Wednesday, January 8, 2020

Mengenal Bahasa Tubuh (Body Language)

Dalam berhubungan atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, manusia melakukan komunikasi yang dijalankannya dengan berbagai macam cara baik dengan bahasa verbal maupun non-verbal. Tanpa berkomunikasi, maka manusia akan terasing dan bagaikan hidup seorang diri karena seolah ia tidak membutuhkan orang lain. Padahal tabiatnya manusia adalah ia tidak dapat hidup sendiri karena segala kebutuhannya tak dapat dipenuhinya sendiri. 

Komunikasi itu sendiri memiliki beberapa pengertian, antara lain merupakan suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu dengan lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada tahap saling pengertian yang mendalam. Selain itu, komunikasi juga merupakan “Bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tidak hanya terbatas pada bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.” 

Sebagaimana telah diketahui bahwa komunikasi terdiri dari dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan. Sedangkan komunikasi non-verbal adalah penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Penelitian menunjukkan bahwa 80% komunikasi yang dilakukan oleh manusia, disampaikan secara non-verbal.

Ketika seseorang menangkap pesan yang tidak sesuai antara pesan verbal dan non-verbal, orang tersebut cenderung mempercayai pesan non-verbalnya. Salah satu alasannya adalah bahwa isyarat non-verbal memberi informasi mengenai tujuan dan respon emosional. Dengan demikian dapat dilihat bahwa isyarat pesan non-verbal lebih berpengaruh dalam sebuah proses komunikasi daripada isyarat verbalnya. Hal ini dikarenakan isyarat non-verbal lebih mewakili aspek psikologis atau emosional, baik yang disadari ataupun yang tidak disadari.

Bahasa tubuh merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh digunakan saat kata-kata tidak dapat mewakili perasaan atau situasi yang ada sehingga bahasa tubuh menjadi penting untuk dipelajari. Bahasa tubuh dapat mempunyai arti yang berlawanan dengan apa yang diucapkan. Sebagai contoh ketika kita harus bersikap sopan kepada seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata yang benar, menjabat tangan sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata yang sopan, namun bahasa tubuhnya mengingkarinya dengan berbagai cara. Dalam hal ini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa yang diucapkan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.

Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. 

Memahami bahasa tubuh akan sangat sulit apabila elemen-elemennya dipisahkan dari konteksnya. Namun demikian, ketika bahasa tubuh disusun ke dalam posisi gabungan, gambaran lengkap akan muncul.

Pemahaman terhadap bahasa tubuh tidak sepenuhnya tercapai hanya dengan pendekatan terbatas pada penelitian perilaku secara laboratoris. Salah satu pendekatan yang berusaha mempelajari sifat individu, adalah dengan menggambarkannya dari sekumpulan bahasa tubuh penuh arti. Hal ini merupakan proses manusiawi, dimana metode yang sama ribuan tahun dan secara intuitif digunakan oleh manusia untuk saling memahami, dijadikan acuan untuk memahami bahasa tubuh.

Setiap bahasa tubuh itu bisa diibaratkan seperti rangkaian kata dalam suatu kalimat (bahasa). Dimana, agar dipahami dan dimengerti, orang harus menyusun kata-kata tersebut menjadi suatu kesatuan atau kalimat yang mengekspresikan pemikiran utuh. Dengan mengumpulkan dan mencocokkan rangkaian bahasa tubuh, kita dapat memahami tingkah laku sekaligus maknanya. Pemahaman terhadap bahasa tubuh merupakan sarana untuk memperhatikan perilaku orang dan kemudian mengartikan setiap tindakannya.

Menurut Sigmund Freud, bahasa tubuh merupakan alat komunikasi. Tidak ada manusia yang bisa menyimpan rahasia meskipun bibirnya diam. Ia akan berceloteh dengan ujung jarinya. Rahasia terbersit dari seluruh pori-pori kulitnya. Bahasa tubuh dipercayai sangat penting dalam melancarkan atau menghambat efektifitas komunikasi.

David Cohen menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Bahasa tubuh dalam pergaulan”, di situ ia menjelaskan tentang bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng. Ia mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga menyingkapkan topeng-topeng kita. Manusia belajar menggunakan topeng sejak kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak isyarat-isyarat non-verbal tentang perasaan yang bersifat sangat halus dan terjadi hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan keahlian dan latihan.

Apa yang dapat menerobos topeng yang kita pakai adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi sebagai “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita berikan namun tidak dapat terkontrol. Mengatur ekspresi wajah sangat mudah dilakukan. Jika Anda tidak ingin tampak sedih, Anda dapat berpura-pura. Lebih sulit mengatur nada suara kita atau gerakan tubuh, mereka ini sering “bocor”. Pelajari hal itu dan Anda akan segera tahu banyak tentang apa yang sedang dipikirkan orang lain.

