Konsep diri adalah suatu keyakinan, pandangan, atau penilaian individu terhadap dirinya sendiri, baik dari segi fisik, psikis, dan perilaku yang dipengaruhi oleh penilaian dari orang lain. Konsep diri memiliki arti penting bagi setiap individu untuk mempersepsikan diri dan lingkungannya, mempengaruhi perilakunya, dan juga memengaruhi tingkat kepuasaan yang diperoleh dalam kehidupannya.
Konsep diri dapat berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh individu melalui interaksi individu dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Konsep diri juga dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri yang buruk berakibat pada tingginya rasa tidak percaya diri, takut mencoba hal-hal baru dan menantang, takut gagal, merasa dirinya bodoh, rendah diri, pesimis dan perilaku negatif lainnya.
Menurut May (2009), konsep diri (self concept) berbeda dengan harga diri (self esteem atau self worth). Jika konsep diri merupakan pengetahuan seseorang tentang dirinya, maka harga diri merupakan apa yang diketahui seseorang tentang dirinya.
Sedangkan menurut Stuart dan Sundeen, konsep diri berbeda dengan harga diri atau penghargaan diri dengan meletakkan harga diri sebagai salah satu unsur dari lima unsur konsep diri. Unsur-unsur tersebut meliputi gambaran diri (body image), identitas diri (self identity), peran (role), harga diri (self esteem), dan idealisme diri (self ideal).
Penghargaan diri adalah seberapa besar seseorang menilai penggambaran diri dengan standart pribadi yang diyakini. Penghargaan diri dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya, secara negatif atau positif. Penghargaan diri yang sehat diperlukan setiap individu agar memiliki keseimbangan diri. Adanya keseimbangan diri tersebut, seseorang dapat memiliki persepsi positif terhadap diri sendiri, mampu melihat kemampuan diri, dan punya penghargaan atas orang lain. Penghargaan diri yang sehat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Oleh karena itu, setiap individu perlu mengupayakan agar memiliki penghargaan diri yang sehat. Berikut ini beberapa hal positif yang dapat diperoleh dengan memiliki penghargaan diri yang sehat.
- Lebih percaya diri dalam membuat kebutuhan.
- Tegas dalam mengekspresikan kebutuhan dan pendapat.
- Memiliki mental yang sehat, sehingga tidak mudah mengalami berbagai masalah yang dipengaruhi masalah mental seperti depresi, kecemasan, dan kecanduan terhadap sesuatu.
- Tidak mudah merasa putus asa, dan tidak merasa rendah diri.
- Memiliki hubungan antar individu yang sehat, jujur, dan nyaman.
- Lebih realistis dalam mewujudkan mimpi, dan tidak menuntut diri sendiri berlebihan.
- Berkepribadian tenang dan mampu menghadapi stress.
Ego sangat berbeda dengan konsep diri dan penghargaan diri. Ego adalah persepsi seseorang tentang dirinya sendiri yang selanjutnya mempengaruhi keyakinan dirinya. Ego merupakan struktur kepribadian yang berurusan dengan tuntutan realita, berisi penalaran dan pemahaman yang tepat. Ego berusaha menahan tindakan sampai ia memiliki kesempatan untuk memahami realitas secara akurat, memahami apa yang sudah terjadi di dalam situasi yang serupa di masa lalu, dan membuat rencana yang realistis di masa depan.
Ego mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :
- Menahan menyalurkan dorongan.
- Mengatur desakan dorongan-dorongan yang sampai pada kesadaran.
- Mengarahkan suatu perbuatan agar mencapai tujuan yang diterima.
- Berpikir logis.
- Mempergunakan pengalaman emosi-emosi kecewa sebagai tanda adanya suatu yang salah, yang tidak benar, agar kelak dapat dikategorikan dengan hal lain untuk memusatkan apa yang akan dilakukan sebaik-baiknya.
Ego berperan dalam mencari penghormatan diri dari pihak lain. Seseorang dengan penghargaan diri atau konsep diri yang rendah, akan dikuasai oleh egonya. Ketika seseorang merasa terluka karena perbuatan orang lain, sebenarnya ego seseorang tersebutlah yang terluka. Jika penghargaan diri kita besar, maka kita tidak akan merasa begitu sakit ketika mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.
Ego dan amarah sifatnya hanya sesaat dan dapat memicu tejadinya konflik yang sesungguhnya tidak pernah diinginkan. Sebagai contoh ketika seorang pria yang bersikeras melarang pasangan hidupnya (istri) bekerja yang mengakibatkan terjadinya suatu perceraian. Seiring berjalannya waktu, si pria akhirnya menyadari bahwa itu semua hanyalah masalah sepele dan suatu kemarahan sesaat.
Dari contoh tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa janganlah selalu mengkambinghitamkan perbedaan. Kita memiliki pola pikir dan pola merasa yang berbeda dengan orang lain. Hargailah perbedaan dengan bijaksana dan tanpa sebuah distorsi. Beda prinsip, beda pandangan ataupun beda keyakinan sekalipun bukanlah alasan untuk kita bertikai karena perbedaan itu indah.
Pasangan yang serasi adalah pasangan yang memliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya namun mereka mampu menyelaraskan perbedaan yang mereka punya hingga menjadi serasi. Belajarlah mengenal cinta dan arti kata sayang dari sebuah perbedaan.

No comments:
Post a Comment