didekatkan berarti tertarik secara personal.
• Kaki mengetuk lantai berarti ingin bicara atau bosan.
5. Nada atau kecepatan bicara
• Penekanan kata berarti otoritatif.
• Lambat dan nada akhir turun berarti yakin dan menguasai.
• Nada dan kecepatan meninggi berarti emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.
6. Bahasa curiga
• Postur tubuh tertutup.
• Arah kaki menyerong.
• Tangan berada di saku atau posisi menyilang.
• Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali.
7. Bahasa tidak jujur
• Postur tidak nyaman.
• Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong.
• Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga.
8. Bahasa penolakan
• Postur tubuh tertutup.
• Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan.
• Kaki atau tangan bersilang.
• Tatapan langsung minimal.
• Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda.
9. Bahasa keterbukaan
• Postur tubuh terbuka.
• Tangan menangkup membentuk menara.
• Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar.
• Arah kaki kepada Anda.
10. Bahasa siap menerima
• Tangan terbuka di atas meja.
• Kontak mata lebih 60% dan banyak senyum lepas.
• Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda.
• Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda.
Kita dapat berinteraksi di masyarakat maupun berkomunikasi secara baik dan benar dengan mengetahui bentuk dan jenis bahasa tubuh. Komunikasi yang baik merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang baik pula.
Hal utama yang diperlukan dalam mengasah kemampuan membaca bahasa tubuh seseorang adalah dengan bersedia berempati terhadap perasaan dan emosi orang lain sehingga mempermudah dalam mengidentifikasi pesan non verbal yang ditampilkannya.
Ketrampilan yang diperlukan untuk mengasah kemampuan berempati terhadap orang lain dapat berupa kemauan untuk mendengar dan memahami perasaan orang lain dan bersedia menerima perbedaan yang ada. Dengan memiliki kemampuan berempati yang bagus, kuat, dan terasah, maka dengan sendirinya Anda akan mampu melihat segala yang tersirat dari bahasa tubuh seseorang. Ketika kita mampu menggunakan dan menafsirkan bahasa tubuh, maka tidak akan mudah tertipu oleh isyarat pesan palsu yang dikirimkan orang lain kepada kita. Dan yang paling utama adalah, dengan memahami bahasa tubuh, maka akan membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian akan tercipta suatu hubungan sosial yang berkualitas.
Apabila telah menyadari manfaat bahasa tubuh dalam berkomunikasi, maka seseorang akan mampu memonitor dirinya sendiri sehingga lebih bisa mengontrol emosinya saat berkomunikasi dengan orang lain. Seseorang bahkan dapat menjadi pemimpin yang handal dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Selain itu, dengan memahami bahasa tubuh yang diberikan oleh orang lain, seseorang dapat terhindar dari isyarat pesan palsu yang bisa merugikan.
Dan apabila Anda telah mempelajari bahasa tubuh dan berkeinginan untuk dapat mengubah bahasa tubuh yang kurang baik menjadi lebih baik, hal itu tentu saja sangat bagus untuk dilakukan, namun akan diperlukan waktu dan pemahaman untuk mempelajarinya dan kemudian membiasakan diri atau beradaptasi. Untuk menciptakan suatu kebiasaan yang baru memang memerlukan sebuah proses. Oleh karena itu, Anda bisa mulai dengan bersikap realistis dengan tidak mencoba melakukan semua tips di atas secara sekaligus karena dapat membuat Anda bingung dan lelah.
Fokuslah pada 2-3 tips terlebih dahulu sesuai dengan yang bisa Anda jadikan prioritas, dan perbaiki terus menerus selama beberapa minggu. Setelah beberapa waktu, Anda akan menciptakan suatu kebiasaan yang baru. Kemudian Anda dapat melanjutkannya lagi untuk 2-3 bahasa tubuh berikutnya.
No comments:
Post a Comment