Kepribadian seseorang tercermin dari cara dia berbicara. Ada beberapa orang yang bicaranya sangat keras dan tanpa henti, beberapa lainnya sukar dimengerti dan beberapa lainnya mungkin sangat pendiam. David Cohen tidak menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu cenderung memiliki gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa penelitian yang baik tentang kepribadian, menunjukkan hal yang kontras antara ekstrovert, yang ceria, ramah, cepat, tidak teliti, suka humor, tidak sabar dan memiliki metabolisme yang tinggi dengan introvert yang teliti, banyak cemas, lamban dan kurang kemampuan dalam sosialisasi. Kepribadian yang satu tidak lebih baik dari kepribadian lainnya. Mereka adalah bentuk dari sebuah gaya, yaitu gaya yang terungkap melalui bahasa tubuh.

Banyak orang merasa seperti berada di bawah tekanan untuk tidak menunjukkan perasaan mereka. Kita hidup melalui suatu periode perubahan sosial yang kompleks, yang menjadikan kebanyakan dari kita merasa lebih aman untuk bersembunyi di balik topeng.

Onong U. Effendy menyebutkan dalam kamus komunikasinya, bahwa kinesic communication atau komunikasi kial/komunikasi kinesik adalah komunikasi yang dilakukan dengan gerakan anggota tubuh yang merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. 

Sedangkan Alo Liliweri dalam bukunya yang berjudul “Komunikasi verbal dan non-verbal” menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah gerakan tubuh yang merupakan sebagian dari perilaku nonverbal yang dapat disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu sangat bergantung dari erat tidaknya hubungannya dengan orang lain. 

Sikap dan gerakan tubuh mencerminkan suasana hati. Seorang ahli psikologi Amerika Paul Elkman meneliti bagaimana kemampuan kita membaca pesan-pesan tanpa kata dari wajah-wajah setiap orang. Seorang ahli psikologi Inggris Michael Argyle, dari Universitas Oxford, mempelajari bahasa tubuh jenis lain yaitu gerak isyarat tubuh, sejauh mana kita menjadi akrab dengan seseorang jika kita menyentuh seseorang dan dimana kita melakukannya. Argyle dan Elkman keduanya menekankan bahwa bahasa tubuh adalah sungguh-sungguh sebuah bahasa. Untuk mengetahui arti dari sebuah bahasa tubuh, maka kita tidak dapat melihat suatu gerakan tubuh secara tersendiri. Kita harus mempelajari pola yang utuh tentang gerakan tubuh, sikap tubuh, dan nada dari suara untuk dapat mengerti situasi secara menyeluruh. 

Banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli komunikasi yang menemukan bahwa kebanyakan komunikasi antara manusia dilakukan secara non-verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam masyarakat yang berwujud non-verbal dimana penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Salah satu komunikasi non-verbal ialah bahasa tubuh. Bahasa tubuh digunakan saat kata-kata tidak dapat mewakili perasaan atau situasi yang ada, namun bahasa tubuh yang tidak sesuai penempatannya dapat menimbulkan konflik, hal ini menyebabkan bahasa tubuh menjadi penting untuk dipelajari.

Salah satu keuntungan dari mempelajari bahasa tubuh adalah membangun suatu komunikasi yang baik yang merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang berkualitas dengan orang lain.

Bahasa tubuh dalam percakapan memiliki peran yang penting dalam menumbuhkan kepercayaan seseorang dan membangun sebuah hubungan yang baik dengan orang lain, akan tetapi untuk mencapai hal tersebut diperlukan keahlian dalam menggunakan dan menafsirkan bahasa tubuh.

Untuk dapat menggunakan bahasa tubuh dengan baik, seseorang sebaiknya wapada terhadap petunjuk non-verbal yang palsu, menjaga jarak yang wajar, menggunakan sentuhan yang tepat dengan lawan bicara, menghormati status dengan kontak mata, serta menggunakan jabatan tangan yang sesuai dengan kepribadian dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan. 

Manfaat Memahami Bahasa Tubuh

Memahami bahasa tubuh tidaklah mudah terutama jika unsur-unsurnya terpisah dari konteksnya. Namun demikian, bahasa tubuh tetap bisa dipelajari terutama ketika bahasa tubuh disusun ke dalam posisi gabungan, sehingga gambaran yang lengkap pun akan muncul.

Pemahaman akan bahasa tubuh tidak bisa dicapai hanya dengan melakukan pendekatan yang terbatas pada penelitian terhadap perilaku individu. Salah satu pendekatan yang berusaha mempelajari sifat individu, adalah dengan menggambarkannya dari sekumpulan bahasa tubuh penuh arti. Dengan mengumpulkan dan mencocokkan rangkaian bahasa tubuh, kita dapat memahami tingkah laku sekaligus maknanya. Pemahaman terhadap bahasa tubuh merupakan sarana untuk memperhatikan perilaku orang dan kemudian mengartikann setiap tindakannya.

Bahasa tubuh merupakan bahasa komunikasi tidak terucap yang sering kali digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain. Beberapa bahasa tubuh diantaranya adalah isyarat, perangai, dan tanda ekspresi tubuh lainnya. Dalam kehidupan sosial, 55% pesan yang kita sampaikan terhadap orang lain berasal dari bahasa tubuh kita, sisanya 38% dari nada suara, dan hanya 7% dari kata yang kita ucapkan.

Kemampuan membaca bahasa tubuh merupakan aset untuk mengembangan kepribadian. Oleh karena itu, perlu kita pahami bagaimana kita bisa membaca bahasa tubuh orang lain yang akan menguak rahasia pribadi seseorang terhadap kita. Setiap orang mempunyai bahasa tubuh yang unik. Diamnya seseorang tidak hanya dia sedang santai tanpa beban, namun bisa saja dia sedang menahan marah. 

Salah satu cara untuk mengetahui tanda yang pasti adalah dengan melihat seberapa banyak tanda yang terlihat ketika kita sedang membaca bahasa tubuh seseorang. Namun dari semua itu, yang paling utama adalah selalu berhati-hati dalam membaca bahasa tubuh, amati juga kata-kata yang terucap untuk mendapatkan tanda yang lebih akurat. 

Beberapa manfaat mempelajari dan memahami bahasa tubuh adalah sebagai berikut:

1. Menyelamatkan hubungan

Untuk bisa memahami dan mengenal seseorang tidak cukup dengan mengenalnya atau menjadi temannya dalam jangka waktu yang lama. Seorang teman dekat belum tentu bisa mengerti dan mengetahui apa yang ada dipikiran kita. Terkadang, persahabatan dan bahkan pernikahan yang sudah terjalin lama bisa saja kandas hanya karena terjadi sedikit kesalah fahaman.

Sebelum hal buruk itu terjadi dalam pertemanan atau dalam pernikahan kita, alangkah baiknya kalau kita belajar memahami komunikasi nonverbal, atau sesuatu yang tidak diucapkan oleh lawan bicara atau lebih akrab dikenal dengan bahasa tubuh.

Dengan memahami bahasa tubuh, bukan hanya hubungan yang sudah terjalin lama akan menjadi lebih baik, akan tetapi mampu menyelamatkan hubungan yang retak akibat tidak saling memahami dan selalu salah faham.

2. Menyelamatkan diri dari bahaya

Salah satu manfaat dari bahasa tubuh adalah untuk menghindari dari tindak penipuan. Kalau Anda menyangka bahwa orang yang Anda kenal sejak lama ataupun baru beberapa saat sebagai orang baik, maka berhati-hatilah! Sering korban penipuan diperdaya oleh seseorang yang “nampak baik” tetapi punya niat untuk menipu.

3. Lebih mudah untuk mendapatkan teman

Bahasa tubuh juga dapat digunakan untuk memudahkan dalam mendapatkan seorang teman. Sebagai contoh, berikut sebuah perkenalan yang diawali dari memanfaatkan bahasa tubuh:

Di sebuah ruang tunggu bandara, ada seorang wanita yang sedang duduk sambil sesekali menoleh ke seorang pria yang sedang bediri tidak jauh darinya. Sambil memegang sebuah buku di tangan kanannya, wanita itu sesekali menggerakkan kakinya ke depan dan ke belakang dengan gelisah. Sementara, tangan kiri wanita ini beberapa kali membetulkan letak rambutnya yang sebenarnya sudah rapi.

Bagi orang yang belum memahami bahasa tubuh dengan baik, mungkin sikap wanita ini tidak berarti apa-apa, kesan yang diterima hanyalah sebuah gerakan wajar dari seorang wanita yang sedang kesal dan lelah menunggu pesawatnya.

Namun, lain halnya dengan pria yang dilihatnya tadi, dia memahami dengan baik bahasa tubuh wanita ini, dia dapat memabaca tingkah laku bahasa tubuh wanita ini, dan tidak membuang waktu, si pria menghampiri wanita ini, dan terjadilah perkenalan dan komunikasi dua arah dengan baik.

No comments:

Post a Comment

Puisi Kahlil Gibran tentang Keluarga

Anak Dan seorang perempuan yang menggendong bayi  dalam dekapan dadanya berkata,  Bicaralah pada kami perihal Anak. Dan dia berkata: Anak-an...